Perayaan Natal STM Dalihan Natolu Perkuat Toleransi dan Kebersamaan di Asahan
sumut24.co ASAHAN, Perayaan Natal STM Dalihan Natolu Kabupaten Asahan yang digelar di Jalan Cendrawasih, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Kisa
News
Baca Juga:
- Relawan RFKK Ribka Tjiptaning dan BAMUSI Sumut Gerak Cepat Salurkan Bantuan Banjir ke Langkat dan Aceh Tamiang
- Kantor Gubsu Lumpuh Sepekan, Bobby Nasution Didesak Evaluasi Kepala Biro Umum
- IKATEP Salurkan Bantuan untuk Alumni Korban Banjir Sumatra, Satu Alumni di Tapteng Sumbangkan Kembali Bantuan untuk Warga
Listrik padam total sejak hari pertama banjir. Untuk sekadar mendapatkan sinyal atau jaringan telekomunikasi, warga harus menempuh perjalanan jauh hingga Kelangsa atau Pangkalan Brandan. Di tengah kelumpuhan akses ini, jumlah korban meninggal dunia terus bertambah, menambah ketakutan dan kepanikan para pengungsi.
Sejumlah warga menangis menyebut situasi ini sebagai kondisi paling berat dalam hidup mereka. "Ya Allah, tolong kami," keluh seorang ibu yang menggendong anaknya yang lemas karena kelaparan.
Pertanyaan Keras untuk Negara
Kepanikan warga semakin diperburuk oleh lambatnya respons pemerintah. Meskipun negara memiliki fasilitas, personil, armada, dan sumber daya melimpah untuk penanganan darurat, bantuan tidak kunjung datang dengan cepat ke wilayah terdampak.
"Dimana fungsi rezim? Kenapa begitu lambat membantu para korban?" keluh relawan lokal yang sejak awal berjuang tanpa dukungan signifikan dari pemerintah.
Akar Masalah: Ekspansi Sawit dan Kerusakan Hutan
Bencana ini memantik kembali kritik terhadap praktik industri ekstraktif di Aceh dan sekitarnya. Aktivis lingkungan menuding para kapitalis dan pengusaha rakus yang menebang hutan serta mengubah kawasan lindung menjadi kebun sawit, yang dilegalkan oleh kebijakan rezim selama bertahun-tahun.
Kerusakan hutan dianggap sebagai salah satu penyebab utama daya dukung lingkungan runtuh, sehingga kawasan pemukiman mudah diterjang banjir besar.
"Ingatlah, semua akan dipertanggungjawabkan," ujar seorang tokoh masyarakat. "Kalau tidak di dunia, akan ada pengadilan Allah di akhirat."
Aceh Tamiang Menunggu Uluran Tangan
Sampai berita ini diturunkan, para pengungsi di GOR Aceh Tamiang masih menanti bantuan logistik, tenaga medis, penerangan, dan akses komunikasi. Sementara banjir mulai surut di beberapa titik, penderitaan warga belum menunjukkan tanda akan berakhir.
Aceh Tamiang sedang darurat. Dan ribuan jiwa sedang berharap — bukan sekadar bantuan, tetapi kehadiran negara.rerld
sumut24.co ASAHAN, Perayaan Natal STM Dalihan Natolu Kabupaten Asahan yang digelar di Jalan Cendrawasih, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Kisa
News
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan bersama DPD PKB Pujakesuma Kabupaten Asahan menyalurkan bantuan darurat bagi masyar
News
Dunia Mau Kiamat Sudahkah Kita Bersiap?" &ndash Peringatan Mendalam dari KH. TGS Prof. Dr. H. Saidurrahman di Masjid At Taubah Rutan Tanjung Gus
kota
Medan sumut24.co Polrestabes Medan menggelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di Lapangan Merdeka, Kota Medan, pada Sabtu malam (13
kota
UNIQLO Berikan Bantuan Darurat Rp 1,1 Miliar dan Pakaian bagi Masyarakat Terdampak Bencana di Sumatra JakartaSumut24.co Perusahaan ritel pa
News
UNIQLO Holiday Jukebox Hadirkan Special Music Experience bersama RAN untuk Merayakan Akhir Tahun dalam KebersamaanJakartaSumut24.co11 Dese
News
Temuan Bangkai Orangutan Tapanuli, WALHI Batang Toru Tapsel Sudah Masuk Darurat Ekologis
kota
Tragis, Orangutan Tapanuli Ditemukan Mati Saat Relawan SAR Susuri Lokasi Banjir dan Longsor di Garoga Tapsel
kota
Dukung Program Presiden, Bupati Saipullah Nasution Resmikan SPPG Kirana Bakti Bangsa
kota
Tak Hanya Urusan Kesehatan, Bupati PMA Tekankan Peran Semua OPD Atasi TBC di Padang Lawas
kota