Senin, 03 Agustus 2026

254 Proposal, 13 Kelompok Terpilih: Ruang Kreatif Seni Pertunjukan 2026 Perkuat Karya Menuju Pementasan

Administrator - Senin, 03 Agustus 2026 15:09 WIB
254 Proposal, 13 Kelompok Terpilih: Ruang Kreatif Seni Pertunjukan 2026 Perkuat Karya Menuju Pementasan
254 Proposal, 13 Kelompok Terpilih: Ruang Kreatif Seni Pertunjukan 2026 Perkuat Karya Menuju Pementasan

Baca Juga:

Jakarta|sumut24.co

3 Agustus 2026 – Ruang Kreatif Seni Pertunjukan 2026 yang diinisiasi Bakti Budaya Djarum Foundation kini memasuki tahap pengembangan karya. Setelah melalui proses seleksi terhadap 254 proposal, sebanyak 13 kelompok seni pertunjukan terpilih telah menyelesaikan workshop intensif selama empat hari di Jakarta sebagai bekal memasuki tahap produksi. Dalam workshop ini, para peserta mendapatkan pembekalan langsung dari para praktisi dan mentor lintas disiplin sebagai bekal memasuki tahap produksi karya yang akan dipentaskan di Galeri Indonesia Kaya pada akhir tahun.

Antusiasme terhadap penyelenggaraan kembali Ruang Kreatif Seni Pertunjukan 2026 menunjukkan besarnya semangat komunitas seni di Indonesia. Sebanyak 254 proposal yang masuk berasal dari 33 provinsi, menghadirkan beragam disiplin seni pertunjukan, mulai dari tari, teater, musik, wayang, drama musikal, hingga pertunjukan multidisiplin. Setelah melalui proses kurasi, sebanyak 100 proposal dipilih, kemudian mengerucut menjadi 25 besar yang melaju ke tahap proposal pitching bersama dewan juri Garin Nugroho, Toto Arto, dan Billy Gamaliel.

Melalui tahapan tersebut, terpilih 13 kelompok terbaik yang berasal dari 10 provinsi yang tersebar di Sumatera, Jawa, Kalimatan, Bali, hingga Sulawesi. Di antaranya adalah Tepian Kolektif dari Berau, Kalimantan Timur yang baru berdiri satu tahun, Teater GENERASI Medan dari Sumatera Utara yang telah berkarya selama tiga dekade, hingga Gerhana dari Gianyar, Bali, yang mengembangkan karya berbasis wayang.

Billy Gamaliel, Program Manager Bakti Budaya Djarum Foundation mengatakan, "Antusiasme yang kami terima melalui ratusan proposal menunjukkan bahwa potensi seni pertunjukan Indonesia sangat besar. Yang membanggakan bukan hanya jumlahnya, tetapi juga keberagaman gagasan, pendekatan artistik, serta semangat komunitas dari berbagai daerah. Memasuki tahap workshop, fokus kami bukan lagi sekadar menyeleksi karya, melainkan mendampingi para peserta agar ide-ide mereka berkembang menjadi pertunjukan yang profesional, siap dipentaskan di hadapan publik, dan berkelanjutan. Kami berharap proses ini tidak hanya melahirkan karya yang berkualitas, tetapi juga memperkuat kapasitas para pelaku seni untuk terus mengembangkan komunitas dan ekosistem seni pertunjukan di daerahnya masing-masing."

Ruang Kreatif Seni Pertunjukan merupakan program pengembangan kapasitas bagi komunitas seni pertunjukan Indonesia yang kembali dihadirkan pada 2026 setelah terakhir diselenggarakan pada 2019. Program ini tidak hanya memberikan dukungan dana produksi sebesar 35 juta rupiah bagi setiap kelompok terpilih, tetapi juga menghadirkan rangkaian workshop, mentoring, hingga pendampingan produksi yang dirancang untuk memperkuat aspek artistik maupun manajerial sebuah karya.

Workshop tatap muka yang berlangsung pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026 menjadi salah satu tahapan penting dalam proses tersebut. Para peserta akan mengikuti berbagai sesi, mulai dari pengembangan ide kreatif bersama Garin Nugroho, penguatan kerja kolektif dan manajemen produksi oleh Chriskevin Adefrid dan Caron Shaine, strategi berkarya di era global bersama Siko Setyanto, desain komunikasi dan digital marketing oleh MXA Studio, pengembangan konsep pertunjukan dan strategi memperoleh pendanaan oleh Pradetya Novitri, strategi publikasi bersama Nuya Susantono, wawasan teknis pertunjukan oleh Iskandar K. Loedin, hingga dasar-dasar stage management bersama Wellah Hatta.

