TNI AL Sigap Tangani Kecelakaan Kerja Nelayan di Belawan
TNI AL Sigap Tangani Kecelakaan Kerja Nelayan di Belawan
kota
Baca Juga:
- Sambut Kenaikan Isa Almasih, Satgas Yonif 123/Rajawali dan Warga Asmat Gotong Royong Bersihkan Gereja di Kampung Binam
- Satgas Pangan Polda Sumut Sidak Pasar Sei Sikambing, Harga Minyakita Terpantau Masih Sesuai HET
- Dari Jalan Desa hingga Harapan Baru, TMMD ke-127 Kodim 0212/Tapsel Resmi Berakhir, Dandim: Bersama Warga Kami Percepat Pembangunan Desa
Di balik rimbunnya belantara hijau Lingkungan 2, Kecamatan Angkola Sangkunur, sebuah kisah epik tentang ketulusan terpahat abadi. Pada Rabu (18/02/2026), semesta menjadi saksi ketika seragam loreng kebanggaan bangsa tidak lagi sekadar simbol pertahanan, melainkan menjadi "jantung" bagi ekonomi rakyat yang sedang berdenyut kencang.
Adalah Pratu Firdaus Nababan, sosok ksatria dari Satgas TMMD ke-127 Kodim 0212/TS, yang bersama rekan sejawatnya memutuskan untuk "mewakafkan" raga dan tenaganya di hamparan kebun sawit seluas 3 hektar milik Bapak Hariange Pane.
Matahari seolah berhenti sejenak, takjub melihat ketangguhan Pratu Firdaus. Pundaknya yang sekeras baja, yang biasanya menopang beban senjata, kini dengan penuh kasih memanggul tandan demi tandan sawit yang beratnya seolah membawa beban harapan hidup sebuah keluarga.
Di bawah rindangnya pohon sawit, setiap tetes keringat yang jatuh ke tanah Angkola Sangkunur adalah janji setia bahwa TNI akan selalu ada, meski di medan tersulit sekalipun.
Bagi Bapak Hariange Pane, kehadiran Pratu Firdaus bukan sekadar bantuan tenaga. Ini adalah mukjizat di tengah luasnya lahan 3 hektar yang ia kelola.
"Melihat Bapak-bapak TNI mandi keringat demi memanen sawit saya, rasanya dada ini sesak oleh haru. Mereka bukan hanya tentara, mereka adalah malaikat pelindung bagi kami para petani kecil," bisik Bapak Hariange dengan mata yang berkaca-kaca.
Aksi Pratu Firdaus Nababan dan rekan-rekannya adalah sebuah hiperbola nyata dari pengabdian. Mereka tidak hanya memanen buah, mereka sedang memanen kepercayaan dan cinta dari rakyat. Di tangan mereka, eggrang dan dodos menjadi senjata untuk memerangi kesulitan ekonomi yang menghimpit.
Lahan 3 hektar itu mungkin luas, namun tak seluas semangat juang personel Kodim 0212/TS yang tak kenal kata lelah. Mereka menerjang semak, menembus lebatnya perkebunan, dan memastikan setiap tandan sawit sampai ke penampungan demi senyum yang terkembang di wajah pemiliknya.
Hari itu, Lingkungan 2 Angkola Sangkunur menjadi saksi bisu bahwa Satgas TMMD ke-127 adalah nafas bagi masyarakat. Pratu Firdaus Nababan telah membuktikan bahwa pengabdian tertinggi adalah ketika seorang prajurit mampu meluluhkan hatinya untuk menyatu dengan peluh rakyatnya.
TMMD bukan sekadar program, ia adalah prasasti cinta yang ditulis dengan keringat dan kerja keras di atas tanah Tapanuli Selatan.zal
TNI AL Sigap Tangani Kecelakaan Kerja Nelayan di Belawan
kota
Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan Tangkap 1 Lagi Pelaku Curas Terhadap Sopir Truk
kota
Pendawa Ikuti Apel Sabuk Kamtibmas Polda Sumatera Utara
kota
Polsek Medan Area Amankan Maling di Rumah Kosong
kota
Kapolres Pelabuhan Belawan Silaturahmi dengan Tokoh Masyarakat dan Pemuda Mitra Kamtibmas
kota
Polresta Deli Serdang Amankan Puluhan Pelajar Terlibat Konvoi Ugalugalan di BiruBiru, Situasi Berhasil Dikendalikan
kota
Kerja FleksibelAksi Maksimal Wujud Nyata Kepedulian dan Gotong Royong Komplek AL Barakuda
kota
Apel Sabuk Kamtibmas, Kapolda Sumut Tekankan Kekuatan Sinergi Jaga Stabilitas Keamanan
kota
Kapolda Sumut Perintahkan Tindak Tegas Begal dan Narkoba, Tak Ada Kompromi
kota
SERGAI sumut24.co Dugaan pencemaran lingkungan kembali mencuat di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Kali ini, warga menyoroti akt
Hukum