Rabu, 14 Januari 2026

Menara Gading USU Retak: Reputasi Akademik Dipertaruhkan”

Administrator - Minggu, 23 November 2025 18:46 WIB
Menara Gading USU Retak: Reputasi Akademik Dipertaruhkan”
Istimewa
Baca Juga:

Oleh: H Syahrir Nasution

Istilah "menara gading" selama ini identik dengan dunia kampus: ruang intelektual yang berada pada standar tinggi, terhormat, dan jauh dari hiruk pikuk masalah-masalah dunia luar. Namun, di Universitas Sumatera Utara (USU), istilah itu justru berubah makna. Menara gading yang seharusnya menjadi simbol kejernihan berpikir dan kehormatan akademik, kini digambarkan "berubah menjadi jalan berlubang yang mengepung kampus".

Ungkapan keras itu mencerminkan keresahan publik terhadap kondisi kehidupan akademik USU yang dinilai mengalami kemunduran—baik secara fisik maupun moral.

Menara Gading yang Berubah Wajah

Jika masyarakat luar kampus menyebut universitas sebagai menara gading, hal itu sejatinya bermakna positif. Artinya, dunia kampus dianggap sebagai ruang berbeda yang menjunjung ilmu pengetahuan, etika moral, serta integritas. Dunia di mana kebenaran diperjuangkan, dan keadilan dijunjung tanpa kompromi.

Namun pertanyaannya kini: apa yang sebenarnya terjadi di dalam kehidupan pendidikan tinggi di USU?

Kampus semestinya tidak hanya besar "di kandangnya sendiri", tetapi juga harus memberikan bias positif kepada masyarakat luas. Kemasyhuran sebuah universitas tidak cukup hanya pada nama atau sejarah panjangnya, tetapi pada output yang dihasilkan—lulusan yang berkualitas, kontribusi nyata di masyarakat, serta reputasi publik yang terjaga.

Reputasi Publik Mulai Terkikis

Dalam perspektif masyarakat, reputasi sebuah kampus tidak hanya dilihat dari prestasi akademik, tetapi juga dari kelakuan masyarakat akademiknya: dosen, pejabat kampus, hingga mahasiswanya. Ketika perilaku buruk, dugaan penyimpangan, atau kegagalan manajerial lebih sering terdengar ketimbang prestasi, maka runtuhlah menara gading itu, berganti menjadi "menara kebobrokan".

Kritik ini bukan tanpa alasan. Publik melihat banyak hal yang seharusnya dapat diperbaiki: tata kelola yang tidak transparan, minimnya keteladanan, hingga persoalan fisik seperti buruknya infrastruktur dasar. Jalan-jalan berlubang yang mengepung kampus seolah menjadi metafora dari rusaknya sistem: retak, tak terurus, dan dibiarkan berlarut-larut.

Pimpinan Kampus, Cermin Integritas

Dalam kondisi seperti ini, peran pimpinan kampus menjadi sangat menentukan. Mereka bukan hanya administrator, tetapi juga role model moral dan intelektual. Pimpinan kampus semestinya menjadi:

Panutan integritas,

Teladan etika,

Penjunjung tinggi nilai kebenaran,

Pengawal utama keadilan akademik.


Jika hal ini tidak terlaksana, maka kampus bisa saja berubah dari pusat peradaban menjadi sumber persoalan. Bukan lagi "menara gading", melainkan simbol kerusakan moral dan manajerial.

Saatnya USU Berkaca dan Berbenah

Kritik dari publik—termasuk tokoh seperti Syahrir Nst—seharusnya menjadi alarm keras bagi USU. Reputasi kampus tidak boleh dibiarkan terkikis. Jalan berlubang hanya contoh kecil dari masalah yang lebih besar: lemahnya kepemimpinan, hilangnya keteladanan, dan pudarnya visi akademik.

USU perlu kembali menegakkan kembali makna sejati menara gading: tempat yang tidak hanya tinggi secara intelektual, tetapi juga kokoh secara moral.

Jika tidak, maka julukan "Menara Kebobrokan" bisa saja melekat, dan itu tentu menjadi luka sejarah bagi universitas yang pernah menjadi kebanggaan Sumatera Utara.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Pererat Hubungan Bilateral, Konjen India dan USU Rayakan Hari Hindi Sedunia 2026 di Medan
USU Tutup 2025 Dengan Prestasi: 6 Penghargaan Di Anugerah Diktisaintek
Satgas Arhanud 11/WBY Salurkan Susu Bantuan Presiden RI untuk Anak Korban Banjir dan Longsor di Tapsel
USU Dinobatkan sebagai 5 Besar PTN Paling Informatif Nasional
Bupati Asahan Terima Kunjungan Staf Khusus Kementerian Kelautan dan Perikanan RI
USU Award 2025 Jadi Momentum Prestasi Dan Solidaritas Kemanusiaan
komentar
beritaTerbaru