Enam Unit Rumah Terbakar Dilalap Sijago Merah Di Desa Majanggut 1 Natam Julu
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat melalui Dinas Sosial dan BPBD Pakpak Bharat mulai menyalurkan bantuan bagi kor
News
Baca Juga:
- KPPU Kanwil I Catat 21 Laporan Masuk Sepanjang 2026, Pengadaan Pemerintah Masih Jadi Perhatian
- SELAMAT BERKARYA DAN SUKSES, SUAHASIL MENGEMBALIKAN KEKUATAN EKONOMI INDONESIA DI TENGAH TEKANAN RAKYT
- Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat, PLN UID Sumut Resmikan Program Budidaya Jamur Tiram Berbasis Listrik
Kedaulatan ekonomi bangsa sejatinya hanya dapat terwujud apabila ada keadilan struktural yang nyata di tengah masyarakat. Artinya, sistem ekonomi nasional harus dibangun di atas fondasi pemerataan akses dan penguasaan sumber-sumber produksi, terutama tanah sebagai basis kehidupan mayoritas rakyat Indonesia.
Sebagaimana diketahui, Reformasi Agraria (Land Reform) seharusnya menjadi titik sentral pembangunan ekonomi yang berkeadilan. Sebab, lebih dari 80 persen kehidupan rakyat Indonesia, khususnya di pedesaan, bertumpu pada sektor pertanian — sektor yang sangat erat kaitannya dengan penguasaan dan pemanfaatan tanah.
Namun, ironi besar masih terjadi. Para petani yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional justru hidup dalam kesulitan. Martabat mereka belum terangkat, bahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar hidupnya (basic needs) pun masih jauh dari layak.
Fenomena inilah yang disebut "Paradoks Agraria" — sebuah kenyataan pahit di mana Indonesia, negeri yang kaya raya akan sumber daya tanah, justru masih menyisakan kemiskinan di tengah rakyatnya.
Pertanyaannya, mengapa hal ini bisa terus terjadi?
Jawaban sederhananya terletak pada lemahnya implementasi kebijakan dan minimnya keberpihakan nyata dari para pemegang kekuasaan. Pembangunan sering hanya berhenti pada tataran retorika, bukan tindakan nyata yang berpihak kepada rakyat kecil.
Dari Bicara ke Tindakan Nyata
Seorang pemimpin sejati tidak cukup hanya pandai berbicara — ia harus bertindak nyata.
Seperti dikatakan Syahrir Nasution, "Action (tindakan) lebih berarti daripada talking (berbicara), buktikan."
Dalam konteks kepemimpinan, ucapan dan perbuatan harus berjalan berbanding lurus (ceteris paribus). Apalagi bagi seorang pemimpin formal yang menjadi panutan masyarakat luas, keselarasan antara kata dan tindakan adalah sumber utama kepercayaan (trust) dari rakyat.
Ketika pemimpin berbicara tentang keadilan, namun perilakunya menunjukkan ketimpangan; ketika pemimpin menyerukan reformasi, namun dirinya tak berubah — maka kepercayaan rakyat akan terkikis sedikit demi sedikit.
Dan dalam situasi seperti ini, hilangnya empati rakyat terhadap pemimpinnya adalah hal yang sangat wajar.
Dalam ajaran Islam, hal semacam itu bahkan digolongkan pada sifat "munafik", yakni seseorang yang berkata tidak sesuai dengan perbuatannya.
Oleh karena itu, jika bangsa ini ingin benar-benar berdaulat secara ekonomi, maka pemimpinnya harus terlebih dahulu berdaulat secara moral dan integritas — menegakkan keadilan bukan sekadar dalam kata, melainkan dalam perbuatan nyata.
Penutup
Kedaulatan ekonomi bukanlah cita-cita kosong yang bisa dicapai dengan wacana. Ia harus dibangun dengan keberanian melakukan reformasi agraria sejati, keadilan struktural, dan keteladanan moral dari para pemimpin bangsa.
Tanpa itu, paradoks agraria akan terus berulang — dan rakyat akan tetap menunggu pemimpin yang bicara sesuai tindakan, bukan sebaliknya.***
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat melalui Dinas Sosial dan BPBD Pakpak Bharat mulai menyalurkan bantuan bagi kor
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota Tanjungbalai terus mendorong penguatan ketahanan pangan melalui sektor pertanian, perikanan dan pe
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai terus melakukan pembenahan terhadap infrastruktur dan sarana prasarana kota.
News
sumut24.co Deliserdang, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara, Rizky Mochamad, meresmikan Program Sri
News
sumut24.co ASAHAN, Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., secara resmi membuka Festival Seni Qasidah (FSQ) Tingkat Kabupaten A
News
sumut24.co MEDAN, Universitas Prima Indonesia (UNPRI) kembali menghadirkan warna baru dalam penyambutan mahasiswa baru melalui Pengenalan K
kota
sumut24.co ASAHAN, Kasus penerbitan ratusan Surat Keterangan Tanah (SKT) yang diduga berada di kawasan Hutan Produksi yang Dapat Dikonversi
News
Malam Renungan Suci Hari Kesaktian Pancasila 2026, MPW PP Sumut Kembali Kobarkan Semangat Kebangsaan di Tugu Ampera
News
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong penguatan kerja sama perdagangan antardaerah sebagai salah
Ekbis
Minggu Tak Jadi Alasan, Bupati Palas Turun ke Desa Panarian dan Cek Jalan Menuju Hapung
News