Anggota BPK RI Fathan Subchi Sumbang Rp10 Juta untuk Tarekat Syatariyah Syahid Almalik
Anggota BPK RI Fathan Subchi Sumbang Rp10 Juta untuk Tarekat Syatariyah Syahid Almalik
kota
Baca Juga:
Di tengah gejolak global yang tak menentu, Indonesia berada pada titik krusial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Pemerintah pusat sudah memberi arah lewat semangat Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, sementara Bank Indonesia menghadirkan terobosan seperti Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk mengalirkan dana perbankan ke sektor riil. Tujuannya jelas: membuka lapangan kerja baru, menghidupkan ekonomi rakyat, dan menjaga stabilitas jangka panjang.
Namun, pertanyaan yang lebih mendesak justru ada di daerah: apakah Sumatera Utara siap membaca dan memanfaatkan momentum ini? Apakah gubernur benar-benar memiliki visi dan keberanian untuk mengintegrasikan pertumbuhan ekonomi dengan nilai keislaman, yang menjadi roh mayoritas masyarakat di provinsi ini?
Sumut sering dibanggakan sebagai miniatur Indonesia, dengan keragaman budaya dan agama. Tetapi, harus diakui, kebijakan pembangunan daerah masih kerap pragmatis, lebih mengejar proyek jangka pendek ketimbang desain jangka panjang yang berpihak pada rakyat. Padahal, dengan basis penduduk Muslim yang dominan, terutama di wilayah seperti Mandailing Natal yang dikenal sebagai "Serambi Mekkah"-nya Sumut, seharusnya ada model pembangunan ekonomi berbasis syariah yang nyata—bukan sekadar jargon.
Inilah letak tantangan kepemimpinan di Sumut. Nilai-nilai Islam yang menekankan keadilan, keseimbangan, dan kemaslahatan sejatinya sejalan dengan agenda ekonomi inklusif. Tetapi apakah gubernur berani menantang status quo, memutus lingkaran kebijakan yang hanya menguntungkan segelintir elite, dan benar-benar membangun sistem yang berpihak pada masyarakat luas?
Jika Sumut gagal membaca peluang ini, provinsi ini hanya akan menjadi penonton di tengah transformasi ekonomi nasional. Momentum emas akan lewat, sementara rakyat tetap berkutat dengan pengangguran, kemiskinan, dan ketimpangan.
Pertumbuhan ekonomi dan nilai keislaman bukan dua kutub yang berlawanan. Keduanya bisa berjalan seiring. Hanya saja, butuh kepemimpinan visioner—gubernur yang tidak sekadar menjadi administrator anggaran, tetapi pemimpin yang berani mengambil langkah besar demi masa depan rakyat Sumut yang lebih adil, sejahtera, dan bermartabat.***
Anggota BPK RI Fathan Subchi Sumbang Rp10 Juta untuk Tarekat Syatariyah Syahid Almalik
kota
Rekam Jejak Konsisten dan Dukungan Publik Menguat, Komjen Suyudi Ario Seto Dinilai Figur Sentral Masa Depan Polri
kota
sumut24.co ASAHAN, Sat Reskrim Polres Asahan berhasil mengungkap kasus tindak pidana pembunuhan yang mengakibatkan matinya seorang perempua
News
sumut24.co ASAHAN, Dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas, Satuan Lalu Lintas Polres Asahan m
News
sumut24.co ASAHAN, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di UPTD SMP Negeri 2 Silau Laut memasuki hari kedua pelaksanaan, Selasa (03/02/2026).
News
Asahan sumut24.co Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas, Satuan Lalu Lintas Polres A
News
Asahan sumut24.co Sat Reskrim Polres Asahan berhasil mengungkap kasus tindak pidana pembunuhan yang mengakibatkan matinya seorang perempua
Hukum
sumut24.co MEDAN, Dalam rangka memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Ba
kota
sumut24.co TANJUNGBALAI , Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negri Tanjungbalai, Siti Lisa Evriaty Br Tarigan ,S.H.,M.H. menuntut terdakwa
News
sumut24.co Tebingtinggi, Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Tebing Tinggi,Erwin Suheri Damanik didampingi Kadis Perdagangan Marimbun Marpaung
News