Petani Beringin Perluas Tanam Cabai, Pemkab Hadir Jaga Harga dan Kesejahteraan
Petani Beringin Perluas Tanam Cabai, Pemkab Hadir Jaga Harga dan Kesejahteraan
kota
Baca Juga:Oleh: H Syahrir Nasution SE MM
- SELAMAT BERKARYA DAN SUKSES, SUAHASIL MENGEMBALIKAN KEKUATAN EKONOMI INDONESIA DI TENGAH TEKANAN RAKYT
- Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat, PLN UID Sumut Resmikan Program Budidaya Jamur Tiram Berbasis Listrik
- Dari Lapangan Kerja hingga Penguatan Usaha, Kebun Bah Jambi Perkuat Ekonomi Warga Simalungun
Bangsa Indonesia hari ini sedang hidup dalam penyanderaan ekonomi yang nyata — disandera oleh utang, dikunci oleh sistem keuangan global, dan dikendalikan oleh segelintir elit yang rakus. Setiap tahun, alasan yang sama selalu digulirkan: APBN defisit, negara butuh pinjaman. Maka, jalan pintas "ngutang terus" menjadi kebijakan permanen yang diwariskan dari satu rezim ke rezim berikutnya.
Ironinya, negeri yang katanya "kaya raya" ini justru terus menjerumuskan dirinya dalam jebakan utang abadi. Bunga utang dibayar dari utang baru, dan setiap tahun, triliunan rupiah uang rakyat habis hanya untuk melunasi cicilan yang tak pernah selesai. Inilah bom waktu ekonomi bangsa, dan pemerintah seolah memilih untuk menutup mata.
Menteri Keuangan Purbaya kini dihadapkan pada tantangan besar. Ia harus mencari jalan keluar dari sistem yang telah lama busuk — sistem yang bukan hanya salah arah, tapi juga penuh kepentingan gelap. Ia harus berani memutus rantai ketergantungan pada utang luar negeri dan menolak menjadi boneka lembaga keuangan internasional.
Namun, keberanian itu tidak akan mudah. Sebab di tubuh pemerintahan sendiri, baik eksekutif, legislatif, maupun lembaga lain, masih bercokol para penikmat "uang haram" hasil permainan fiskal. Mereka yang selama ini hidup dari proyek fiktif, mark-up anggaran, dan permainan bunga pinjaman tentu tidak akan diam. Ketika muncul gagasan untuk membenahi sistem, mereka justru bereaksi keras, membuat gerakan sporadis untuk menjegal perubahan.
Inilah wajah sesungguhnya dari "ekonomi utang": rakyat dikorbankan, negara dijadikan jaminan, sementara elit menari di atas penderitaan. Di balik setiap pinjaman triliunan rupiah, selalu ada pihak yang kenyang makan komisi. Dan ketika cicilan jatuh tempo, yang harus menanggung bukan mereka, melainkan rakyat kecil — lewat pajak, kenaikan harga, dan penghapusan subsidi.
Indonesia hari ini bukan kekurangan uang, tapi kekurangan moral dan keberanian politik. Para pemimpin lebih senang menjadi pengutang daripada menjadi pembangun. Mereka lebih bangga menandatangani pinjaman luar negeri daripada menggali potensi ekonomi dalam negeri.
Bangsa ini harus sadar: selama utang dijadikan sumber utama pembangunan, maka kedaulatan hanyalah ilusi. Negara ini tidak lagi merdeka dalam menentukan arah ekonominya sendiri. Kita hanya menunggu waktu sampai "rentenir global" menulis ulang masa depan republik ini.
Jika tidak ada pembenahan serius, maka benar kata banyak pengamat — negara ini akan terus ngutang sampai kiamat.
Dan ketika itu terjadi, sejarah akan mencatat: Indonesia pernah kaya, tapi dijual murah oleh penguasanya sendiri.***
Petani Beringin Perluas Tanam Cabai, Pemkab Hadir Jaga Harga dan Kesejahteraan
kota
Wagub Surya Saksikan Penandatanganan SKB RBI,Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
News
Pemprov Sumut Ajak Masyarakat Kenali Risiko dan Siaga Hadapi Bencana
News
Pemkab Deli Serdang Terima Mobil Penunjang dari Program TJSL BRI
News
Keinginan Petani Terwujud, Bupati Tanam Bawang Bersama di Demplot Tanjung Morawa
News
Belum Kering Air Mata Korban Sebelumnya, Dugaan Keracunan MBG Kembali Terjadi di Karo
News
PKB dan NasDem Walk Out dari Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Anggota KPID Sumut, Soroti Perubahan Agenda
News
Tim URC Polresta Deli Serdang Tindaklanjuti Laporan Dugaan Judi Tembak Ikan di Tanjung Morawa
News
Medan S24Persatuan Wartawan Indonesia Sumatera Utara (PWI Sumut) menjamin asuransi atau jaminan sosial seluruh anggotanya, seiring dilanj
Umum
Jakarta S24Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Langkat, Tiorita Br Surbakti, SH, menemui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil La
News