Sultan Deli XIV: Garage Kopi Tempat Ngopi Semua Kalangan
Medan Kalau lagi cari tempat nongkrong santai dengan kopi enak dan makanan yang mengenyangkan, Garage Kopi di kawasan Jalan Sakti Lubis
Tips
Baca Juga:
- Diduga Bebas Beraksi, Pelangsir Angkut 180 Liter Pertalite Subsidi di SPBU Transit Batangkuis
- 3 Pelaku Sabu Ditangkap di SPBU Gunungtua, Polsek Padang Bolak Sita 5 Paket Narkotika
- Pertamax Menghilang di SPBU dan Tiap Hari Antrian BBM Mengular Warga,Tabagsel Geram: PERTAMINA Dinilai Gagal Atur Distribusi
Tabagsel | Sumut24.co -
Wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) khususnya di tiga kabupaten Kota Padangsidimpuan,Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Mandailing Natal (Madina) kembali menjadi sorotan setelah bencana alam dan pasca benca alam kini kelangkaan semua jenis BBM memuncak dalam tiga hari terakhir. Pasokan yang tersendat akibat banjir bandang yang memutus jalur utama Sibolga–Tapteng–Tapsel membuat salah satu kota padangsidimpuan dimana ada enam SPBU strategis di kota ini yang menjadi jantung strategis Tabagsel tidak mampu beroperasi normal, Minggu, 30 November 2025.
Kondisi ini bukan hanya mengganggu aktivitas harian masyarakat, tetapi juga membuka ruang bisnis dadakan yang menguntungkan para pengecer. Situasi berubah tidak terkendali, sementara warga terpaksa mondar-mandir dari satu SPBU ke SPBU lain tanpa kepastian.
Pantauan tim media di lapangan memperlihatkan pemandangan yang memilukan dengan
warga mengantre sejak malam, bahkan ada yang sudah datang sebelum azan subuh.
Ironisnya, BBM kerap habis tepat ketika warga mendekati pintu masuk SPBU, memicu kemarahan dan frustrasi.
Kelangkaan terjadi serentak di enam titik utama:
- SPBU Kelurahan Batunadua
- SPBU Sadabuan
- SPBU Pusat Kota
- SPBU Sitamiang
- SPBU Padang Matinggi
- SPBU Manunggang
Seluruhnya melaporkan pasokan yang menipis sejak dini hari.
Seorang warga Tapsel asal Desa Tantom Ferry menyampaikan kekesalannya saat ditemui di warung depan SPBU Padangmatinggi.
"Sejak banjir bandang hari Selasa itu, pemerintah seperti tidak mampu menertibkan masuknya BBM ke Tapsel. Saya sudah antre sejak jam lima subuh dan ini sudah tiga hari berturut-turut. Pemerintah lemah sekali menghadapi situasi seperti ini," ujarnya penuh emosi.
Keluhan senada banyak terdengar di berbagai titik SPBU. Warga merasa seolah dibiarkan berjibaku dengan situasi tanpa kepastian.
Bencana banjir beberapa hari lalu membuat sejumlah rute distribusi BBM terputus. Mobil tangki kesulitan masuk, situasi yang seharusnya bisa diantisipasi lebih cepat oleh pemerintah daerah.
Meskipun Pemko Padangsidimpuan menyatakan stok BBM masih tersedia di depot, kenyataannya hambatan distribusi membuat kota ini lumpuh. Tanpa akses memadai, SPBU tak bisa beroperasi, sementara kebutuhan masyarakat terus meningkat.
Pemerintah Kota Padangsidimpuan akhirnya menurunkan tim pengawasan ke seluruh SPBU untuk mencegah penimbunan dan praktik curang. Petugas gabungan dari Pemko, Polres, BPBD, Dishub, hingga aparat keamanan sudah ditempatkan di sejumlah titik.
Plt Sekda Padangsidimpuan Rahmat Marzuki Nasution memastikan langkah cepat sudah diambil.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Pertamina. Jalur distribusi sedang dipetakan ulang agar mobil tangki dapat masuk dengan aman. Pemulihan bertahap akan segera dilakukan," ujarnya.
Namun, bagi sebagian warga, upaya ini terasa terlambat. Banyak yang menilai pemerintah tidak sigap dan gagal memahami urgensi situasi.
Sejumlah solusi kini dijalankan:
- Pengalihan rute distribusi ke jalur yang masih aman
- Prioritas suplai ke SPBU dengan tingkat kebutuhan tertinggi
- Pengawasan terhadap potensi penimbunan dan penjualan ilegal
- Pembukaan akses jalan pasca banjir dengan bantuan BPBD dan Dishub
Pemerintah menargetkan suplai BBM kembali stabil dalam beberapa hari ke depan.
Di tengah kepadatan antrean dan lonjakan kebutuhan BBM, Pemko meminta warga tetap tenang dan tidak membeli BBM secara berlebihan. Pemerintah menegaskan pemulihan sedang berlangsung dan meminta masyarakat mengacu pada informasi resmi saja.
Kelangkaan BBM di Padangsidimpuan bukan sekadar persoalan distribusi yang tersendat. Situasi ini menyingkap persoalan manajemen pascabencana yang belum maksimal, koordinasi yang terlambat, serta kesiapsiagaan pemerintah yang perlu evaluasi serius.
Warga berharap pemerintah tidak hanya bekerja reaktif ketika krisis datang, tetapi mampu membangun sistem yang lebih sigap, tanggap dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Medan Kalau lagi cari tempat nongkrong santai dengan kopi enak dan makanan yang mengenyangkan, Garage Kopi di kawasan Jalan Sakti Lubis
Tips
Medan sumut24.co Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan, Senin (4/5/2026) kemarin meringkus seorang pengedar narkoba, yang biasa menjual
Hukum
Medan sumut24.co Komitmen tegas dalam memerangi bahaya narkotika terus diperkuat oleh Lanud Soewondo melalui kegiatan sosialisasi Pencegah
News
Tidak Kooperatif,Kompol DK Dipecat
kota
Ketika Air Masih Jadi Halaman Belakang, Kota Air Indonesia Terus Tertinggal
kota
Deliserdang Sumut24.co Terdakwa kasus dugaan pemalsuan surat tanah, Roni Paslani (46), warga Jalan Pengabdian, Desa Bandar Setia, Kecamata
Hukum
Digerebek di Simpang Tiga! Polsek Padang Bolak Paluta Ringkus Pemilik Sabu, Jaringan Masih Diburu
kota
AIPTU Daulat Matondang Naik Pangkat Pengabdian Menjadi IPDA, Ini Pesan Kapolres Tapsel AKBP Yon Edi Winara
kota
Ngeri! Truk Tangki Lepas Kendali di Batang Toru, Satu Tewas dan Bangunan Hancur
kota
Bupati Paluta Reski Basyah Harahap Tinjau Mako Polres Sementara di Aek Suhat, Siap Perkuat Keamanan Masyarakat
kota