EPG Resmi Jadi Wali Nagari, Syafni Nola Putri Titip Pesan Penting: Banyak PR Menanti Aie Dingin!
EPG Resmi Jadi Wali Nagari, Syafni Nola Putri Titip Pesan Penting Banyak PR Menanti Aie Dingin!
News
Baca Juga:
- KPK Cecar Nusron Wahid soal Duit HGB Summarecon dan Mutasi Jabatan, Empat Orang Kepercayaannya Terseret 2. 5 Jam Diperiksa KPK, Nusr
- GMPET-SU Desak KPK Terbitkan Sprindik Baru Kasus Jalan dan DJKA Sumut, Demi Penegakan Hukum yang Transparan
- KPK Kembali Tahan 7 Tersangka Baru, Fee Proyek Diduga Mengalir hingga Miliaran Rupiah
Medan – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai belum maksimal dalam melakukan penggeledahan terhadap kantor-kantor strategis di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terkait kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) proyek infrastruktur jalan.
Presidium Mimbar Rakyat Anti Korupsi (MARAK), Arief Tampubolon, menilai KPK seharusnya turut menggeledah Kantor Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) yang berada di kompleks Kantor Gubernur Sumut, Medan. Pasalnya, kantor tersebut dianggap sangat vital dalam sistem lelang pengadaan barang dan jasa secara elektronik.
"KPK harus juga menggeledah ruangan PBJ di Kantor Gubsu itu untuk mencari bukti tambahan agar semakin terang modus korupsi e-catalog yang menyebabkan OTT," ujar Arief kepada wartawan, Sabtu (12/7).
Tak hanya Kantor PBJ, Arief juga menyarankan agar Kantor Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Pemprov Sumut ikut menjadi target penggeledahan. Menurutnya, dua kantor itu sangat berkaitan langsung dengan pengelolaan dan perencanaan keuangan daerah, khususnya pengadaan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
"Karena sangat mungkin bukti tambahan dapat diperoleh dari kedua kantor tersebut," tambahnya.
Arief menyebutkan bahwa jika KPK benar-benar ingin menyeret Gubernur Sumut Bobby Nasution dalam kasus korupsi proyek infrastruktur jalan yang menyeret Kadis PUPR Sumut Topan Obaja Ginting dan beberapa pihak lain, maka penguatan alat bukti menjadi hal mutlak.
"Informasi yang beredar di kalangan legislatif menyebutkan bahwa proyek yang di-OTT KPK tidak tertera dalam APBD Sumut. Maka bisa dipastikan ada kebijakan tertulis yang dijadikan dasar untuk penganggaran tersebut. Siapa pembuat kebijakan itu harus diungkap," tegas Arief.
Ia menilai keberanian KPK dalam membongkar kasus ini secara menyeluruh akan sangat menentukan arah penegakan hukum di Sumatera Utara.
"Tinggal keberanian KPK kita tunggu untuk mengungkap itu," pungkasnya.red2
EPG Resmi Jadi Wali Nagari, Syafni Nola Putri Titip Pesan Penting Banyak PR Menanti Aie Dingin!
News
Momen Peringatan Hari Sumpah Pemuda,BRI BO Sibuhuan Perkuat Pengabdian Layanan
News
Sumut Jadi Titik Awal Gerakan Nasional Pesantren Bebas TBC, Tiga Wakil Menteri Pukul Beduk di Deli Serdang
News
Suksesi Kepemimpinan Organisasi Pendiri Golkar SOKSI Sumut Resmi Buka Pendaftaran Calon Ketua Jelang Musda XII
News
Insiden Penurunan Bendera Bintang Bulan di Pulo Kenari Berujung Rusuh, Satu Orang Dilaporkan Meninggal Dunia dan Puluhan Lukaluka
News
PACITAN MARSUDI BUDAYA 1.Dhandhanggula PAKASA Pang Pacitan Paguyuban Kawula winarni, Kraton Surakarta Hadiningrat, Pang Pacitan sinebute,Wus
Umum
NGANJUK KAWENTAR BUDAYA KABABAR Ja lali ja keri kutha Nganjuk mranani. Pendopo Kabupaten Nganjuk begitu merbawani. Megah mewah gagah indah.
Info
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencecar Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wah
kota
Kapolda Sumut Tekankan Pemberantasan Narkoba dan Kejahatan Jalanan Saat Kunjungi Polres Binjai
News
Aksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global
News