Setiap kelompok juga akan memperoleh pendampingan intensif dari mentor yang disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan karya masing-masing. Para pegiat seni berpengalaman, yaitu Chriskevin Adefrid, Hartati, Jasmine Okubo, Mita Mitae, Nuya Susantono, Pasha Prakasa, Pradetya Novitri, Rama Soeprapto, Rangga Buana, Rianto, Sari Madjid,, Siko Setyanto, dan Tinton Prianggoro, akan mendampingi peserta selama proses produksi hingga pementasan.

Menurut Mita Mitae, salah satu yang ikut mengkurasi seluruh proposal, tahap workshop menjadi momentum penting bagi para peserta untuk mempertajam gagasan sebelum memasuki proses produksi. "Ketiga belas kelompok ini terpilih bukan hanya karena memiliki ide yang menarik, tetapi juga karena menunjukkan keberanian menyampaikan gagasan yang autentik, kedekatan dengan isu atau budaya yang mereka angkat, serta kesungguhan membangun karya yang memiliki arah pengembangan yang jelas. Workshop ini menjadi kesempatan untuk menguji kembali gagasan tersebut, memperkuat fondasi artistik maupun produksinya, sehingga ketika memasuki tahap penciptaan, mereka memiliki pijakan yang lebih matang," jelas Mita.

Sutradara dan Produser Garin Nugroho, yang turut menjadi mentor dalam program ini, menilai bahwa proses pendampingan merupakan bagian yang sama pentingnya dengan proses penciptaan karya itu sendiri. "Sebuah karya tidak lahir hanya dari inspirasi, tetapi dari proses belajar, berdialog, dan membuka diri terhadap berbagai perspektif. Workshop ini menjadi ruang bagi para kreator untuk mempertanyakan kembali gagasan mereka, memperkaya cara pandang, sekaligus membangun cara kerja kolektif yang akan sangat menentukan kualitas karya ketika nanti bertemu dengan publik," ungkap Garin.

Selain mendapatkan materi di kelas, peserta juga diajak menyaksikan pertunjukan Rumah Sakit Jiwa produksi Teater Koma serta pertunjukan akhir pekan di Galeri Indonesia Kaya sebagai bagian dari proses pembelajaran. Pengalaman ini diharapkan dapat memperluas referensi artistik sekaligus memberikan gambaran nyata mengenai berbagai aspek dalam penyelenggaraan sebuah pertunjukan.

Setelah melalui workshop ini, ketiga belas kelompok ini akan memasuki tahap mentoring dan produksi selama beberapa bulan ke depan sebelum akhirnya mempersembahkan karya mereka kepada publik dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-13 Galeri Indonesia Kaya pada November hingga Desember 2026.

"Harapan kami, program ini tidak hanya menghasilkan pertunjukan yang berkualitas, tetapi juga melahirkan komunitas-komunitas yang memiliki sistem kerja yang semakin kuat, jejaring yang lebih luas, mampu terus berkembang setelah program ini berakhir dan menjadi bagian dari pengembangan ekosistem seni Indonesia di berbagai daerah," tutup Billy.

(Red)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Amru Lubis
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Ketika Loungewear dan Underwear Bertransformasi Menjadi Elemen Gaya: Leticia Joseph, Mima Shafa dan berbagai Selebriti lainnya Berbagi Perspektif
Siluet yang Membuat Perbedaan: Kurasi Koleksi UNIQLO untuk Tampilan Sehari-hari yang Lebih Statement
UNIQLO Rilis Koleksi Linen Spring/Summer 2026 Lebih dari 40 Warna Linen Premium untuk Gaya Sehari-hari, serta Capsule Collection Premium Linen dari Cl
Effortless, Wearable, Relevant: Gaya Selebriti di UNIQLO Spring/Summer 2026 Season Preview
Nikita Willy dan Indra Priawan Bagikan Solusi Berpakaian Cerdas untuk Keseharian di Acara UNIQLO Spring/Summer 2026 Season Preview
M Awardee YES Medan Raih Juara 1 Ajang Young Leadership Festival Nasional 2026
komentar
beritaTerbaru