Perang di Timur Tengah: Ujian Moral Dunia dan Seruan Keadilan dari Indonesia
Perang di Timur Tengah Ujian Moral Dunia dan Seruan Keadilan dari Indonesia
kota
Baca Juga:
- Afif Abdillah Ingatkan Pengguna UHC BPJS Tidak Digunakan Setahun, Warga Dianggap Mampu
- Survei Lokasi TMMD ke-127 saat TNI Buka Akses Warga Terisolir di Tapsel, Gus Irawan Pasaribu Ucapkan Rasa Syukur "Pas Betul Lokasi Bencana"
- Wujudkan Medan Bebas Banjir, Paul Simanjuntak Minta Pemko Maksimalkan Kordinasi Upaya Normalisasi 5 Sungai Medan
Padangsidimpuan | Sumut24.co
Ketika masyarakat Kota Padangsidimpuan masih berjibaku dengan banjir bandang dan longsor yang melumpuhkan sejumlah wilayah, suasana Gedung DPRD justru memanas oleh insiden yang memicu kekecewaan mendalam dari publik.
Di saat warga berjuang menyelamatkan harta benda dan mencari tempat aman, wakil rakyat mempertontonkan drama yang tak elok di ruang sidang terhormat.
Rapat Paripurna Pembahasan Rencana APBD (R-APBD) Kota Padangsidimpuan Tahun 2026 yang digelar pada Jumat (5/12) mendadak berubah tegang.
Kejadian tak terduga muncul ketika anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan, Muhammad Fajar Dalimunthe, tiba-tiba berdiri dari kursinya dan melangkah ke arah kursi Plt Sekda Kota Padangsidimpuan, Rahmat Marzuki Nasution.
Tanpa banyak basa-basi, Fajar melempar sebuah amplop berwarna kuning yang diduga berisi uang ke hadapan Plt Sekda. Momen itu sontak membuat seluruh hadirin terdiam, bahkan sebagian tamu undangan sempat terpaku menyaksikan peristiwa tersebut.
Dengan suara lantang, Fajar menyatakan penolakannya, "Saya tidak mau terima uang ini. Inipun saya kembalikan langsung kepada Plt Sekda Kota Padangsidimpuan," ucapnya tegas di tengah ruang paripurna.
Insiden ini terjadi ketika rapat memasuki agenda penyampaian pembahasan R-APBD. Ketua DPRD Sri Fitrah Munawaroh Nasution yang memimpin sidang bersama dua wakil ketua tampak terhenti sejenak akibat suasana yang berubah drastis.
Wali Kota Letnan Dalimunthe, Wakil Wali Kota H. Harry Pahlevi Harahap, unsur Forkopimda, TAPD, hingga pimpinan OPD yang hadir dalam rapat tersebut terlihat terkejut dengan tindakan spontan anggota dewan tersebut.
Pemerhati Kebijakan Publik Tabagsel, Bang Regar, turut angkat suara terkait insiden yang terjadi di ruang paripurna tersebut. Ia menilai aksi yang dipertontonkan para wakil rakyat sangat tidak sensitif terhadap kondisi masyarakat yang sedang dilanda bencana.
"Ini bukan hanya persoalan etika, tetapi persoalan moral wakil rakyat di tengah masyarakat sedang mengalami penderitaan akibat banjir bandang dan longsor. Seharusnya fokus mereka tertuju pada penanganan darurat, bukan mempertontonkan adegan yang membuat hati publik semakin sakit," tegas Bang Regar dalam keterangannya.
Ia juga menyebutkan bahwa peristiwa ini bisa menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga legislatif.
"Aksi seperti ini menegaskan bahwa ada yang salah dalam cara sebagian oknum wakil rakyat memahami tanggung jawabnya. Mereka dipilih untuk bekerja bagi rakyat, bukan menambah luka di saat masyarakat sedang berduka. Transparansi dan integritas harus menjadi pegangan, bukan hanya sekadar jargon," lanjutnya.
Di tengah kondisi kota yang sedang dirundung duka akibat bencana alam, peristiwa ini menambah panjang daftar kekecewaan masyarakat. Banyak warga menilai sikap tersebut menunjukkan ketidaksensitifan para wakil rakyat dalam mengutamakan kepentingan publik pada saat yang paling genting.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah kota maupun pimpinan DPRD terkait dugaan gratifikasi yang disampaikan dalam rapat tersebut.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Perang di Timur Tengah Ujian Moral Dunia dan Seruan Keadilan dari Indonesia
kota
Sapu Bersih Pelanggaran Pangan, Satgasda Deli Serdang Pastikan Stok Bapokting Aman di Ramadhan 2026
kota
RAMADHAN KE14, BAKOPAM SUMUT SALURKAN SEMBAKO UNTUK PENARIK BECAK DAN WARGA
kota
Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda mengunjungi lima pelaku UMKM serta IKM
kota
Rakor Lintas Sektor Bidang Opsnal Tingkat Menteri dalam rangka Kesiapsiagaan Pelaksanaan Oprasi Ketupat 2026 melalui zoom meeting
kota
Pengelolaan Sampah Penilaian Kinerja Tahun 2025 Kota Solok Termasuk Pengecualian
kota
Dekan FEBI UINSU Respons Aspirasi Mahasiswa, Tegaskan Komitmen Perbaikan Fasilitas
kota
Sergai sumut24.co Sebanyak 56 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tersebar di wilay
News
Sergai sumut24.co Dalam rangka memperkuat komitmen mewujudkan institusi Polri yang bersih dari penyalahgunaan narkoba, Polres Serdang Beda
Hukum
Sergai sumut24.co Dalam rangka meningkatkan ukhuwah Islamiyah di bulan suci Ramadan 1447 H/2026 M, Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (P
News