Mendagri Tito Karnavian: Tanjungbalai Terbaik di Sumut dalam Tata Kelola Keuangan
sumut24.co TANJUNGBALAI , Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyebut Kota Tanjungbalai sebagai daerah dengan tata kelola keuanga
News
Baca Juga:
- Sambut Kenaikan Isa Almasih, Satgas Yonif 123/Rajawali dan Warga Asmat Gotong Royong Bersihkan Gereja di Kampung Binam
- Satgas Pangan Polda Sumut Sidak Pasar Sei Sikambing, Harga Minyakita Terpantau Masih Sesuai HET
- Dari Jalan Desa hingga Harapan Baru, TMMD ke-127 Kodim 0212/Tapsel Resmi Berakhir, Dandim: Bersama Warga Kami Percepat Pembangunan Desa
Tapsel | Sumut24.co
Di tengah hangatnya sinar matahari yang menyelinap di sela dinding rumah warga, suasana haru dan penuh kepedulian terasa begitu kental di Lingkungan I, Kelurahan Sangkunur, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Senin (23/02/2026).
Satgas TMMD ke-127 dari Kodim 0212/TS kembali menunjukkan bahwa pengabdian TNI bukan hanya tentang membangun infrastruktur, tetapi juga merawat harapan dan kesehatan masyarakat hingga ke pelosok desa.
Tim medis yang dipimpin oleh Sertu A. Siregar tampak sigap melakukan pengecekan kesehatan terhadap warga. Di sebuah teras rumah sederhana, satu per satu masyarakat diperiksa tekanan darahnya, ditanya keluhan kesehatannya, hingga diberikan edukasi singkat tentang pentingnya menjaga pola hidup sehat.
"Kehadiran kami di sini bukan hanya untuk membangun fisik desa, tetapi juga memastikan kesehatan warga tetap terjaga. Karena bagi kami, kesehatan masyarakat adalah pondasi utama pembangunan," ujar Sertu A. Siregar saat melakukan pemeriksaan.
Seorang bapak paruh baya duduk tenang saat alat tensi melingkar di lengannya. Wajahnya memancarkan rasa percaya dan harapan. Di sampingnya, warga lain menunggu giliran dengan sabar.
Anak-anak yang ikut mendampingi orang tua mereka terlihat penasaran, menyaksikan langsung bagaimana prajurit TNI bukan hanya membawa cangkul dan semen, tetapi juga stetoskop dan tas medis.
"Kami sangat bersyukur bapak-bapak TNI mau datang langsung memeriksa kesehatan kami. Biasanya untuk cek kesehatan harus jauh ke puskesmas," ungkap seorang warga dengan mata berkaca-kaca.
Tas medis bercorak loreng dengan lambang palang merah menjadi simbol bahwa di balik seragam hijau itu, ada hati yang lembut dan penuh empati.
Program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) ke-127 di wilayah ini memang dikenal fokus pada percepatan pembangunan desa. Namun kehadiran tim medis menjadi bukti bahwa pembangunan fisik harus berjalan seiring dengan pembangunan kualitas hidup masyarakat.
"Rasanya tenang sekali setelah diperiksa. Ternyata tekanan darah saya masih normal. Terima kasih sudah peduli dengan kami di sini," kata seorang bapak yang baru saja menjalani pengecekan.
Sertu A. Siregar dengan penuh ketelitian memeriksa kondisi warga. Ia tak hanya mencatat angka tekanan darah, tetapi juga mendengarkan cerita—tentang pegal yang tak kunjung reda, pusing yang sering datang tiba-tiba, hingga kekhawatiran soal kesehatan di usia senja.
Di desa yang jauh dari hiruk pikuk kota, akses layanan kesehatan sering kali terbatas. Maka kehadiran tim medis TMMD menjadi seperti oase di tengah dahaga panjang. Bagi sebagian warga, inilah momen langka untuk memeriksakan diri tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Kegiatan pengecekan kesehatan ini seakan menegaskan kembali filosofi bahwa TNI lahir dari rakyat dan untuk rakyat. Tidak ada jarak, tidak ada sekat. Prajurit duduk sejajar dengan warga, bercengkerama, bahkan menenangkan mereka yang terlihat cemas.
Atmosfer kebersamaan begitu terasa. Seorang ibu yang selesai diperiksa tampak tersenyum lega. Warga lainnya mengangguk-angguk saat diberi saran tentang pentingnya mengurangi konsumsi garam dan rutin beristirahat.
Bukan sekadar pemeriksaan medis, kegiatan ini adalah bentuk nyata kasih sayang yang ditanamkan lewat tindakan.
Di sudut Kelurahan Sangkunur, Senin itu bukan hari biasa. Ia menjadi saksi bagaimana negara hadir hingga ke teras-teras rumah rakyatnya. Di antara suara alat tensi dan percakapan sederhana, tumbuh harapan baru—bahwa kesehatan bukan lagi kemewahan, melainkan hak yang bisa dirasakan bersama.
Satgas TMMD ke-127 membuktikan bahwa membangun desa bukan hanya tentang jalan, jembatan, atau sumur bor. Tetapi juga tentang memastikan setiap denyut nadi warga tetap berdetak kuat, setiap senyum tetap terjaga, dan setiap keluarga merasa diperhatikan.
Di Sangkunur, pengabdian itu nyata. Dan di tangan prajurit seperti Sertu A. Siregar, kemanusiaan menemukan wujudnya yang paling tulus.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
sumut24.co TANJUNGBALAI , Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyebut Kota Tanjungbalai sebagai daerah dengan tata kelola keuanga
News
sumut24.co MEDAN, Berangkat dari hati yang risau dengan suara bising mesin diesel yang selama ini identik dengan asap hitam dan bau bahan b
kota
sumut24.co BALIGE , Anggota DPR RI Komisi X Sabam Sinaga mengapresiasi keterlibatan 15 anggota DPR RI yang hadir di Kabupaten Toba dan mend
News
KORSA Jangan Hakimi Akbar Himawan Bukhari dengan Opini, Hormati Proses Hukum yang Berlaku
kota
Polsek Beringin Polresta Deli Serdang Gagalkan Penculikan Balita, Dua Pelaku Diamankan, Korban Selamat
kota
JAM Pidum Orasi Ilmiah di Dies Natalis FH USU
kota
Menjemput Pikiran, Menenun Kedaulatan Strategi Brain Gain dalam Asta Cita Oleh Abdullah RasyidlMahasiswa Doktoral Ilmu Pemerintahan IPDN
Politik
Sohib Bangsa Serumpun Indonesia&ndashMalaysia Sarapan Bersama di Medan
kota
Sengketa Lahan Belum Usai, Petani Plasma Kelompok 80 Minta Kapolri Tutup Pengoperasian PT DMK
kota
Sekda Medison Lantik Direksi Perumda Tirta Solok Nan Indah,
kota