Minggu, 14 Juni 2026

Pupuk Benteng Tani: Dari Keraguan Petani hingga Bukti Panen Organik Berdaya Saing

Administrator - Senin, 26 Januari 2026 13:28 WIB
Pupuk Benteng Tani: Dari Keraguan Petani hingga Bukti Panen Organik Berdaya Saing
Istimewa

SerdangBedagai – Owner Pupuk Benteng Tani, Robin Sitepu, mengungkapkan bahwa perjalanan membangun pertanian organik di Indonesia adalah perjuangan panjang yang tidak instan dan penuh tantangan, terutama dalam mengubah pola pikir petani yang selama puluhan tahun bergantung pada pupuk kimia, ucapnya dalam acara Panen Raya Padi Organik di lahan demplot Pupuk Benteng Tani milik Ir. Soekirman, Duta Organik Asia, yang digelar di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

Baca Juga:


Robin menjelaskan, PT Karunia Rotorindo Tani memulai perjalanannya sejak 2006, saat pupuk organik masih dipandang sebelah mata. "Memperkenalkan organik ke petani itu seperti memelihara penyu, pelan dan butuh kesabaran. Masalah utamanya satu: mindset," ujarnya.
Kebiasaan petani sejak era 1980-an menggunakan pupuk kimia yang bereaksi cepat membuat pupuk organik dianggap lambat dan tidak praktis. Kondisi itu mendorong pihaknya pada 2016 mengambil langkah berani dengan menghentikan penjualan dan fokus melakukan riset mendalam terhadap berbagai pupuk organik yang beredar di pasaran.
"Hampir semua petani mengeluhkan hal yang sama: pupuk organik lambat respon. Dari situ kami bertanya, apakah mungkin menciptakan pupuk organik yang ramah lingkungan, tapi cepat bereaksi seperti kimia," kata Robin.
Melalui proses panjang riset, uji lapangan, dan penyempurnaan formula, pada 2019 lahirlah Pupuk Benteng Tani. Produk ini diformulasikan berbasis organik, namun diperkaya dengan hormon tanaman, GPT, asam amino, dan eco enzyme, sehingga mampu memberikan respon cepat pada tanaman sekaligus memperbaiki struktur dan kesuburan tanah secara berkelanjutan.
"Ini yang kami sebut pupuk organik rasa kimia, tapi tetap aman bagi tanah, tanaman, dan manusia," tegasnya.
Robin menegaskan, hasil di lapangan telah membuktikan efektivitas Benteng Tani. Pada pertanaman padi organik yang hanya dikombinasikan dengan kopi dan kotoran ternak, pertumbuhan tanaman setara dengan pertanian kimia. Sejumlah petani bahkan sempat meragukan karena hasilnya dinilai "terlalu bagus" untuk ukuran organik.
Tak hanya berorientasi bisnis, PT Karunia Rotorindo Tani juga mendirikan Yayasan Tata Peduli Tani Nusantara. Melalui yayasan tersebut, pupuk organik dan edukasi pertanian telah disalurkan secara gratis kepada lebih dari 5.000 petani di empat provinsi.


Sementara itu, Duta Organik Asia, Ir. Soekirman, menegaskan bahwa pertanian organik merupakan solusi jangka panjang atas kerusakan tanah, krisis iklim, dan ketergantungan petani terhadap input kimia. Ia menekankan bahwa meski tidak instan, pertanian organik terbukti menekan biaya produksi, menjaga kesuburan tanah, serta meningkatkan kesehatan petani dan konsumen.
"Organik bukan sekadar metode bertani, tetapi gerakan menjaga bumi dan kedaulatan pangan," tegas Soekirman, seraya mendorong agar praktik organik yang telah berhasil dapat direplikasi secara luas di Sumatera Utara dan daerah lain di Indonesia.red2

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Kabar Baik untuk Petani! Wabup Paluta Basri Harahap Serahkan 100 Ton Benih Padi, Ketahanan Pangan Diperkuat
Panen Raya Jagung Kuartal II 2026, Polres Padangsidimpuan Targetkan Produksi 90 Ton untuk Dukung Swasembada Pangan
Polda Sumut Ikuti Panen Raya Jagung Serentak Polri Bersama Presiden Prabowo, Dukung Ketahanan Pangan Nasional
Panen Raya Jagung Serentak di Tapsel, Kapolres AKBP Yon Edi Winara Tegaskan Komitmen Dukung Ketahanan Pangan
Pulihkan Sawah Terdampak Banjir, Pemkab Madina Kebut Rehabilitasi 25 Hektare di Tangga Bosi III
Lahan Tidur Jadi Ladang Emas! Panen Raya Jagung Oleh Polsek Sipirok di Tapanuli Selatan Dukung Swasembada 2026
komentar
beritaTerbaru