Medan – Dugaan praktik
monopoli dalam penyelenggaraan
Pekan Inovasi dan Investasi Sumatera Utara (PIISU) 2025 semakin menguat. PT Kabita Selaras Pratama, yang tercatat sebagai panitia resmi tunggal, disebut-sebut mendapat dukungan dari orang dalam di lingkungan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Sumut.
Baca Juga:
Menurut sumber menyebutkan, penunjukan PT Kabita Selaras Pratama diduga tidak melalui mekanisme tender atau seleksi terbuka. Perusahaan itu langsung dipercaya mengelola seluruh aspek acara setiap tahunnya, mulai dari administrasi peserta, pembayaran stan, hingga pelaksanaan teknis kegiatan.
"Sepertinya memang ada restu khusus. Semua diarahkan ke perusahaan itu. Tidak ada kesempatan bagi pihak lain untuk ikut berkompetisi," ujar seorang staf yang meminta identitasnya dirahasiakan, Jumat (22/8/2025).
Dugaan keterlibatan "orang dalam" kian menguat setelah ditemukan fakta bahwa beberapa staf di Dinas PMPTSP disebut memiliki hubungan dekat dengan pengelola PT Kabita Selaras Pratama. Meski belum ada bukti resmi terkait kepemilikan saham atau hubungan bisnis langsung, kedekatan personal itu menimbulkan kecurigaan.
Sejumlah pengusaha lokal juga mengaku keberatan dengan pola pengelolaan PIISU tahun ini. Mereka menilai biaya partisipasi lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sementara transparansi penggunaan dana minim.
"Kalau semua diarahkan ke satu pihak, tanpa pengawasan jelas, itu rawan konflik kepentingan. Seharusnya pemerintah daerah memastikan pelaksanaan acara besar seperti ini akuntabel," kata seorang pelaku UMKM yang biasa mengikuti PIISU.
Hingga kini, pihak Dinas PMPTSP Sumut belum memberikan jawaban atas pertanyaan wartawan mengenai dasar penunjukan PT Kabita Selaras Pratama. Sementara pihak perusahaan pun belum merespons permintaan konfirmasi.
PIISU sendiri merupakan agenda rutin Pemprov Sumut untuk mempromosikan investasi dan inovasi daerah. Namun, jika benar praktik monopoli dengan melibatkan orang dalam terjadi, agenda tahunan ini dikhawatirkan justru menjadi ruang kepentingan segelintir pihak.tim
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News