Inalum Perkuat Sinergi Strategis Dengan Kodam I/Bukit Barisan
sumut24.co BATUBARA, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor, sebagai bentuk membangun kemitraan b
News
Baca Juga:
RANTAUPRAPAT – Di balik karung-karung beras bansos yang tampak rapi tertumpuk di Gudang Bulog Rantauprapat, Labuhanbatu, terkuak sebuah rangkaian kejanggalan yang mengarah pada dugaan manipulasi terstruktur. Bukan sekadar selisih teknis, bukan sekadar kesalahan alat, tetapi pola yang berulang, konsisten, dan selalu berakhir dengan satu pihak dirugikan: rakyat penerima bantuan.
Awal mula kasus ini pecah ketika Korps Rakyat Bersatu (KORSA) mendatangi Gudang Bulog Rantauprapat untuk melakukan pengecekan langsung. Di sana, di hadapan pejabat Bulog sendiri, satu per satu karung beras bansos yang seharusnya berbobot 10 kilogram dinaikkan ke atas timbangan. Namun yang terungkap bukan sekadar angka—melainkan indikasi dugaan rekayasa yang rapi.
Penimbangan dilakukan menggunakan dua kepala timbangan berbeda: kepala putih dan kepala stainless. Setiap kali kepala putih digunakan, angka yang muncul nyaris selalu "cantik": 10 kilogram utuh. Namun begitu kepala stainless dipasang, hasilnya anjlok menjadi 9 kilogram 8 ons. Ada kekurangan 2 ons yang muncul secara konsisten pada setiap pemeriksaan. Selisih stabil ini menyingkap kemungkinan adanya penyetelan alat—sebuah modus klasik dalam manipulasi timbangan.
Kecurigaan memuncak ketika Kepala Gudang, Diaz, secara terburu-buru menyatakan bahwa kepala putih adalah alat yang benar, dan kepala stainless rusak. Alibi yang justru memperuncing kecurigaan, sebab pola perbedaan hasilnya terlalu presisi untuk disebut kerusakan.
Lantaran kejanggalan di gudang terlalu nyata, KORSA memperluas penyelidikan ke desa-desa penerima bansos. Penimbangan ulang dilakukan di Desa Asam Jawa, Aek Batu, Aek Raso, dan bahkan hingga Kelurahan Kota Pinang. Untuk menghindari klaim manipulasi alat timbang, KORSA membeli timbangan baru langsung dari toko, memastikan bahwa hasil yang muncul adalah data mentah tanpa intervensi siapa pun.
Penimbangan di desa dilakukan secara terbuka, disaksikan langsung oleh Sekretaris Desa dan aparat desa, sebagai bentuk transparansi total. Karung-karung yang selama ini diterima masyarakat akhirnya diuji satu per satu. Dan fakta yang terungkap tidak hanya mencengangkan — tetapi menggugah kecurigaan baru.
Hasil penimbangan di desa menunjukkan berat 9,78 hingga 9,80 kilogram.
Hasil yang identik dengan timbangan kepala stainless di gudang Bulog.
Hasil yang bertolak belakang dengan kepala putih yang diklaim "paling benar".
Yang mengejutkan, pihak desa ternyata tidak pernah mengetahui adanya penyusutan berat pada penyaluran sebelumnya. Selama ini mereka hanya menerima, menyalurkan, dan tidak pernah melakukan penimbangan ulang. Ketika melihat hasil yang hanya 9,78–9,80 kilogram di depan mata mereka sendiri, Sekretaris Desa tampak terkejut dan mempertanyakan apakah kekurangan 2 ons ini juga terjadi pada pendistribusian bulan-bulan sebelumnya.
"Kalau begini hasilnya, jangan-jangan selama ini kami pun tidak sadar ada kekurangan di setiap karungnya," ujar salah seorang Sekdes yang menyaksikan langsung proses penimbangan.
Keterkejutan aparat desa ini justru memperkuat asumsi bahwa ada sesuatu yang disembunyikan di hulu distribusi, bukan di tingkat desa.
