Aksi Damai AMPB di Asahan Berjalan Aman, Pemkab dan DPRD Sampaikan Jawaban Positif Soal Perbaikan Jalan
sumut24.co ASAHAN, Aliansi Masyarakat dan Pemuda Bandar Pulau (AMPB) melaksanakan aksi penyampaian aspirasi secara damai di halaman Kantor
News
Baca Juga:
Jakarta- Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Sumatera Utara (PEMASU) melakukan aksi unjuk rasa damai di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI), Jakarta. Aksi ini sebagai bentuk kekecewaan dan desakan agar KPK segera turun tangan mengusut dugaan korupsi proyek-proyek jalan nasional yang dikelola oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara, khususnya proyek-proyek pada tahun anggaran 2023, 2024, dan 2025.
Koordinator Aksi, Ismail Pasaribu, dalam orasinya menyampaikan bahwa KPK harus bertindak cepat dan tegas terhadap dugaan praktik korupsi berjamaah yang dilakukan oleh oknum-oknum di internal BBPJN Sumut dan para rekanan proyek.
> "Kita tidak boleh membiarkan mafia proyek terus menggerogoti anggaran negara. KPK harus segera memeriksa seluruh proyek di bawah Satker PJN I Sumut, terutama yang melibatkan PT. Ayu Septa Perdana, karena banyak kejanggalan yang patut diduga sebagai bentuk penyimpangan anggaran," ujar Ismail dalam orasinya.
Salah satu proyek yang disoroti adalah Preservasi Jalan Batas Kota Rantau Prapat – Batas Provinsi Riau dengan nilai kontrak Rp 44,3 Miliar yang dikerjakan oleh PT. Ayu Septa Perdana dan bersumber dari SBSN Tahun Anggaran 2025. Selain itu, PT. Ayu Septa Perdana juga tercatat menangani berbagai proyek strategis lainnya di Sumut pada tahun 2023 dan 2024.
Tuntutan Aksi PEMASU:
1. Periksa Dicky Erlangga, eks Kepala Satker PJN Wilayah I Sumut, atas dugaan pembiaran terhadap pekerjaan proyek bermasalah dan penyalahgunaan wewenang.
2. Periksa Heri Handoko, selaku PPK proyek, atas keterlibatan dalam pelaksanaan yang tidak sesuai spesifikasi.
3. Audit total terhadap PT. Ayu Septa Perdana, sebagai rekanan yang diduga mendapatkan banyak proyek dengan proses yang tidak transparan.
4. Telusuri keterlibatan semua PPK dan rekanan, terutama yang terkait proyek tahun 2023–2025.
5. Selidiki aliran dana proyek yang diduga melibatkan komitmen fee, gratifikasi, dan suap terhadap oknum pejabat di lingkungan BBPJN I Sumut.
Pernyataan Sikap Mahasiswa:
"Periksa PT. Ayu Septa Perdana! Bongkar Proyek Jalan Bermasalah di Sumut!"
"Usut Dugaan Korupsi Jalan Nasional, Dicky Erlangga Harus Diperiksa!"
"KPK Jangan Tutup Mata, Bongkar Mafia Proyek Jalan di Sumatera Utara!"
"Audit Proyek PT. Ayu Septa Perdana, Tindak Tegas Jika Terbukti Menyimpang!"
Ismail menegaskan, jika KPK tidak segera merespons tuntutan mahasiswa, maka PEMASU akan menggelar aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar, serta melibatkan elemen masyarakat sipil dan organisasi antikorupsi nasional.
> "Kalau sampai bulan depan KPK tidak menyentuh BBPJN I Sumut dan PT. Ayu Septa Perdana, maka kami akan kembali dengan aksi yang lebih besar di KPK dan Kejaksaan Agung. Tidak ada tempat aman bagi mafia proyek jalan nasional," tutup Ismail Pasaribu dengan nada tegas.
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
sumut24.co ASAHAN, Aliansi Masyarakat dan Pemuda Bandar Pulau (AMPB) melaksanakan aksi penyampaian aspirasi secara damai di halaman Kantor
News
sumut24.co Medan, Anggota DPRD Medan Modesta Marpaung SKM S Keb (Partai Golkar) mengaku peduli dan mendukung penuh program Pemko Medan terk
kota
Medan sumut24.co Ketua Perkumpulan Dosen Indonesia Sorak Gema Intelektual, Imanuel Tarigan, menegaskan bahwa pelayanan publik pada hakikat
kota
sumut24.co ASAHAN , Menyemarakkan Hari Bhayangkara ke80 Tahun 2026, Polres Asahan melangkah lebih dekat ke tengah masyarakat melalui kegia
News
sumut24.co ASAHAN , Keberhasilan pengembangan kasus yang dimulai dari penemuan sejumlah butir etomidate akhirnya mengantarkan tim kepolisia
News
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Asahan secara resmi mencanangkan seka
News
KH. Akhmad Khambali Kenaikan Harga BBM dan Gejolak Ekonomi Global Jangan Sampai Membebani Rakyat Kecil
kota
MEDAN Ketua Komisi IV DPRD Kota Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak, diduga mendapat intervensi politik terkait penanganan aset Pemerintah
kota
Semoga Jadi Haji Mabrur&rdquo, Pesan Menyentuh Wali Kota H. Letnan Dalimunthe Saat Sambut Jamaah Haji Padangsidimpuan
kota
Tak Perlu Khawatir, Data Dijamin Aman! Bupati Padang Lawas Ajak Warga Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
kota