8 PMI Gagal Bekerja di Malaysia, Nakhoda dan ABK Kapal Diamankan
8 PMI Gagal Bekerja di Malaysia, Nakhoda dan ABK Kapal Diamankan
kota
Baca Juga:
Listrik padam total sejak hari pertama banjir. Untuk sekadar mendapatkan sinyal atau jaringan telekomunikasi, warga harus menempuh perjalanan jauh hingga Kelangsa atau Pangkalan Brandan. Di tengah kelumpuhan akses ini, jumlah korban meninggal dunia terus bertambah, menambah ketakutan dan kepanikan para pengungsi.
Sejumlah warga menangis menyebut situasi ini sebagai kondisi paling berat dalam hidup mereka. "Ya Allah, tolong kami," keluh seorang ibu yang menggendong anaknya yang lemas karena kelaparan.
Pertanyaan Keras untuk Negara
Kepanikan warga semakin diperburuk oleh lambatnya respons pemerintah. Meskipun negara memiliki fasilitas, personil, armada, dan sumber daya melimpah untuk penanganan darurat, bantuan tidak kunjung datang dengan cepat ke wilayah terdampak.
"Dimana fungsi rezim? Kenapa begitu lambat membantu para korban?" keluh relawan lokal yang sejak awal berjuang tanpa dukungan signifikan dari pemerintah.
Akar Masalah: Ekspansi Sawit dan Kerusakan Hutan
Bencana ini memantik kembali kritik terhadap praktik industri ekstraktif di Aceh dan sekitarnya. Aktivis lingkungan menuding para kapitalis dan pengusaha rakus yang menebang hutan serta mengubah kawasan lindung menjadi kebun sawit, yang dilegalkan oleh kebijakan rezim selama bertahun-tahun.
Kerusakan hutan dianggap sebagai salah satu penyebab utama daya dukung lingkungan runtuh, sehingga kawasan pemukiman mudah diterjang banjir besar.
"Ingatlah, semua akan dipertanggungjawabkan," ujar seorang tokoh masyarakat. "Kalau tidak di dunia, akan ada pengadilan Allah di akhirat."
Aceh Tamiang Menunggu Uluran Tangan
Sampai berita ini diturunkan, para pengungsi di GOR Aceh Tamiang masih menanti bantuan logistik, tenaga medis, penerangan, dan akses komunikasi. Sementara banjir mulai surut di beberapa titik, penderitaan warga belum menunjukkan tanda akan berakhir.
Aceh Tamiang sedang darurat. Dan ribuan jiwa sedang berharap — bukan sekadar bantuan, tetapi kehadiran negara.rerld
8 PMI Gagal Bekerja di Malaysia, Nakhoda dan ABK Kapal Diamankan
kota
Brimob Polda Sumut All Out Amankan Piala AFF U19 ASEAN Toba 2026
kota
Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Host Raup Rp5 Juta per Hari
kota
Piala Dunia 2026 Bergulir, Polda Sumut Buka Nobar Gratis untuk Masyarakat hingga Laga Final
kota
DPWAMIN Sumut Bongkar Dugaan Permainan Proyek Rp5 Miliar di Deli Serdang, Kejati Diminta Turun Tangan
Hukum
sumut24.co PRAPAT, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara secara resmi membuka Pekan Inovasi dan Investasi sekaligus mencanangkan pelaksanaan S
News
APBD Kota Padangsidimpuan Belum Menjadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi, Saatnya Transformasi FiskalOleh Rusydi Nasution, STP, MM (IPB)Ketua Part
Profil
sumut24.co MedanKabar gembira bagi para pencinta buku dan keluarga di Kota Medan. Menyambut musim libur sekolah, bazar buku internasional
Info
Dapur Indonesia, Pesta Singapura Membongkar Rantai Nilai yang Timpang Oleh Abdullah RasyidMahasiswa Doktoral Ilmu Pemerintahan IPDN dan Pen
Politik
Medan, Kejuaraan Bola Voli MAVI Cup II Korwil Sumatera Utara resmi ditutup di Sport Center GOR Voli, Kamis (11/6/2026), setelah menyajikan l
Sport