Jatanras Polda Sumut Tangkap 2 Pelaku Penyerangan Anggota Polisi, 9 Orang Masih Buron
Jatanras Polda Sumut Tangkap 2 Pelaku Penyerangan Anggota Polisi, 9 Orang Masih Buron
kota
Baca Juga:
Ratusan massa yang tergabung dalam aliansi tersebut datang membawa spanduk dan poster bernada protes keras terhadap pihak sekolah dan Dinas Pendidikan. Mereka mendesak agar Kepala Sekolah SMPN 1 Beringin segera dicopot karena dinilai lalai dan gagal memberikan perlindungan kepada peserta didik dari ancaman kekerasan seksual di lingkungan sekolah.
"Kami tidak ingin ada lagi anak-anak yang menjadi korban di sekolah! Copot kepala sekolahnya! Tangkap pelakunya! Jangan biarkan institusi pendidikan menjadi tempat predator berkeliaran!" teriak R. Anggi Syahputra dalam orasinya. Anggi hadir mewakili FORMAPPEL RI, bersama Rio Syahdian Lubis dari Ikatan Wartawan Online (IWO) Deli Serdang, dan Ahmad Yani dari MPPDS selaku koordinator aksi.
Massa juga menuntut proses hukum tegas terhadap pelaku tanpa tebang pilih serta mendesak pengusutan serius terhadap dugaan intimidasi yang dialami korban. Intimidasi tersebut diduga dilakukan oleh Wakil Kepala Sekolah, guru Bimbingan Konseling (BP), dan beberapa oknum lainnya di sekolah.
Menanggapi aksi tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan Deli Serdang, Irwansyah, akhirnya keluar menemui para pengunjuk rasa. Dalam keterangannya kepada wartawan, Irwansyah menyatakan bahwa pihaknya telah memberikan sanksi skorsing terhadap terduga pelaku.
"Untuk yang bersangkutan sudah kita skorsing, dan masa skorsingnya berlaku sampai batas waktu yang belum ditentukan," jelasnya.
Namun saat dikonfirmasi mengenai dugaan intimidasi terhadap korban, Irwansyah tak membantah dan mengakui bahwa laporan tersebut telah diteruskan ke Inspektorat Kabupaten Deli Serdang. "Kami sudah teruskan laporan itu ke Inspektorat," katanya singkat.
Pernyataan tersebut dianggap tidak memuaskan oleh massa aksi. Mereka menilai langkah Dinas Pendidikan masih setengah hati dan belum menunjukkan keseriusan dalam menangani kasus ini secara menyeluruh.
"Ini baru awal. Kalau sampai tuntutan kami tidak dipenuhi, kami akan datang dengan massa yang lebih besar! Ini tahap pertama, dan akan ada gelombang kedua kalau tuntutan kami tidak direspons serius," tegas Rio Syahdian Lubis.
Usai menyuarakan aspirasi di Kantor Dinas Pendidikan, massa aksi melanjutkan long march ke Kantor Bupati Deli Serdang untuk menyampaikan tuntutan yang sama kepada Pemerintah Kabupaten. Mereka berharap Bupati selaku kepala daerah bisa memberikan perhatian dan mengambil langkah konkret demi perlindungan anak dan marwah dunia pendidikan.
Aksi ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap dan pembubaran massa secara tertib. Para peserta aksi berjanji akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas, demi keadilan bagi korban dan terciptanya lingkungan sekolah yang aman bagi seluruh anak.
Jatanras Polda Sumut Tangkap 2 Pelaku Penyerangan Anggota Polisi, 9 Orang Masih Buron
kota
Bangunan di Jalan Pelita I No.93 Medan Perjuangan Diduga Tak Sesuai PBG
kota
sumut24.co P.SIDIMPUAN, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara menggelar Apel Bakti Pekerjaan Dalam Keadaan Berteganga
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai menyatakan siap berkolaborasi dengan Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu H
News
sumut24.co TANJUNGBALAI , DPRD Kota Tanjungbalai resmi mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksa
News
Unit Resmob Polrestabes Medan Tembak 2 Pelaku Curanmor
kota
Polsek Medan Area Ungkap Maling 3 Motor di Komplek Mandala Gouju
kota
Perkuat Sinergi Penegakan Hukum, Kapolda Sumut Silaturahmi ke Kejati Sumut
kota
Kelangkaan BBM di Sumut Kian Jadi Sorotan, Ketua Koperasi Keluarga Pers Indonesia Minta Pertamina dan Pemprov Bergerak Cepat
kota
Awalnya Tren, Kini Jadi Andalan Mengapa Banyak Orang Beralih ke Barrel Pants Jakartasumut24.co15 Juli 2026 Beberapa musim terakhir, ca
Umum