Baca Juga:
Tapsel | Sumut24.co
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan terus tancap gas dalam memperbaiki tata kelola aparatur sipil negara (ASN). Salah satu langkah strategis yang kini diperkuat adalah penerapan Manajemen Talenta ASN yang terintegrasi langsung melalui akun MyASN.
Kegiatan penguatan sistem tersebut digelar di Aula Sarasi Lantai III Kompleks Perkantoran Bupati Tapanuli Selatan, Sipirok, Senin (26/1/2026). Acara ini dihadiri Wakil Bupati Tapanuli Selatan H. Jafar Syahbuddin Ritonga, Sekretaris Daerah H. Sofyan Adil, para pimpinan OPD, kepala bagian, sekretaris, kepala bidang, hingga kasubbag umum dan kepegawaian seluruh OPD se-Kabupaten Tapanuli Selatan.
Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu menegaskan bahwa penerapan manajemen talenta ASN bukan sekadar wacana, melainkan telah memiliki dasar hukum yang kuat melalui Surat Keputusan Bupati sejak April 2022. Namun demikian, menurutnya, keberhasilan sistem ini sangat bergantung pada komitmen pimpinan sebagai penggerak utama perubahan.
"Manajemen talenta ini menuntut perubahan dari top leader. Sejak awal dilantik, saya sudah melakukan uji kompetensi terhadap seluruh pejabat di Tapanuli Selatan, dan itu sudah dilaksanakan dua kali. Sampai hari ini, sebanyak 1.015 ASN telah mengikuti uji kompetensi," tegas Gus Irawan.
Ia menekankan, pimpinan OPD wajib membangun tim kerja yang solid serta memastikan setiap ASN berkontribusi nyata sesuai kompetensi dan tanggung jawabnya. Melalui sistem manajemen talenta, seluruh kinerja ASN akan diukur secara objektif dan transparan.
Berdasarkan data terkini, jumlah ASN di Kabupaten Tapanuli Selatan mencapai 6.853 orang, terdiri dari 2.187 PNS dan 4.666 PPPK. Bupati menegaskan, untuk masuk ke kuadran unggul (box 7 dan 8) dalam peta talenta, ASN tidak perlu melakukan pendekatan personal kepada pimpinan.
"Tidak perlu minta-minta ke saya. Tunjukkan kinerja. Saya pribadi selalu membuktikan diri lewat hasil kerja. Kalau diberi target tiga hari, saya upayakan satu hari selesai," ujar Bupati memberi motivasi.
Lebih lanjut, Gus Irawan mengingatkan seluruh pimpinan agar melakukan penilaian ASN secara jujur dan apa adanya. Ia menolak keras praktik penilaian subjektif maupun pendekatan non-profesional yang tidak berbasis kinerja dan kompetensi.
"Ini adalah titik awal perubahan kita menuju tata kelola ASN yang lebih baik. Tinggalkan cara-cara lama yang tidak sehat. Mulai sekarang, semua harus objektif," pungkasnya.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News