Baca Juga:
Kabupaten Solok - Sumut24.co
Dalam perbincangan ringan dengan sejumlah rekan dekat, H. Candra mengaku terkejut dan shock karena tak menyangka akan di amanahi sebagai Ketua DPD PKS Kab. Solok, Ia sangat keberatan dengan jabatan itu, alasannya sederhana, namun ia tidak ingin memikul amanah yang tidak bisa dijalankan secara maksimal. kalau tidak bisa memberikan yang terbaik, jabatan itu bisa menjadi beban, bahkan musibah.
Dijelaskan tidak semua jabatan datang dari pencarian, dan tidak semua kursi dipegang dengan rasa gembira. Ada yang hadir seperti panggilan, yang justru terasa berat karena disadari penuh risiko. Begitulah yang dialami Wakil Bupati Solok, H. Candra, S.H.I, ketika secara resmi diamanahi jabatan baru sebagai Ketua DPD PKS Kabupaten Solok untuk periode 2025–2030.
Yang menarik, ia menegaskan bahwa jabatan ini bukan hasil dari pencarian dan lobi - lobi atau permintaan pribadi karena "pakem" di PKS tidak boleh meminta jabatan. Bahkan, ia menyebut, akan lebih memilih fokus penuh pada tugasnya sebagai Wakil Bupati, membantu Bupati Jon Firman Pandu menjalankan roda pemerintahan.
Di tengah kesibukan mengurus pemerintahan, H. Candra berharap amanah barunya di PKS dapat menjadi jembatan untuk memperkuat sinergi antara partai dan pembangunan daerah. Ia ingin memastikan PKS hadir bukan hanya sebagai kekuatan politik, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam memperjuangkan kesejahteraan dan kemajuan Kabupaten Solok.
Kisah ini memberi pelajaran penting di tengah iklim politik yang sering dipenuhi ambisi: masih ada orang yang tidak berlari mengejar jabatan, namun ketika amanah sudah diberikan maka jawaban selaku kader "Sami'na wa Ata'na". Dan di Kabupaten Solok, nama itu kini adalah H. Candra.(YOSE)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News