BPJS Ketenagakerjaan dan BSI Perkuat Kemitraan dengan Koperasi Keluarga Pers Indonesia
BPJS Ketenagakerjaan dan BSI Perkuat Kemitraan dengan Koperasi Keluarga Pers Indonesia
kota
Baca Juga:
Jakarta – Kuasa hukum Intan Br Simanullang, John Saud Damanik, S.H., meragukan kompetensi tenaga medis berinisial SFZ yang menangani operasi hidung kliennya. Keraguan itu muncul setelah ia menelusuri data di situs resmi Konsil Kesehatan Indonesia (KKI).
Dalam keterangannya, John mengungkapkan bahwa di situs kki.go.id, tertera nama dokter SFZ dengan status "STR TIDAK AKTIF, pencabutan STR, tidak mempunyai kewenangan untuk melakukan praktik kedokteran" sejak 15 Desember 2023.
"Berdasarkan UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, setiap tenaga medis wajib memiliki STR dan SIP untuk praktik. Jika STR dicabut, otomatis yang bersangkutan tidak bisa memiliki SIP. Artinya, tidak berhak melakukan tindakan medis," jelas John, Senin (16/9/2025).
Ia pun menduga dokter SFZ melakukan malapraktik terhadap kliennya. Dugaan itu telah dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Timur dengan nomor: LP/B/2019/VI/2025/SPKT/POLRES METRO JAKARTA TIMUR/POLDA METRO JAYA.
Dalam laporan tersebut, dua klinik kecantikan, Deliza Beauty Clinic (DBC) di Cakung dan UCB di Bekasi, yang dimiliki seorang pengusaha berinisial Y, diduga melakukan tindakan malapraktik terhadap Intan.
Awalnya, Intan menjalani operasi rhinoplasty di DBC. Namun hasil operasi yang dilakukan SFZ dinilai tidak simetris. Setelah mengajukan komplain, Intan kembali menjalani operasi revisi pada 6 Januari 2025. Sayangnya, bukannya membaik, hidung Intan justru membengkak, memerah, dan mengeluarkan cairan hijau.
Atas saran Y, korban kemudian menjalani operasi ketiga di UCB Bekasi pada 1 Mei 2025. Operasi penggantian implan hidung itu lagi-lagi gagal. Hidung Intan mengalami infeksi serius, bahkan mengeluarkan cairan berbau tidak sedap. Akibat kondisi semakin memburuk, korban akhirnya terpaksa mencabut implan secara paksa. Kini, hidungnya dilaporkan mengalami cacat permanen.
"Saat ini kasus dugaan malapraktik tersebut sedang ditangani Unit Kriminal Khusus Polres Metro Jakarta Timur," tegas John.
Redaksi telah mencoba mengonfirmasi Y, pemilik klinik DBC dan UCB, pada Senin (1/9/2025). Namun ia enggan memberikan keterangan. "Maaf, kami tidak bisa kasih informasi apapun," ujarnya singkat. Upaya konfirmasi kembali melalui WhatsApp pada Selasa (16/9/2025) juga tak mendapat respons.tim
BPJS Ketenagakerjaan dan BSI Perkuat Kemitraan dengan Koperasi Keluarga Pers Indonesia
kota
Percepat Pembangunan Huntap, Bobby Nasution Dorong Validasi Data Spesifik
kota
Apresiasi Masukan BI dan Ekonom,Bobby Nasution Dorong Terobosan Ekonomi Sumut Berbasis Potensi Lokal
kota
Sengketa Lahan SMAN 5 Pematangsiantar, Bobby Nasution dan Sekolah Sepakati Relokasi Jadi Solusi
kota
Bobby Nasution Minta Kajian Mendalam Pencabutan Izin Hutan, Soroti Dampak Sosial dan Potensi Konflik
kota
Menteri Haji dan Umrah Lantik Pj Sekdaprov Sumut Jadi Koordinator PPIH Embarkasi Medan
kota
Sambut HKG 2026, PKK Sumut Berbagi Kasih dengan Anak Panti di Binjai
kota
Diskominfo Sumut Gandeng LPS Perkuat Literasi Keuangan, Tekan Pinjol dan Judol
kota
Bobby Nasution Ajak Gekrafs Sumut Perkuat Kolaborasi, Dorong Pelaku Usaha Naik Kelas
News
Momentum HKG PKK ke54, Kahiyang Ayu Ajak Masyarakat Lebih Peduli Kesehatan
kota