Sengketa Lahan Belum Usai, Petani Plasma Kelompok 80 Minta Kapolri Tutup Pengoperasian PT DMK
Sengketa Lahan Belum Usai, Petani Plasma Kelompok 80 Minta Kapolri Tutup Pengoperasian PT DMK
kota
Baca Juga:
Kota Solok : Sumut24.co
Rabu (19/11), di Akmal Room Bappeda Kota Solok, Pemerintah Kota Solok, Sumatra Barat, kembali menegaskan komitmennya dalam menurunkan angka stunting melalui kegiatan sosialisasi percepatan penurunan stunting melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), dengan melibatkan berbagai mitra strategis, termasuk BAZNAS Kota Solok.
Acara sosialisasi tersebut dihadiri oleh Ketua LKAAM Kota Solok, Bundo Kanduang, unsur Forkopimda, serta seluruh OPD terkait. Hadirnya tokoh adat dan lembaga masyarakat menegaskan kuatnya dukungan kolektif dalam melindungi generasi masa depan Kota Solok.
Di buka secara resmi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perlindungan Perempuan, dan KB (DPMPPKB) Kota Solok, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam percepatan penurunan angka stunting. Ia menegaskan bahwa penanganan stunting memerlukan langkah terpadu, mulai dari intervensi gizi, edukasi, hingga dukungan ekonomi keluarga.
Wali Kota Solok diwakili oleh Asisten I, Nova Elfino, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam pelaksanaan GENTING, terutama BAZNAS Kota Solok. Pencegahan stunting membutuhkan gerakan bersama yang konsisten, terstruktur, dan berkelanjutan. Program GENTING menjadi wadah kolaborasi untuk memastikan anak-anak Kota Solok tumbuh sehat dan berkualitas.
Dengan melibatkan berbagai unsur pemerintah, lembaga adat, tokoh masyarakat, dan mitra strategis, Pemerintah Kota Solok optimistis bahwa Program GENTING akan memberikan dampak signifikan dalam percepatan penurunan angka stunting.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program GENTING, BAZNAS Kota Solok melalui MoU tahun 2025 bersama DPMPPKB berkomitmen memberikan bantuan kepada 10 anak yang masuk kategori risiko stunting. Setiap anak menerima Rp500.000 per bulan selama enam bulan, dengan total bantuan mencapai Rp60 juta.
Ketua Baznas Kota Solok, H. Zaini, menjelaskan bahwa kontribusi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sosial sekaligus pengelolaan zakat yang tepat sasaran. Penanganan stunting adalah investasi jangka panjang bagi masa depan anak-anak Kota Solok. BAZNAS siap menjadi mitra pemerintah agar keluarga yang membutuhkan memperoleh dukungan secara maksimal.
Meskipun MoU resmi berlaku pada tahun 2025, Baznas Kota Solok telah lama aktif dalam berbagai upaya penanganan stunting, seperti pemberian bantuan pangan bergizi, intervensi kesehatan, serta penguatan ekonomi keluarga berisiko stunting.Dukungan terarah dari BAZNAS diharapkan mampu menciptakan generasi Kota Solok yang sehat, cerdas, dan berkualitas.(YOSE)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Sengketa Lahan Belum Usai, Petani Plasma Kelompok 80 Minta Kapolri Tutup Pengoperasian PT DMK
kota
Sekda Medison Lantik Direksi Perumda Tirta Solok Nan Indah,
kota
Gerak Cepat! Laporan Call Center 110 Ditindak, Terduga Pelaku Pencurian Diamankan Polres Padangsidimpuan
kota
Gerak Cepat Resmob Padangsidimpuan, Sindikat Curanmor di Padangsidimpuan Berhasil Dibekuk
kota
PKK Sumut Turun ke Paluta, Program Keluarga Sejahtera Digeber Jelang Indonesia Emas 2045
kota
Curanmor Dini Hari Terungkap Kilat! Dua Pelaku Pencurian HP di Batangtoru Ditangkap Polres Tapsel Tanpa Perlawanan
kota
Sigap! Polres Tapsel Amankan TKP Kebakaran di Sayurmatinggi, Kerugian Capai Ratusan Juta
kota
MEDAN Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Sumatera Utara, Iskandar, kembali dipercaya memimpin partai untuk periode terbaru
kota
Begal Adalah Fenomena Nyata Bukan Mitos, TNI AL Turun Tangan. Bukan Intervensi.
kota
Stafsus Menteri Koperasi Dorong Bos Teri Medan Bermitra dengan Koperasi Merah Putih dan Dapur MBG
kota