Boros Anggaran, Pemkab Deli Serdang Tambah Mobil Dinas Listrik, Anggaran Capai Ratusan Juta per Tahun
Deli Serdang SUMUT24.COBoros Anggaran, Pemkab Deli Serdang kembali menjadi sorotan publik setelah menggelontorkan anggaran APBD untuk pe
Politik
Baca Juga:
Oleh: Syahrir Nasution
"How rich your country, how green your valley, but how poor your people." Kalimat ini, meski sederhana, menyimpan sindiran tajam terhadap realitas bangsa kita hari ini.
Indonesia dikenal sebagai negeri yang kaya raya. Dari Sabang sampai Merauke, Allah SWT telah menganugerahkan sumber daya alam yang melimpah: hutan tropis, lautan luas, tambang emas, batu bara, minyak, gas, dan kesuburan tanah yang jarang dimiliki bangsa lain. Secara geografis, kita berada di jalur strategis dunia. Dari sisi sumber daya manusia, bangsa ini memiliki jumlah penduduk produktif yang besar. Semua ini seharusnya menjadi modal untuk menciptakan kesejahteraan.
Namun ironi justru terjadi: mayoritas rakyat masih hidup dalam kondisi rentan. Tingkat kemiskinan, pengangguran, hingga daya beli yang rendah masih menjadi wajah keseharian masyarakat. Standar hidup layak seakan jauh dari harapan.
Paradox ini bukanlah sesuatu yang terjadi begitu saja. Kemiskinan rakyat kita sesungguhnya adalah kemiskinan yang dimiskinkan. Ia diciptakan, dipelihara, dan dilanggengkan secara struktural oleh para pengelola negara dan pengambil kebijakan. Alih-alih dikelola untuk kepentingan rakyat, kekayaan alam kita justru lebih banyak dinikmati oleh segelintir elit politik dan ekonomi.
Kebijakan pembangunan sering kali hanya berpihak pada pemilik modal besar, sementara rakyat kecil dipaksa bertahan dalam jerat harga kebutuhan pokok yang mahal, lapangan kerja yang minim, serta akses pendidikan dan kesehatan yang terbatas.
Apakah kita rela terus berada dalam kondisi seperti ini? Sampai kapan rakyat hanya menjadi penonton di negeri yang seharusnya menjadi miliknya sendiri?
Sudah saatnya negara hadir bukan sekadar sebagai pengelola, tetapi sebagai pelindung dan pengayom. Kekayaan yang dianugerahkan Tuhan seharusnya menjadi milik rakyat, bukan sekadar angka-angka dalam laporan ekonomi atau statistik pertumbuhan yang tidak pernah dirasakan masyarakat bawah.
Jika tidak ada keberanian untuk mengubah arah kebijakan, maka paradox ini akan terus menjadi luka panjang bangsa: negeri yang kaya raya, namun rakyatnya tetap miskin.***
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Deli Serdang SUMUT24.COBoros Anggaran, Pemkab Deli Serdang kembali menjadi sorotan publik setelah menggelontorkan anggaran APBD untuk pe
Politik
Jakarta Sumut24.coJaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut mantan Mendikbud Ristek Nadiem Anwar Makarim dengan pidana 18 tahun penjara dalam per
Hukum
Jakarta Sumut24.coPresiden Prabowo Subianto menghadiri penyerahan dana denda administratif senilai Rp10 triliun serta lahan kawasan hutan
News
JAKARTA Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali melakukan rotasi jabatan di jajaran perwira tinggi. Dalam mutasi terbaru, Irjen Pol
Profil
Jakarta DPR RI menerima sekaligus bersilaturahmi dengan Ketua Umum PB PGRI Pusat, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, beserta jajaran pengurus PGR
Politik
Jakarta Nurul Arifin menegaskan pentingnya perlindungan maksimal bagi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas dalam misi
News
sumut24.co MedanAula Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sumatera Utara (USU) menjadi saksi riuhnya antusiasme mahasiswa
Umum
Kota Jantho sumut24.co Kejaksaan Negeri Aceh Besar berhasil memulihkan kerugian keuangan negara hampir mencapai Rp1 miliar dari hasil pena
News
sumut24.co MedanPersoalan tunggakan SPP yang menimpa seorang siswa SMP Panca Budi telah menemukan titik terang. Robby Cahyadi, orang tua d
kota
sumut24.co MedanEvent lari lintas alam berskala internasional, Trail of The Kings by UTMB 2026, akan digelar pada 1214 Juni 2026 di kawas
kota