BPJS Ketenagakerjaan dan BSI Perkuat Kemitraan dengan Koperasi Keluarga Pers Indonesia
BPJS Ketenagakerjaan dan BSI Perkuat Kemitraan dengan Koperasi Keluarga Pers Indonesia
kota
Baca Juga:
MEDAN – Aroma korupsi kembali menyeruak dari proyek pembangunan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Kota Medan. Kali ini, sorotan publik mengarah kepada sosok Kadis Pendidikan Sumut, Alexander Sinulingga, yang pada Kamis (20/11/2025) dipanggil dan diperiksa penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Belawan.
Alexander diperiksa bukan dalam kapasitasnya sebagai Kadis Pendidikan, melainkan terkait jabatannya sebelum diangkat Gubernur Sumut Bobby Nasution. Ia sebelumnya menjabat Kadis Perkim CKTR Kota Medan, instansi yang membawahi proyek Rusunawa yang kini menjadi sumber dugaan korupsi.
Proyek Rusunawa yang Bermasalah
Informasi yang dihimpun Waspada.id menyebutkan, objek penyelidikan Kejari Belawan mencakup dua proyek Rusunawa:
Rusunawa Seruwai, Medan Labuhan
Rusunawa Kayu Putih, Medan Deli
Keduanya merupakan proyek strategis Dinas Perkim CKTR Kota Medan, namun kini justru menjadi sorotan tajam setelah adanya temuan signifikan dari BPK RI Perwakilan Sumut Tahun 2025. BPK menemukan indikasi penyimpangan mencapai Rp797.454.674, angka yang jelas bukan nominal kecil untuk fasilitas publik bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Kejaksaan: Masih Tahap Penyelidikan
Kasi Intel Kejari Belawan, Daniel Setiawan Barus, ketika dikonfirmasi Jumat (21/11/2025) pagi, membenarkan pemeriksaan terhadap Alexander.
> "Kemarin yang bersangkutan hadir untuk dimintai keterangan. Kasus tersebut masih penyelidikan kami. Masih lid," ujarnya singkat.
Jawaban yang pendek—namun sarat makna—menandakan bahwa kejaksaan belum ingin membuka banyak informasi ke publik. Namun pemeriksaan pejabat setingkat kepala dinas sudah cukup menggambarkan bahwa kasus ini bukan perkara sepele.
Alexander Bungkam
Upaya konfirmasi kepada Alexander Sinulingga tidak membuahkan hasil. Pesan WhatsApp yang dikirim Waspada.id hanya centang satu, memperlihatkan tidak ada respons dari pejabat yang kini berada di lingkaran kekuasaan Gubernur Sumut tersebut.
Sikap bungkam ini tentu memunculkan tanda tanya. Apakah Alexander menghindar karena merasa terpojok? Atau justru ada sesuatu yang lebih besar yang masih disembunyikan di balik proyek Rusunawa?
Jejak BPK, Pintu Masuk Pengungkapan
Temuan BPK RI ini menjadi pintu masuk penting bagi aparat penegak hukum. Nilai potensi kerugian negara yang hampir mencapai Rp800 juta menunjukkan bahwa masalah ini bukan sekadar kesalahan administrasi, tetapi berpotensi mengarah pada tindakan koruptif dalam proses pembangunan maupun pengelolaan anggaran.
Publik kini menunggu:
Apakah Kejari Belawan berani melangkah lebih jauh?
Apakah kasus ini akan menyeret nama-nama lain di Dinas Perkim CKTR pada periode Alexander menjabat?
Yang jelas, pemeriksaan terhadap Alexander Sinulingga menjadi babak baru dalam pengusutan dugaan korupsi Rusunawa yang selama ini hanya beredar lewat bisik-bisik di lingkungan Pemko Medan.
Kasus ini dipastikan masih akan bergulir. Dan publik berhak tahu, siapa sesungguhnya yang bermain di balik proyek hunian rakyat tersebut.
BPJS Ketenagakerjaan dan BSI Perkuat Kemitraan dengan Koperasi Keluarga Pers Indonesia
kota
Percepat Pembangunan Huntap, Bobby Nasution Dorong Validasi Data Spesifik
kota
Apresiasi Masukan BI dan Ekonom,Bobby Nasution Dorong Terobosan Ekonomi Sumut Berbasis Potensi Lokal
kota
Sengketa Lahan SMAN 5 Pematangsiantar, Bobby Nasution dan Sekolah Sepakati Relokasi Jadi Solusi
kota
Bobby Nasution Minta Kajian Mendalam Pencabutan Izin Hutan, Soroti Dampak Sosial dan Potensi Konflik
kota
Menteri Haji dan Umrah Lantik Pj Sekdaprov Sumut Jadi Koordinator PPIH Embarkasi Medan
kota
Sambut HKG 2026, PKK Sumut Berbagi Kasih dengan Anak Panti di Binjai
kota
Diskominfo Sumut Gandeng LPS Perkuat Literasi Keuangan, Tekan Pinjol dan Judol
kota
Bobby Nasution Ajak Gekrafs Sumut Perkuat Kolaborasi, Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
News
Momentum HKG PKK ke54, Kahiyang Ayu Ajak Masyarakat Lebih Peduli Kesehatan
kota