KPK Sita Uang Rp1,4 Miliar dan Emas dalam OTT di BNPB, Sekretaris Utama Ikut Diamankan
JAKARTA SUMUT24.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai sekitar Rp1,4 miliar dan sejumlah emas dalam operasi tangkap tang
Hukum
Baca Juga:
- Lolos Praperadilan, Status Tersangka Dhody Thahir Dinyatakan Tidak Sah, Polda Sumut Harus Evaluasi Penyidikan
- Demi Pencitraan Kepada Bupati Deliserdang, Ka. SDN 105358 Sekip Tidak Mau Bayar Buku Siswa.
- Dorong Percepatan Sertifikasi Dan Pengamanan Aset Tanah, PLN Perkuat Sinergi Dengan BPN Sumatera Utara
MEDAN — Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Khamozaro Waruwu, yang memimpin sidang perkara dugaan korupsi proyek jalan di Sumatera Utara dengan terdakwa Topan Ginting, menegaskan tidak akan mundur dari tugasnya meski rumah pribadinya dibakar oleh orang tak dikenal (OTK).
Khamozaro dikenal sebagai hakim yang tegas dan berintegritas. Ia sebelumnya memerintahkan agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan mantan Wali Kota Medan Bobby Nasution sebagai saksi dalam kasus yang menyeret sejumlah pejabat dan kontraktor terkait proyek jalan senilai ratusan miliar rupiah tersebut.
Namun, sehari setelah perintah itu mencuat ke publik, rumahnya di kawasan Medan dilalap api pada Selasa (4/11) pagi saat ia sedang memimpin persidangan di PN Medan. Peristiwa ini memicu dugaan kuat adanya teror terhadap penegakan hukum.
Kepada wartawan, Khamozaro menyatakan bahwa insiden itu tidak akan menggoyahkan semangatnya untuk menegakkan keadilan.
> "Saya tidak akan mundur. Hidup ini hanya sementara. Selama Tuhan izinkan, saya akan jalankan tugas sesuai amanah hukum," ujarnya dengan tenang.
Pernyataan sang hakim mendapat dukungan luas dari berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi dan masyarakat sipil, yang menilai aksi teror tersebut sebagai bentuk ancaman terhadap kemandirian peradilan.
Sementara itu, pihak kepolisian masih menyelidiki motif dan pelaku di balik pembakaran rumah hakim tersebut. Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian dan memeriksa beberapa saksi.
Kejadian ini menambah panjang daftar ancaman terhadap aparat penegak hukum yang tengah menangani kasus korupsi besar di Sumatera Utara. Publik kini menanti langkah tegas aparat penegak hukum untuk memastikan perlindungan terhadap hakim yang berani menegakkan keadilan tanpa pandang bulu.red
JAKARTA SUMUT24.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai sekitar Rp1,4 miliar dan sejumlah emas dalam operasi tangkap tang
Hukum
Dr. Ramces Pandiangan Bersuara Keras, Dugaan Pengerusakan oleh Satpol PP Deli Serdang Kini Dilaporkan ke Polisi
News
FABEM SUMUT DAN MASKER PRAGI UCAPKAN SELAMAT BERTUGAS DIRUT PT.PLN SUROSO ISNANDAR
News
D&rsquoLegends Sumut Serahkan Sertifikat Touring Medan&ndashBanda Aceh, Kurniawan Tekankan Semangat Persaudaraan
News
sumut24.co SimalungunWakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya menyambut baik peresmian 232 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPP
Umum
KPK Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Dana Siap Pakai BNPB, Adik Kepala BNPB Ikut Terjerat
News
sumut24.co MedanPemko Medan melalui Dinas Lingkungan Hidup memantau perkembangan kualitas udara menyusul sebaran kabut asap lintas batas y
kota
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan menggelar Rapat Evaluasi dan Koordinasi Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (M
News
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan delapan tersangka baru dalam pengembangan penyidikan kasus dugaan korupsi pembanguna
Hukum
Publik Berhak Tahu! Proyek Infrastruktur Padangsidimpuan Gagal Tender, Transparansi Anggaran 2026 Dipertanyakan
News