Sutrisno Pangaribuan Nilai DPRD Sumut Diduga Abaikan Tata Tertib Demi Bobby Nasution, Soroti Keabsahan Rapat Paripurna
Sutrisno Pangaribuan Nilai DPRD Sumut Diduga Abaikan Tata Tertib Demi Bobby Nasution, Soroti Keabsahan Rapat Paripurna
kota
Baca Juga:
Menurut pengamat ekonomi Syahrir Nasution, redenominasi sering disalahartikan sebagai pemotongan nilai uang. Padahal keduanya berbeda jauh. Redenominasi adalah perubahan penyederhanaan nilai rupiah dengan menghilangkan beberapa angka nol tanpa mengubah daya beli, sementara sanering berarti pemotongan nilai uang yang berdampak langsung pada turunnya daya beli masyarakat.
Namun demikian, Syahrir menegaskan bahwa kebijakan redenominasi bukan tanpa risiko. Jika diterapkan tanpa alasan kuat dan tanpa kesiapan ekonomi nasional, langkah ini bisa menimbulkan efek samping serius berupa inflasi tak disengaja (unintended inflation). Efek psikologis pasar dapat memicu pelaku usaha melakukan penyesuaian harga yang justru mengerek kenaikan harga barang dan jasa secara tiba-tiba.
"Secara psikologis, pelaku pasar bisa saja menaikkan harga dengan dalih penyesuaian, meski seharusnya redenominasi tidak mengubah nilai riil. Jika tidak diantisipasi, masyarakatlah yang akan menjadi korban," ujar Syahrir.
Karena itu, ia menekankan bahwa kunci utama keberhasilan redenominasi bukan pada teknis penghapusan angka nol, melainkan pada kredibilitas ekonomi nasional. Tanpa reformasi struktural ekonomi yang kuat, redenominasi hanya akan menjadi kosmetik kebijakan—cantik di tampilan, tetapi rapuh di dalam. Pelaku pasar dapat memanfaatkan momentum untuk menaikkan harga, dan inflasi yang tidak diinginkan bisa menjadi akibatnya.
"Yang dibutuhkan sekarang bukan sekadar mengurangi digit rupiah, tetapi memperkuat fondasi ekonomi agar kebijakan tersebut tidak menimbulkan gejolak. Kredibilitas ekonomi harus dibangun terlebih dahulu," tegasnya.
Dengan kata lain, sebelum pemerintah melangkah pada kebijakan redenominasi, syarat utama yang harus dipenuhi adalah memastikan stabilitas, kepercayaan publik, dan reformasi struktural berjalan nyata. Tanpa itu, masyarakat berpotensi kembali menerima dampak terburuk dari kebijakan yang seharusnya mempermudah, bukan memperumit.rel
Sutrisno Pangaribuan Nilai DPRD Sumut Diduga Abaikan Tata Tertib Demi Bobby Nasution, Soroti Keabsahan Rapat Paripurna
kota
Bukabukaan! Tersangka Baru Korupsi Smart Village Rp1,7 Miliar, Mainul Lubis Saya Akan Buka Semua yang Tertutup
News
Dari Kopi Mandailing hingga Gordang Sambilan, Bupati Saipullah Tunjukkan Kekayaan Madina di PRSU
kota
Dapat Perlawanan WargaSatresnarkoba Polrestabes Medan Bumihanguskan Sarang Narkoba Klambir V
kota
Polri untuk Masyarakat, Polsek Barumun Salurkan Bantuan kepada Ibu Nur Cahaya yang Tengah Berjuang Melawan Penyakit
kota
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Dihadapan Sidang Istimewa DPRD Pakpak Bharat, Bupati Pakpak Bharat Frans Bernhard Tumanggor menyampaikan apresias
News
Polresta Deli Serdang Diminta Profesional Tangani Korupsi Dana Desa Rugemuk dan Penjualan Tanah Milik PT PS
kota
HUT Kab.Pakpak Bharat Ke 23 Tahun,DPRD Menggelar Sidang Istimewa
kota
Bobby Diminta Buka Rekaman CCTV Rapat Paripurna DPRD Sumut, IGoWa Soroti Dugaan Tak Kuorum
kota
Sah! DPRD Madina Setujui Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Ini Pesan Penting Bupati Saipullah
kota