Tobat Ekologis dari Balik Tembok Lapas
Tobat Ekologis dari Balik Tembok Lapas
News
Baca Juga:
Oleh: H Syahrir Nasution
Perubahan sejati tidak lahir dari kekuasaan. Ia lahir dari kesadaran rakyat yang jujur melihat kenyataan. Karena sesungguhnya, kekuasaan sering kali hanya melahirkan kepatuhan — bukan kebenaran.
Dalam sejarah bangsa ini, hampir setiap rezim datang dengan jargon perubahan. Dari masa ke masa, rakyat dijanjikan kesejahteraan, keadilan, dan keberpihakan. Namun, setelah kekuasaan itu digenggam, yang berubah hanyalah wajah dan baju pelakunya, bukan nasib rakyatnya.
Kekuasaan di negeri ini terlalu sering dijadikan kendaraan untuk mempertahankan status quo, bukan menantangnya. Politik bergeser dari ruang pengabdian menjadi ruang transaksi. Mereka yang naik dengan jargon reformasi pun akhirnya tenggelam dalam kubangan kompromi.
Lihatlah hari ini — betapa kekuasaan semakin jauh dari denyut rakyat. Kritik dianggap ancaman, suara mahasiswa dibungkam dengan stigma, dan oposisi dipelihara hanya untuk formalitas demokrasi. Pemerintahan yang seharusnya menumbuhkan kesadaran, justru sibuk menata citra.
Padahal, kekuasaan tanpa kesadaran hanya melahirkan kepalsuan. Ia bisa membuat kebijakan populis, tetapi kehilangan moral politik. Ia bisa membangun jalan dan jembatan, tetapi tidak mampu membangun kejujuran.
Perubahan sejati tidak bisa dihasilkan oleh mereka yang mabuk kekuasaan. Ia hanya bisa lahir dari rakyat yang sadar bahwa nasibnya tidak boleh terus digantungkan pada penguasa. Dari kampus yang berani bersuara, dari media yang tak mau tunduk, dari masyarakat yang menolak dibodohi oleh pencitraan.
Kita tidak butuh penguasa yang pandai berjanji, tetapi pemimpin yang mau mendengar. Kita tidak butuh slogan "perubahan" di baliho, tetapi tindakan nyata di lapangan. Sebab perubahan sejati bukan datang dari atas ke bawah, melainkan dari bawah ke atas — dari hati rakyat yang sadar akan hak dan martabatnya.
Bangsa ini akan benar-benar berubah bukan ketika kekuasaan berganti, tetapi ketika kesadaran tumbuh. Dan hari itu akan datang, jika rakyat berhenti menunggu pemimpin, lalu mulai menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri.
Tobat Ekologis dari Balik Tembok Lapas
News
sumut24.co MedanPerumda Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara melalui program Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution terus memperkuat
Umum
Semak Belukar Jadi Akhir Pelarian Pengedar Narkoba di Klambir V, Medan Helvetia.
kota
sumut24.co ASAHAN, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Asahan, Ny. Yusnila Indriati Taufik, memimpin rangkaian kegiatan Bhakti Sosial Keagama
News
Medan sumut24.co Kawasan Pasar Kampung Lalang di Kecamatan Medan Sunggal sering terlihat semrawut dan macet, jadi sorotan tajam karena akt
kota
sumut24.co ASAHAN , Sebanyak 16 relawan Satuan Pelayanan Pemenangan Gizi (SPPG) Mekar Sari di Kecamatan Buntu Pane, Kabupaten Asahan, meras
News
Bupati Gus Irawan Dorong Kajian Batang Toru Jadi Kebijakan Nyata Pascabencana
kota
sumut24.co MEDAN, Rektor Universitas Negeri Medan (UNIMED), Prof. Dr. Baharuddin, ST., M.Pd., secara resmi mengukuhkan seluruh mahasiswa ba
kota
sumut24.co MEDAN, Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si mengatakan kemampuan berkomunikasi menjadi
kota
sumut24.co SERGAI, Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila (MPW PP) Sumatera Utara menggelar kegiatan Penanaman Tanaman Pohon Pelindung d
News