Sulaiman di Ujung Tanduk, Diduga Coba “Menelikung” Bobby Nasution Soal Mega Proyek RS Haji Medan Rp448 Miliar
Sulaiman di Ujung Tanduk, Diduga Coba &ldquoMenelikung&rdquo Bobby Nasution Soal Mega Proyek RS Haji Medan Rp448 Miliar
kota
Baca Juga:
Ratusan massa yang tergabung dalam aliansi tersebut datang membawa spanduk dan poster bernada protes keras terhadap pihak sekolah dan Dinas Pendidikan. Mereka mendesak agar Kepala Sekolah SMPN 1 Beringin segera dicopot karena dinilai lalai dan gagal memberikan perlindungan kepada peserta didik dari ancaman kekerasan seksual di lingkungan sekolah.
"Kami tidak ingin ada lagi anak-anak yang menjadi korban di sekolah! Copot kepala sekolahnya! Tangkap pelakunya! Jangan biarkan institusi pendidikan menjadi tempat predator berkeliaran!" teriak R. Anggi Syahputra dalam orasinya. Anggi hadir mewakili FORMAPPEL RI, bersama Rio Syahdian Lubis dari Ikatan Wartawan Online (IWO) Deli Serdang, dan Ahmad Yani dari MPPDS selaku koordinator aksi.
Massa juga menuntut proses hukum tegas terhadap pelaku tanpa tebang pilih serta mendesak pengusutan serius terhadap dugaan intimidasi yang dialami korban. Intimidasi tersebut diduga dilakukan oleh Wakil Kepala Sekolah, guru Bimbingan Konseling (BP), dan beberapa oknum lainnya di sekolah.
Menanggapi aksi tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan Deli Serdang, Irwansyah, akhirnya keluar menemui para pengunjuk rasa. Dalam keterangannya kepada wartawan, Irwansyah menyatakan bahwa pihaknya telah memberikan sanksi skorsing terhadap terduga pelaku.
"Untuk yang bersangkutan sudah kita skorsing, dan masa skorsingnya berlaku sampai batas waktu yang belum ditentukan," jelasnya.
Namun saat dikonfirmasi mengenai dugaan intimidasi terhadap korban, Irwansyah tak membantah dan mengakui bahwa laporan tersebut telah diteruskan ke Inspektorat Kabupaten Deli Serdang. "Kami sudah teruskan laporan itu ke Inspektorat," katanya singkat.
Pernyataan tersebut dianggap tidak memuaskan oleh massa aksi. Mereka menilai langkah Dinas Pendidikan masih setengah hati dan belum menunjukkan keseriusan dalam menangani kasus ini secara menyeluruh.
"Ini baru awal. Kalau sampai tuntutan kami tidak dipenuhi, kami akan datang dengan massa yang lebih besar! Ini tahap pertama, dan akan ada gelombang kedua kalau tuntutan kami tidak direspons serius," tegas Rio Syahdian Lubis.
Usai menyuarakan aspirasi di Kantor Dinas Pendidikan, massa aksi melanjutkan long march ke Kantor Bupati Deli Serdang untuk menyampaikan tuntutan yang sama kepada Pemerintah Kabupaten. Mereka berharap Bupati selaku kepala daerah bisa memberikan perhatian dan mengambil langkah konkret demi perlindungan anak dan marwah dunia pendidikan.
Aksi ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap dan pembubaran massa secara tertib. Para peserta aksi berjanji akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas, demi keadilan bagi korban dan terciptanya lingkungan sekolah yang aman bagi seluruh anak.
Sulaiman di Ujung Tanduk, Diduga Coba &ldquoMenelikung&rdquo Bobby Nasution Soal Mega Proyek RS Haji Medan Rp448 Miliar
kota
YOGYAKARTA Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai resepsi pernikahan Ignatius Windu Hastomo (Igo) dengan Lim Xin Rui (Emily) yan
Seleb
MEDAN, SUMUT24.CO Wakil Ketua DPRD Deli Serdang, H. Hamdani Syaputra SE resmi meraih gelar Magister Hukum (MH) dari Fakultas Hukum Universit
Profil
HMTI Minta PLN Benahi Manajemen, Jangan Rakyat yang Dirugikan
kota
Pemadaman Berskala Nasional, KAMAK Ini Bukan Lagi Masalah Sistem, Tapi Sudah Korsleting Moral
kota
Polsek Tanjung Morawa Berhasil Amankan Pelaku Bobol Rumah
kota
Mengurai Sengkarut Posisi Sekda Antara Meritokrasi Birokrasi dan Syahwat Politik Kepala Daerah
kota
Dibalik Temuan BPK, LHKPN Kadis PUPR Tapsel Rp2,28 Miliar Jadi Perbincangan, Diduga Sering Nongkrong Ketimbang Awasi Proyek?
kota
WTP 12 Kali BerturutTurut Dipertaruhkan? Temuan BPK Rp1,3 Miliar di PUPR Tapsel Picu Desakan Copot Kadis
kota
MEDAN Pemadaman listrik massal yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi hingga Aceh membuat publik m
News