Sejumlah kesaksian dari warga pun mulai mengalir. Banyak yang menyatakan mereka tak pernah membayangkan beras bansos bisa berkurang. Penjelasan mereka selaras dengan pengakuan seorang sumber internal Bulog yang menyatakan bahwa ketidaksesuaian berat bukan kejadian baru, melainkan pola yang telah berulang. "Ini bukan masalah teknis biasa. Ini pola. Dan kalau polanya berulang, itu pasti karena ada yang mengatur," ujarnya.
Menurut sumber tersebut, tiga titik rawan manipulasi berada di:
– Penimbangan awal
– Pengisian karung
– Proses pergudangan
Tiga titik ini berada di bawah kontrol penuh oknum internal. Dan di banyak kasus serupa di daerah lain, modusnya sama: timbangan diatur, isi karung dikurangi sedikit demi sedikit, dan pengawas membiarkan.
Rangkaian fakta dari gudang hingga desa menunjukkan satu garis lurus: penyimpangan tidak bersifat acak, tetapi sistematis. Dari kepala putih yang "selalu benar", kepala stainless yang akurat namun dituduh rusak, hingga timbangan baru yang mempermalukan klaim Kepala Gudang karena menunjukkan hasil yang identik dengan alat yang difitnah rusak tadi — semuanya menunjukkan adanya pola terencana.
Ketua KORSA, A. Ardiansyah Harahap, mengecam keras dugaan praktik kotor ini. "Ini bukan sekadar kelalaian. Ini pengkhianatan. Jika benar ada oknum bermain dalam penyaluran bantuan rakyat, itu kejahatan moral dan hukum," tegasnya.
KORSA menuntut Polda Sumatera Utara, Satgas Pangan Polres Labuhanbatu, dan Kanwil Bulog Sumut untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap seluruh individu yang memiliki akses pada proses penimbangan dan pengemasan. "Siapa pun yang terlibat, mengetahui, atau menikmati keuntungan dari kekurangan ini harus diperiksa tanpa pengecualian," tambahnya.
Lebih lanjut, KORSA memastikan akan terus mengawal kasus ini hingga titik akhir. "Kami tidak ingin ini menguap sebagai isu. Masyarakat berhak menerima 10 kilogram penuh, bukan angka palsu."
Kasus dugaan manipulasi timbangan bansos di Bulog Rantauprapat membuka sebuah kenyataan pahit: bahwa celah distribusi bantuan negara bisa dijadikan ladang keuntungan bagi pihak tertentu. Dengan temuan di gudang, bukti di desa, dan keterkejutan aparat desa sendiri, publik kini menunggu satu hal:
apakah negara berani mengungkap siapa pemain di balik permainan berat karung ini?.
sumut24.co BATUBARA, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor, sebagai bentuk membangun kemitraan b
News
OTT Kadis Kominfo Tebingtinggi, Empat Orang Diamankan Ditkrimsus Polda Sumut
kota
BATU MARMAR Dipercaya Tiga Periode Pimpin PDIP Medan, Hasyim, SE Dinilai Sangat Layak Jadi Wali Kota Medan Kedepan
kota
Kombes Pol Ferry Walintukan Bawa Humas Polda Sumut Raih Dua Penghargaan dari Divisi Humas Polri
kota
sumut24.co MEDAN, Dalam memperingati Hari Jadi ke78 Provinsi Sumatera Utara, Wakil Bupati Asahan, Rianto, menghadiri Rapat Paripurna Istim
kota
Medan, Para advokat dari Tersangka atas nama Marlina alias Afang menolak dengan tegas atas Penetapan Tersangka Klien kami, Tim Penasihat huk
Hukum
Tim Penyidik Tetapkan Ketua Ombudsman HS sebagai Tersangka Kasus Tambang Nikel di Sultra
kota
Tokoh Masyarakat Madina H. Sjahrir Nasution Desak Kejelasan Perda Tanah Ulayat
kota
Kapolresta Deli Serdang Pimpin Sertijab Kasat Tahti, Kapolsek BiruBiru dan Kaposek Pantai Labu.
kota
sumut24.co ASAHAN, Polres Asahan kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kinerja organisasi melalui pelaksanaan upacara Serah Te
News