CAFE ONTHELL Binjai, Destinasi Nongkrong Asri Yang Wajib Dikunjungi Bersama Keluarga dan Sahabat
BINJAI S24 Bagi pecinta kopi dan suasana santai, Cafe Onthell yang berlokasi di Jalan Perwira, Kota Binjai, Sumatera Utara menjadi salah s
Info
Baca Juga:
Oleh: Syahrir Nasution
"How rich your country, how green your valley, but how poor your people." Kalimat ini, meski sederhana, menyimpan sindiran tajam terhadap realitas bangsa kita hari ini.
Indonesia dikenal sebagai negeri yang kaya raya. Dari Sabang sampai Merauke, Allah SWT telah menganugerahkan sumber daya alam yang melimpah: hutan tropis, lautan luas, tambang emas, batu bara, minyak, gas, dan kesuburan tanah yang jarang dimiliki bangsa lain. Secara geografis, kita berada di jalur strategis dunia. Dari sisi sumber daya manusia, bangsa ini memiliki jumlah penduduk produktif yang besar. Semua ini seharusnya menjadi modal untuk menciptakan kesejahteraan.
Namun ironi justru terjadi: mayoritas rakyat masih hidup dalam kondisi rentan. Tingkat kemiskinan, pengangguran, hingga daya beli yang rendah masih menjadi wajah keseharian masyarakat. Standar hidup layak seakan jauh dari harapan.
Paradox ini bukanlah sesuatu yang terjadi begitu saja. Kemiskinan rakyat kita sesungguhnya adalah kemiskinan yang dimiskinkan. Ia diciptakan, dipelihara, dan dilanggengkan secara struktural oleh para pengelola negara dan pengambil kebijakan. Alih-alih dikelola untuk kepentingan rakyat, kekayaan alam kita justru lebih banyak dinikmati oleh segelintir elit politik dan ekonomi.
Kebijakan pembangunan sering kali hanya berpihak pada pemilik modal besar, sementara rakyat kecil dipaksa bertahan dalam jerat harga kebutuhan pokok yang mahal, lapangan kerja yang minim, serta akses pendidikan dan kesehatan yang terbatas.
Apakah kita rela terus berada dalam kondisi seperti ini? Sampai kapan rakyat hanya menjadi penonton di negeri yang seharusnya menjadi miliknya sendiri?
Sudah saatnya negara hadir bukan sekadar sebagai pengelola, tetapi sebagai pelindung dan pengayom. Kekayaan yang dianugerahkan Tuhan seharusnya menjadi milik rakyat, bukan sekadar angka-angka dalam laporan ekonomi atau statistik pertumbuhan yang tidak pernah dirasakan masyarakat bawah.
Jika tidak ada keberanian untuk mengubah arah kebijakan, maka paradox ini akan terus menjadi luka panjang bangsa: negeri yang kaya raya, namun rakyatnya tetap miskin.***
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
BINJAI S24 Bagi pecinta kopi dan suasana santai, Cafe Onthell yang berlokasi di Jalan Perwira, Kota Binjai, Sumatera Utara menjadi salah s
Info
Polri untuk Masyarakat! Ratusan Peserta Meriahkan Fun Run 8K Hari Bhayangkara ke80 di Padangsidimpuan
kota
Tak Berizin dan Menumpang di Tiang PLN, Polres Padang Lawas Sikat Kabel WiFi Ilegal, Tiga Titik di Sibuhuan Langsung Diperingatkan
kota
MENGENAL UNIVERSITAS PEMBANGUNAN PANCA BUDI (UNPAB)
kota
Bank Sumut Resmikan KCP Sei Berombang, Perkuat Inklusi Keuangan dan Dukung Pertumbuhan Ekonomi Labuhanbatu
kota
Zakiyuddin Harahap Sambut Peserta APEKSI 2026, Ajak Nikmati Keramahan dan Kuliner Kota Medan
kota
sumut24.co Medan, Wakil Wali Kota Medan, H. Zakiyuddin Harahap, mengucapkan selamat datang kepada seluruh tamu pemerintah kota dari berbaga
kota
Semangat &lsquoTampakna do Rantosna&rsquo, Rahudman Harahap Ajak Alumni SMAN 2 Perkuat Solidaritas Menuju Sumut Berkah
kota
Modus Checkin HotelSindikat Curanmor Sikat CRF di Parkiran
kota
GM Geopark Kaldera Toba Geopark Harus Menjadi Instrumen Pemberdayaan Masyarakat
kota