Kapolres Samosir Jadi Orangtua Asuh Anak Korban Penganiayaan, Wujud Kepedulian Masa Depan Korban
Kapolres Samosir Jadi Orangtua Asuh Anak Korban Penganiayaan, Wujud Kepedulian Masa Depan Korban
Umum
Baca Juga:
- Percepat Pemulihan Kelistrikan Pasca Bencana, PLN UIP SBU Gandeng Kejati Aceh Dalam Pendampingan Hukum Pekerjaan Darurat
- Percepatan Penanggulangan Bencana Aceh Tamiang di Bawah Kepemimpinan Presiden Prabowo – Bukti Komitmen Nyata, Bukan Klaim Kosong
- Ketika Banjir Pergi, Mariono Menemukan Harapan dengan Dibuka Kembali Bengkel Difabel
Listrik padam total sejak hari pertama banjir. Untuk sekadar mendapatkan sinyal atau jaringan telekomunikasi, warga harus menempuh perjalanan jauh hingga Kelangsa atau Pangkalan Brandan. Di tengah kelumpuhan akses ini, jumlah korban meninggal dunia terus bertambah, menambah ketakutan dan kepanikan para pengungsi.
Sejumlah warga menangis menyebut situasi ini sebagai kondisi paling berat dalam hidup mereka. "Ya Allah, tolong kami," keluh seorang ibu yang menggendong anaknya yang lemas karena kelaparan.
Pertanyaan Keras untuk Negara
Kepanikan warga semakin diperburuk oleh lambatnya respons pemerintah. Meskipun negara memiliki fasilitas, personil, armada, dan sumber daya melimpah untuk penanganan darurat, bantuan tidak kunjung datang dengan cepat ke wilayah terdampak.
"Dimana fungsi rezim? Kenapa begitu lambat membantu para korban?" keluh relawan lokal yang sejak awal berjuang tanpa dukungan signifikan dari pemerintah.
Akar Masalah: Ekspansi Sawit dan Kerusakan Hutan
Bencana ini memantik kembali kritik terhadap praktik industri ekstraktif di Aceh dan sekitarnya. Aktivis lingkungan menuding para kapitalis dan pengusaha rakus yang menebang hutan serta mengubah kawasan lindung menjadi kebun sawit, yang dilegalkan oleh kebijakan rezim selama bertahun-tahun.
Kerusakan hutan dianggap sebagai salah satu penyebab utama daya dukung lingkungan runtuh, sehingga kawasan pemukiman mudah diterjang banjir besar.
"Ingatlah, semua akan dipertanggungjawabkan," ujar seorang tokoh masyarakat. "Kalau tidak di dunia, akan ada pengadilan Allah di akhirat."
Aceh Tamiang Menunggu Uluran Tangan
Sampai berita ini diturunkan, para pengungsi di GOR Aceh Tamiang masih menanti bantuan logistik, tenaga medis, penerangan, dan akses komunikasi. Sementara banjir mulai surut di beberapa titik, penderitaan warga belum menunjukkan tanda akan berakhir.
Aceh Tamiang sedang darurat. Dan ribuan jiwa sedang berharap — bukan sekadar bantuan, tetapi kehadiran negara.rerld
Kapolres Samosir Jadi Orangtua Asuh Anak Korban Penganiayaan, Wujud Kepedulian Masa Depan Korban
Umum
Medan Sumut24.coMantan Atlet Voli Indonesia (MAVI) Koordinator Wilayah Sumatera Utara akan menggelar Kejuaraan Bola Voli Usia 15 Tahun (U
Sport
Bobby Nasution Saksikan Langsung Sprint Rally Sumut 2026, Dorong Regenerasi dan Ekosistem Balap Berkelanjutan
Sport
Damai di Alahan Panjang Dari Luka Menuju Badunsanak.
kota
Empat Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Di Lantik Bupati Pakpak Bharat
kota
sumut24.co ASAHAN, Aksi keji seorang pria berinisial FP (21) di sebuah hotel kawasan Jalan RA Kartini, Kisaran, berhasil digagalkan petugas
News
sumut24.co ASAHAN, Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kabupaten Asahan menggelar acara Halal Bihalal dalam rangka menyambut Idul Fitri 1447 H / 2026
News
sumut24.co MedanPT Asuransi Jiwa Sequis Life meresmikan Sequis Center Medan di Jl. Jenderal Sudirman No. 12 Medan pada Jumat kemarin (10
Ekbis
Peringati Hari Jadi ke113, Momentum Perkuat Kebersamaan dan Bangkit Pascabencana
kota
Bank Sumut&ndashPemko Binjai Hadirkan Layanan Digital Bayar Tagihan PDAM Kini Cukup Lewat PonselBinjai &ndash Transformasi layanan publik di Kota
Ekbis