Marlis Pohan Usulkan "Tiang Utilitas Bersama" Atasi Kabel Semrawut di Medan
MEDAN Praktisi dan pemrakarsa proyek infrastruktur, Marlis Pohan (MP), mengusulkan konsep Tiang Utilitas Bersama (shared multiutility p
News
Baca Juga:
- Perang Belum Usai! Kabag Ops Polres Palas Minta Satgas Sikat Jaringan Narkoba Sampai Tuntas
- Sambut Kenaikan Isa Almasih, Satgas Yonif 123/Rajawali dan Warga Asmat Gotong Royong Bersihkan Gereja di Kampung Binam
- Satgas Pangan Polda Sumut Sidak Pasar Sei Sikambing, Harga Minyakita Terpantau Masih Sesuai HET
Tapsel | Sumut24.co
Di bawah langit yang masih berselimut mendung, suara cangkul yang beradu dengan tanah basah terdengar seperti irama perjuangan. Di Kelurahan Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Senin (16/02/2026), pemandangan yang menghangatkan hati itu terpampang jelas prajurit TNI dan warga berdiri di satu garis yang sama dengan garis gotong royong dan harapan.
Program TMMD ke-127 Kodim 0212/Tapanuli Selatan kembali menunjukkan makna sejatinya. Tak hanya hadir sebagai penjaga kedaulatan, para prajurit juga menjadi pelindung harapan rakyat. Kali ini, Tim Medis Satgas TMMD yang dipimpin Sertu Ardiansyah Siregar turun langsung ke lapangan, menyingsingkan lengan, mengangkat pasir, dan membantu warga membangun saluran air irigasi.
Tanpa sekat, tanpa jarak, Sertu Ardiansyah bersama rekan-rekannya melebur dengan masyarakat. Sepatu dinas mereka dipenuhi lumpur, tangan mereka kotor oleh tanah, namun wajah-wajah itu justru memancarkan ketulusan. Mereka tahu, saluran irigasi yang sedang dibangun bukan sekadar parit air melainkan nadi kehidupan bagi sawah warga.
"Ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tapi tentang bagaimana kita hadir dan merasakan langsung kesulitan masyarakat. Kami ingin petani di Sangkunur bisa tersenyum saat melihat sawahnya kembali dialiri air," ujar Sertu Ardiansyah dengan nada penuh kepedulian.
Warga pun tak mampu menyembunyikan rasa haru. Mereka menyaksikan sendiri bagaimana para prajurit yang biasanya identik dengan barisan disiplin kini berubah menjadi sahabat kerja di ladang.
"Baru kali ini kami melihat tentara bekerja seperti keluarga sendiri. Mereka tidak hanya membantu, tapi memberi semangat. Kami merasa tidak sendirian," ungkap salah satu warga dengan mata berkaca-kaca.
Pembangunan saluran irigasi ini menjadi harapan besar bagi para petani. Selama ini, sawah mereka kerap kekurangan air, membuat hasil panen tidak maksimal. Dengan adanya saluran baru, kehidupan di Sangkunur diyakini akan berubah dari tanah yang pernah kering menuju hamparan hijau yang penuh kehidupan.
TMMD ke-127 bukan sekadar program pembangunan. Ia adalah jembatan kemanusiaan, simbol kebersamaan, dan bukti nyata bahwa TNI hadir bukan hanya menjaga negeri dari ancaman luar, tetapi juga menjaga harapan rakyat di pelosok desa.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
MEDAN Praktisi dan pemrakarsa proyek infrastruktur, Marlis Pohan (MP), mengusulkan konsep Tiang Utilitas Bersama (shared multiutility p
News
Dipimpin Rahudman Harahap, Muktamar VIII IPHI di Bali Kembali Percayakan Erman Suparno Nahkodai Organisasi
kota
sumut24.co ASAHAN, Aliansi Masyarakat dan Pemuda Bandar Pulau (AMPB) melaksanakan aksi penyampaian aspirasi secara damai di halaman Kantor
News
sumut24.co Medan, Anggota DPRD Medan Modesta Marpaung SKM S Keb (Partai Golkar) mengaku peduli dan mendukung penuh program Pemko Medan terk
kota
Medan sumut24.co Ketua Perkumpulan Dosen Indonesia Sorak Gema Intelektual, Imanuel Tarigan, menegaskan bahwa pelayanan publik pada hakikat
kota
sumut24.co ASAHAN , Menyemarakkan Hari Bhayangkara ke80 Tahun 2026, Polres Asahan melangkah lebih dekat ke tengah masyarakat melalui kegia
News
sumut24.co ASAHAN , Keberhasilan pengembangan kasus yang dimulai dari penemuan sejumlah butir etomidate akhirnya mengantarkan tim kepolisia
News
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Asahan secara resmi mencanangkan seka
News
KH. Akhmad Khambali Kenaikan Harga BBM dan Gejolak Ekonomi Global Jangan Sampai Membebani Rakyat Kecil
kota
MEDAN Ketua Komisi IV DPRD Kota Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak, diduga mendapat intervensi politik terkait penanganan aset Pemerintah
kota