Jumat, 24 April 2026

Pundak Baja di Hutan Harapan, Satgas TMMD ke-127 Kodim 0212/TS Pratu Firdaus Nababan dan Simfoni Peluh di Kebun Bapak Hariange Pane

Administrator - Rabu, 18 Februari 2026 20:38 WIB
Pundak Baja di Hutan Harapan, Satgas TMMD ke-127 Kodim 0212/TS Pratu Firdaus Nababan dan Simfoni Peluh di Kebun Bapak Hariange Pane
Istimewa

Tapsel | Sumut24.co

Baca Juga:

Di balik rimbunnya belantara hijau Lingkungan 2, Kecamatan Angkola Sangkunur, sebuah kisah epik tentang ketulusan terpahat abadi. Pada Rabu (18/02/2026), semesta menjadi saksi ketika seragam loreng kebanggaan bangsa tidak lagi sekadar simbol pertahanan, melainkan menjadi "jantung" bagi ekonomi rakyat yang sedang berdenyut kencang.

Adalah Pratu Firdaus Nababan, sosok ksatria dari Satgas TMMD ke-127 Kodim 0212/TS, yang bersama rekan sejawatnya memutuskan untuk "mewakafkan" raga dan tenaganya di hamparan kebun sawit seluas 3 hektar milik Bapak Hariange Pane.

Matahari seolah berhenti sejenak, takjub melihat ketangguhan Pratu Firdaus. Pundaknya yang sekeras baja, yang biasanya menopang beban senjata, kini dengan penuh kasih memanggul tandan demi tandan sawit yang beratnya seolah membawa beban harapan hidup sebuah keluarga.

Di bawah rindangnya pohon sawit, setiap tetes keringat yang jatuh ke tanah Angkola Sangkunur adalah janji setia bahwa TNI akan selalu ada, meski di medan tersulit sekalipun.

Bagi Bapak Hariange Pane, kehadiran Pratu Firdaus bukan sekadar bantuan tenaga. Ini adalah mukjizat di tengah luasnya lahan 3 hektar yang ia kelola.

"Melihat Bapak-bapak TNI mandi keringat demi memanen sawit saya, rasanya dada ini sesak oleh haru. Mereka bukan hanya tentara, mereka adalah malaikat pelindung bagi kami para petani kecil," bisik Bapak Hariange dengan mata yang berkaca-kaca.

Aksi Pratu Firdaus Nababan dan rekan-rekannya adalah sebuah hiperbola nyata dari pengabdian. Mereka tidak hanya memanen buah, mereka sedang memanen kepercayaan dan cinta dari rakyat. Di tangan mereka, eggrang dan dodos menjadi senjata untuk memerangi kesulitan ekonomi yang menghimpit.

Lahan 3 hektar itu mungkin luas, namun tak seluas semangat juang personel Kodim 0212/TS yang tak kenal kata lelah. Mereka menerjang semak, menembus lebatnya perkebunan, dan memastikan setiap tandan sawit sampai ke penampungan demi senyum yang terkembang di wajah pemiliknya.

Hari itu, Lingkungan 2 Angkola Sangkunur menjadi saksi bisu bahwa Satgas TMMD ke-127 adalah nafas bagi masyarakat. Pratu Firdaus Nababan telah membuktikan bahwa pengabdian tertinggi adalah ketika seorang prajurit mampu meluluhkan hatinya untuk menyatu dengan peluh rakyatnya.

TMMD bukan sekadar program, ia adalah prasasti cinta yang ditulis dengan keringat dan kerja keras di atas tanah Tapanuli Selatan.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Sambut Kenaikan Isa Almasih, Satgas Yonif 123/Rajawali dan Warga Asmat Gotong Royong Bersihkan Gereja di Kampung Binam
Satgas Pangan Polda Sumut Sidak Pasar Sei Sikambing, Harga Minyakita Terpantau Masih Sesuai HET
Dari Jalan Desa hingga Harapan Baru, TMMD ke-127 Kodim 0212/Tapsel Resmi Berakhir, Dandim: Bersama Warga Kami Percepat Pembangunan Desa
TMMD ke-127 Kodim 0212/Tapsel Resmi Ditutup, TNI dan Masyarakat Bersinergi Bangun Desa di Angkola Sangkunur
Sebulan Berjuang Bersama Rakyat, Warga Angkola Sangkunur Sambut Penutupan TMMD ke-127 Kodim 0212/TS dengan Rasa Syukur
Air Mata Pecah di Simataniari! TMMD ke-127 Tinggalkan Jejak Pengabdian TNI yang Tak Akan Dilupakan Rakyat, Dandim 0212/TS: Sudah Rampung 100 persen
komentar
beritaTerbaru