Rabu, 15 Juli 2026

Proyek Jalan Rp 34,9 Miliar di Simalungun Diduga Gunakan Material Tak Sesuai Spesifikasi

Administrator - Selasa, 19 Agustus 2025 14:14 WIB
Proyek Jalan Rp 34,9 Miliar di Simalungun Diduga Gunakan Material Tak Sesuai Spesifikasi
Istimewa
Baca Juga:

Simalungun– Proyek rekonstruksi jalan jurusan Simpang Dolok Merangir–Laras, Kecamatan Dolok Batu Nanggar/Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, menuai sorotan. Warga menilai material timbunan untuk lantai kerja pada proyek senilai Rp34,9 miliar tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.

Proyek yang dikerjakan PT Cahaya Artha Indonesia dengan konsultan pengawas CV Polo Consultant itu menggunakan dana dari Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2025 melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Kabupaten Simalungun. Jalan yang direkonstruksi sepanjang 6,6 kilometer dengan lebar 5 meter menggunakan material hotmix.

Namun, berdasarkan pantauan lapangan, Selasa (19/8/2025), timbunan agregat terlihat berukuran terlalu besar. Sejumlah warga menduga material tersebut tidak sesuai standar yang seharusnya menggunakan campuran pasir dan batu kecil agar pemadatan lebih kuat dan rata.

"Kalau melihat kondisi di lapangan, material agregatnya kasar sekali. Seharusnya untuk timbunan hotmix digunakan agregat dengan ukuran 19 mm hingga 37,5 mm sesuai standar. Ini terlihat tidak sesuai spesifikasi. Jangan-jangan ada manipulasi material," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Ia juga menilai pengawasan dari pihak PUPR maupun konsultan jarang dilakukan di lapangan. "Kalau begini, pekerjaan bisa bermasalah di kemudian hari. Harusnya dibongkar sebelum diteruskan," katanya.

Ketika dikonfirmasi, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) PUPR Kabupaten Simalungun, Agus Sinaga, mengakui adanya material berukuran besar dalam pekerjaan tersebut. Namun, ia menyebut material itu sudah diarahkan untuk digunakan pada bahu jalan.

"Itu sudah kami instruksikan supaya batu yang besar dipinggirkan untuk pembuatan bahu jalan nantinya," ujar Agus.

Hingga kini, pekerjaan proyek masih terus berlangsung. Warga berharap pengawasan diperketat agar kualitas jalan sesuai dengan spesifikasi dan dapat digunakan secara berkelanjutan.LP

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Dokter PPDS FK USU Jalani Pengabdian di Nias Utara, Ungkap Tantangan Layanan Kesehatan
Bupati Madina Bongkar Dampak Efisiensi Anggaran: Proyek Jalan, Sekolah hingga Irigasi Terpaksa Dibatalkan
Buah Sawitnya Tidak Diterima, MS Toke Sawit Bawa Massa Ormas ke  PT HSJ
PSI Asahan Soroti Ketidakjelasan Status Tersangka Kasus Kayu Ilegal, Ada Apa di Balik Penggerebekan?
Dunia Pendidikan Asahan Menangis, Gedung Sekolah Lapuk Bertahun-Tahun Belum Ada Perbaikan
Jalan Aset Daerah Diklaim Milik Pribadi: Penutupan Gang Pembangunan di Asahan Berujung Ancaman Pembongkaran
komentar
beritaTerbaru