Diburu Sampai ke Jambi Polda Sumut Tangkap 2 Begal Sadis di Angkot Viral di Medsos
Diburu Sampai ke JambiPolda Sumut Tangkap 2 Begal Sadis di Angkot Viral di Medsos
kota
Baca Juga:
- Wakil Bupati Asahan Tutup MTQN ke-57, Kecamatan Kota Kisaran Barat Sabet Juara Umum
- Keluarga Korban Minta Tangkap Sekelompok Pereman Pelaku Penganiayaan, Busor : Tutup THM NZ Perusak Mental dan Masa Depan Generasi Muda
- PT Toba Pulp Lestari Tbk Tegaskan Komitmen Pengelolaan Hutan Berkelanjutan, Kepatuhan Regulasi, dan Dialog Terbuka
Medan | Sumut24.co
Aksi besar-besaran menuntut penutupan PT Toba Pulp Lestari (TPL) kembali mengguncang Medan, Senin (10/11). Ribuan massa dari berbagai elemen masyarakat adat, mahasiswa, dan aktivis lingkungan tumpah ruah di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara.
Suara lantang mereka menggema:
"Kalau TPL tak ditutup, kami akan turunkan Bobby Nasution!"
Seruan itu menjadi simbol kekecewaan mendalam terhadap Gubernur Sumut Bobby Nasution, yang dinilai abai dan lebih berpihak pada kepentingan korporasi dibanding rakyat.
TPL: Luka yang Tak Pernah Sembuh di Tanah Toba
Selama bertahun-tahun, TPL dituding menjadi sumber penderitaan masyarakat adat di sekitar Danau Toba. Ribuan hektare hutan adat diduga dikuasai secara sepihak, sumber air rusak, tanah pertanian mengering, dan ruang hidup masyarakat hancur.
Namun, alih-alih bertindak tegas, Pemprov Sumut justru terkesan menutup mata. Bobby Nasution berulang kali berkilah dengan alasan "proses dialog dan kajian pusat", sementara kerusakan ekologis terus terjadi di lapangan.
"Kalau pemerintah terus jadi pelindung perusahaan rakus, rakyat sendiri yang akan bertindak," teriak Rokki pimpinan aksi dari atas mobil komando.
Bobby Dinilai Tunduk pada Tekanan Modal
Para pengunjuk rasa menilai Bobby tak berani menentang kepentingan besar di balik operasi TPL. Padahal, tuntutan penutupan pabrik pulp itu bukan baru kali ini disuarakan. Dari masyarakat adat, akademisi, gereja, hingga aktivis lintas kampus sudah bersuara bulat: TPL harus angkat kaki dari Toba.
"Bobby hanya bicara soal investasi, tapi lupa bahwa rakyat yang mati pelan-pelan karena tanah dan airnya dirampas," ujar seorang perwakilan mahasiswa dari Aliansi Rakyat Toba.
Langkah gubernur yang memilih "kompromi" justru memperkuat kesan bahwa pemerintah daerah menjadi tameng kepentingan korporasi.
Gerakan Tutup TPL Jadi Gelombang Politik
Aksi kali ini tak hanya soal lingkungan. Ia telah berubah menjadi gerakan moral dan politik rakyat Sumatera Utara. Ancaman "menurunkan Bobby Nasution" bukan sekadar teriakan emosional, tetapi peringatan keras: rakyat siap menguji legitimasi gubernur di jalanan.
Pengamat menilai, jika Bobby terus mengulur waktu, gelombang perlawanan bisa berubah menjadi isu politik yang mengguncang posisinya menjelang tahun politik mendatang.
Pesan Tegas dari Rakyat Toba
Gerakan "Tutup TPL" kini menjadi simbol perlawanan terhadap keserakahan industri yang merampas ruang hidup rakyat. Mereka menegaskan, tak ada negosiasi dengan perusak alam.
> "Kami tidak takut aparat, tidak takut perusahaan. Kami hanya takut kehilangan tanah kami, air kami, dan masa depan anak cucu kami," seru salah satu tokoh adat dengan suara bergetar.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Pemprov Sumut belum mengeluarkan pernyataan tegas terkait tuntutan massa.
Namun satu hal pasti — rakyat Toba sudah kehilangan kesabaran.
Dan bila pemerintah terus berpihak pada korporasi, Bobby Nasution bisa jadi akan menghadapi badai politik paling serius dalam masa kepemimpinannya.
PJ Sekdaprovsu Sulaiman Harahap dihadapan pengunjuk rasa mengatakan, dalam waktu dekat akan mengunjungi TPL dan akan kita panggil perwakilan massa di kantor Gubsu untuk membicarakan hal tersebut. Red2
Diburu Sampai ke JambiPolda Sumut Tangkap 2 Begal Sadis di Angkot Viral di Medsos
kota
Bentrok Pemuda di Pancur Batu Seorang Pria Tewas Bersimbah Darah.
kota
Ketika Bebas Visa Menjadi Celah Judi Online Alarm Baru Kedaulatan Digital Indonesia
kota
KOMNAS PA Pusat Berikan Penghargaan kepada Polsek Pantai Labu atas Kepedulian dan Perlindungan terhadap Anak serta Guru Tahfiz Qur&rsquoan
kota
116 Pengedar dan Pengguna Narkoba Diciduk, Polda Sumut Bakar 21 Barak Narkoba dalam Dua Hari
kota
Polsek Tanjung Morawa Amankan Dua Terduga Pelaku Percobaan Curanmor
kota
Wali Kota menghadiri acara Pembukaan Musda XIV KNPI Kota Pematangsiantar, di Convention Hall Siantar Hotel
kota
Wali Kota menerima piagam penghargaan dari BKPRMI atas dukungan dan partisipasi aktif dalam pembinaan kegiatan keagamaan, sosial, dan kepemu
kota
Mohamad Feriadi Soeprapto Raih Indonesia Best 50 CEO Awards 2026
kota
Dompet Dhuafa Waspada Resmikan Dua Wakaf Sumur di Tapanuli SelatanSumatera utarasumut24.co Dompet Dhuafa Waspada meresmikan dua program Wak
News