Suasana Haru dan Penuh Makna: Wakil Bupati Asahan Lepas 26 Calon Jamaah Haji di Aula PT Socfindo
sumut24.co MEDAN, Suasana penuh khidmat dan haru menyelimuti acara Walimatul Safar dan Tepung Tawar pelepasan calon jamaah haji yang berlan
kota
Baca Juga:
Sergai – Kasus meninggalnya dua pasien BPJS-KIS di RSUD Sultan Sulaiman, Serdang Bedagai, semakin menyeruak menjadi skandal. Ketua Organisasi Masyarakat dan Mahasiswa Bersatu Anti Korupsi (Ommbak) Sumut, Rozi Albanjari, menuding keras manajemen rumah sakit, khususnya Direktur RSUD, yang disebut hampir tidak pernah masuk kantor.
"Bagaimana mungkin pelayanan berjalan baik kalau Direktur RSUD Sultan Sulaiman hampir tak pernah hadir? Kuat dugaan, karena yang bersangkutan adalah orang dekat istri Bupati, ia merasa kebal evaluasi. Ini penghinaan terhadap rakyat Sergai," kata Rozi dalam pernyataan resminya, Selasa (16/9/2025).
Menurut Rozi, kelalaian ini semakin nyata karena Dewan Pengawas RSUD juga tidak berfungsi. Padahal, lembaga tersebut seharusnya memastikan pelayanan medis berjalan sesuai SOP. "Dewan Pengawas seakan hanya jadi pajangan, tidak pernah bertindak meski ada kasus kematian pasien akibat dugaan kelalaian medis. Mereka diam, padahal nyawa masyarakat melayang," tegasnya.
Kasus pertama dialami Imelda Sihombing (18), warga Gempolan, Sei Bamban, yang meninggal usai operasi usus buntu pada Jumat (12/9). Keluarga menuding rumah sakit lalai, mempersulit rujukan, dan tidak menyerahkan rekam medis. Kasus kedua menimpa Tonggoria Tambun (31), yang kehilangan bayi dalam kandungan pada Sabtu (6/9), setelah pihak medis RSUD dinilai lamban bertindak meski pasien sudah dirujuk sejak dini hari.
Rozi menilai dua kasus kematian ini hanyalah puncak gunung es dari bobroknya manajemen RSUD Sultan Sulaiman. Ia mendesak Bupati Serdang Bedagai, Darma Wijaya, agar segera mencopot Direktur rumah sakit dan melakukan audit menyeluruh.
"Kalau Bupati diam, berarti ada konflik kepentingan. Jangan sampai rakyat Sergai melihat ada permainan politik keluarga di balik jabatan Direktur RSUD. Nyawa rakyat terlalu mahal untuk dikorbankan hanya demi melindungi orang dekat," ujar Rozi.
Ommbak Sumut juga meminta aparat penegak hukum turun tangan menyelidiki dugaan pelanggaran SOP, kelalaian medis, hingga indikasi penyalahgunaan jabatan di RSUD Sultan Sulaiman.
"RSUD ini punya motto Pelayanan Prima dan SERASI: Senyum, Empati, Ramah, Amanah, Sigap, Ikhlas. Tapi faktanya, dua pasien miskin justru mati sia-sia. Ini kegagalan total," pungkas Rozi.rel
sumut24.co MEDAN, Suasana penuh khidmat dan haru menyelimuti acara Walimatul Safar dan Tepung Tawar pelepasan calon jamaah haji yang berlan
kota
Rakortekrenbang seProvinsi Sumut Tahun 2026 untuk Kawasan Pertumbuhan, dalam rangka Penyusunan RKPD Provinsi Sumut Tahun 2027
kota
Wali Kota bersama tiga perguruan tinggi menandatangani Kesepakatan Bersama tentang Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi
kota
Rekam Jejak Mentereng, Hasyim SE Didorong Bakopam Sumut Jadi Wali Kota Medan
kota
Acara Halal Bihalal IKA MSP dan FISIP USU diselenggarakanWakil Ketua Komisi XIII DPR RI
kota
Rapat Umum Pemegang Saham RUPS Tahunan Buku 2025 PT Bank Sumut. dipimpin Gubernur Sumut
kota
sumut24.co Deliserdang, Serah terima jabatan (sertijab) Kapolsek Pantai Labu resmi dilaksanakan ditandai dengan peralihan kepemimpinan dar
News
Komisi C Warning Bapenda Gebyar Pajak Sumut Jangan Sekadar Undian Mewah
kota
Wali Kota menghadiri acara Jalan Salib memeringati Wafatnya Yesus Kristus atau Jumat Agung yang digelar umat Katolik
Wisata
Seribuan peserta Fun Run 10K Gebyar Olahraga HUT ke XXV FKGOR Tahun 2026
kota