Minggu, 31 Mei 2026

USU dan Polres Padangsidimpuan Kolaborasi Wujudkan Restorative Justice Berbasis Budaya

Administrator - Sabtu, 09 Agustus 2025 23:06 WIB
USU dan Polres Padangsidimpuan Kolaborasi Wujudkan Restorative Justice Berbasis Budaya
P. Sidimpuan |sumut24.co -

Baca Juga:

Upaya mencegah anak terjerat masalah hukum kini mendapat perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi dan kepolisian.

Hal ini terlihat dalam kunjungan penelitian yang dilakukan Dosen Universitas Sumatera Utara (USU), Dr. Marlina, S.H., M.Hum, ke Polres Padangsidimpuan pada Senin (4/8/2025).

Penelitian ini mengusung judul "Restorative Justice dalam Sistem Kekerabatan Dalihan Natolu di Kota Padangsidimpuan dalam Rangka Pencegahan Anak Berhadapan dengan Hukum".

Dalihan Natolu, sebagai falsafah hidup masyarakat Tapanuli Selatan, dinilai memiliki peran penting dalam penyelesaian masalah hukum secara kekeluargaan dan berkeadilan.

Kegiatan dimulai pukul 16.00 WIB di Mapolres Padangsidimpuan. Kapolres AKBP Dr. Wira Prayatna, S.H., S.I.K., M.H. bersama jajaran, termasuk Kasat Reskrim AKP Hasiholan Naibaho, S.H., M.H., Kasat Intelkam AKP Marzuki, S.H., dan Kanit PPA Aiptu Dahron Hrp, menyambut langsung kedatangan Dr. Marlina.

Dalam sesi wawancara, Kapolres menyampaikan dukungan penuh terhadap penelitian ini.

"Kami sangat mengapresiasi penelitian yang memadukan kearifan lokal Dalihan Natolu dengan konsep restorative justice. Ini bukan hanya soal penyelesaian kasus, tapi juga menciptakan keadilan, kemanfaatan, dan kepastian hukum. Jika kearifan lokal ini dimaksimalkan, kami yakin angka anak yang berhadapan dengan hukum bisa ditekan secara signifikan," ujar AKBP Dr. Wira Prayatna.

Kanit PPA Aiptu Dahron Hrp menambahkan bahwa pihaknya rutin melakukan penyuluhan dan pendampingan terhadap anak-anak yang terlibat atau berpotensi terlibat masalah hukum. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pencegahan yang proaktif.

Para penyidik PPA juga memaparkan sejumlah kasus anak yang pernah ditangani. Mereka menekankan bahwa penerapan prinsip Dalihan Natolu—yang mengedepankan musyawarah dan saling menghargai antar kerabat—terbukti membantu meredakan konflik dan mencegah proses hukum formal yang berlarut-larut.

Setelah diskusi di Polres, Dr. Marlina melanjutkan kunjungan ke Bagas Godang Raja Luat Losung Batu sekitar pukul 17.00 WIB. Ia disambut oleh Raja Luat Losung Batu Ahmad Rijal Harahap (Gelar: Sutan Raja Parhimpunan Harahap).

Dalam pertemuan itu, Ahmad Rijal menyatakan dukungan penuh terhadap penelitian ini. Menurutnya, Dalihan Natolu bukan hanya tradisi, tapi juga benteng moral masyarakat yang dapat dimanfaatkan untuk melindungi generasi muda dari jeratan hukum.

Penelitian ini juga membuka peluang kerja sama lebih erat antara Polres Padangsidimpuan dan akademisi USU dalam memperkuat pemahaman masyarakat tentang pentingnya Dalihan Natolu dalam pencegahan anak berhadapan dengan hukum.

Tak lupa, Kapolres AKBP Dr. Wira Prayatna menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan.

"Kami ingin penelitian ini tidak berhenti di meja akademis, tapi benar-benar diimplementasikan di tengah masyarakat. Dengan begitu, kita bisa menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak-anak," tegasnya.zal

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Wabup Toba Tekankan Peran Adat dan Budaya dalam Mewujudkan Toba Mantap
Panta Rhei Gelar Silaturahmi dan Perkenalan Pengurus Alumni FH USU 1970–1979
Muhammad Furqan Alfaruqiy, USU Dorong Penguatan Narasi Besar Indonesia Untuk Menyiapkan SDM Masa Depan Bangsa
KGSI di USU, Bertemunya Gagasan dan Kreativitas Mahasiswa Bersama Najwa Shihab dan Dubes Australia
Budayawan Purwadi Tulis Karya Macapat tentang Pengabdian Ir H Soekirman
Sound of Borobudur Masuk TK: Menjawab Krisis Karakter Anak Bangsa dari Akar Budaya*
komentar
beritaTerbaru