Pemprov Sumut Perkuat Perlindungan PMI dan Persempit Ruang TPPO
Pemprov Sumut Perkuat Perlindungan PMI dan Persempit Ruang TPPO
News
Baca Juga:
Dalam kesempatan tersebut, beliau mengungkapkan kondisi terkini, tantangan, serta langkah-langkah strategis Polda Sumut dalam menangani kasus TPPO yang kerap menjerat warga sebagai korban.
AKBP Parulian Samosir menjelaskan bahwa selama tahun 2025 (periode Januari hingga Oktober), tercatat 21 kasus TPPO di wilayah hukum Polda Sumut dengan 33 orang pelaku yang berhasil diamankan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 133 orang korban berhasil diselamatkan, terdiri dari 78 laki-laki dan 55 perempuan.
"Sebagian besar korban tergiur janji pekerjaan dan gaji besar di luar negeri. Padahal, tawaran tersebut sering kali berujung pada eksploitasi tenaga kerja maupun seksual," ujarnya.
Lebih lanjut, Polda Sumut terus menggencarkan upaya pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat dan sosialisasi bahaya TPPO oleh para Bhabinkamtibmas di tingkat desa.
Selain itu, Polda Sumut juga aktif berkoordinasi dengan instansi terkait seperti BP2MI, Imigrasi, TNI AL, dan Dinas Sosial dalam membentuk Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan TPPO di tingkat provinsi.
"Kolaborasi lintas sektor ini sangat penting, agar pengawasan di titik-titik rawan seperti pelabuhan tikus, perbatasan, hingga jalur udara dapat lebih efektif," tambahnya.
AKBP Parulian juga menyoroti tantangan besar dalam pembuktian kasus TPPO internasional, terutama karena pelaku dan korban sering kali berada di luar negeri serta berkomunikasi melalui media sosial dengan cara yang sulit dilacak.
"Namun demikian, kami tetap berkoordinasi dengan pihak luar negeri, seperti KBRI dan aparat penegak hukum negara tujuan, untuk memulangkan korban dan menjerat pelaku utama," jelasnya.
Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa Malaysia dan Kamboja menjadi negara tujuan utama korban TPPO asal Sumut. Modus yang digunakan beragam, mulai dari iming-iming pekerjaan di sektor pertanian, pabrik, hingga online scamming dan judi daring.
Untuk menekan angka kasus ini, AKBP Parulian menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap tawaran kerja yang tidak jelas. "Jangan mudah percaya dengan ajakan bekerja di luar negeri yang tidak melalui prosedur resmi. Bijaklah dalam menggunakan media sosial dan pastikan semua proses legal," pesannya.
Sebagai penutup, beliau menegaskan bahwa Polda Sumut berkomitmen terus meningkatkan kapasitas personel, memperkuat kerja sama antarinstansi, serta memperluas jangkauan edukasi masyarakat guna mewujudkan Sumatera Utara bebas dari TPPO.(W05)
Foto:
Pemprov Sumut Perkuat Perlindungan PMI dan Persempit Ruang TPPO
News
Tanggap Bencana, Polsek STM Hulu Bantu Aktifkan Jalur Alternatif Bersama Masyarakat
News
Kantor Pertanahan Palas Serahkan Sertifikat PTSL di Kelurahan Pasar Sibuhuan, Ratusan Warga Terbantu
News
Panmus DPRK Lhokseumawe Gerak Cepat Jadwalkan Paripurna Perubahan KUA dan PPAS APBK Tahun Anggaran 2026
News
Milad ke27 Pendawa Indonesia, Ibnu Hajar Terus Bersatu, Bersaudara dan Bermanfaat
News
sumut24.co ASAHAN, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., secara resmi menutup Turnamen Sepak Bola U10 Rambate Rata Raya Cup T
News
sumut24.co ASAHAN, Potensi olahraga air di Kabupaten Asahan kembali menorehkan prestasi gemilang. Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos
News
Bukan Sekadar Pingpong! PTM Eksekutif Sumut Dorong Kerja Sama Medan&ndashSeremban di Berbagai Bidang
News
Nyaris Kabur, Pria Pembawa 401 Gram Sabu Diringkus Satresnarkoba Padangsidimpuan
News
sumut24.co ASAHAN, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah dengan penuh kekhid
News