Tim Cara’de BEM KMF TP UH Dorong Masyarakat Desa Tinggimae Optimalkan Media Sosial untuk Promosi Produk
Tim Cara&rsquode BEM KMF TP UH Dorong Masyarakat Desa Tinggimae Optimalkan Media Sosial untuk Promosi Produk
kota
Baca Juga:
- Percepat Sertifikasi Aset Daerah, Wali Kota Tanjungbalai dan Kakanwil BPN Sumut Tinjau Pulau Milik Pemko
- Perkuat Sinergi Pengamanan Objek Vital Nasional, PLN dan Polda Aceh Kolaborasi Dukung Keandalan Kelistrikan Serta Ketahanan Energi
- Gerakan Indonesia ASRI Langit Biru Warnai HUT ke-25 Partai Demokrat, Bupati Asahan : Sinergi Jaga Lingkungan Kunci Kesejahteraan Warga
Medan — Polemik status empat pulau di perbatasan Sumatera Utara dan Aceh kembali memantik reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat sipil. Ketua Umum Jaringan Pergerakan Masyarakat Bawah (Jaga Marwah), Edison Tamba atau Edoy, dengan tegas menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto harus mengevaluasi, bahkan mencopot Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dari jabatannya.
"Kontroversi ini tidak berdiri sendiri. Ini adalah puncak gunung es dari buruknya tata kelola pemerintahan pusat terhadap daerah. Empat pulau itu dari sisi sejarah, budaya, dan hukum, jelas milik Aceh. Tapi mengapa bisa begitu mudah dialihkan secara administratif oleh Mendagri tanpa melibatkan partisipasi publik dan kajian mendalam?" tegas Edoy kepada wartawan, Senin (17/6/2025) di Medan.
Menurutnya, keputusan Mendagri menerbitkan Permendagri yang mengalihkan empat pulau ke wilayah Sumatera Utara tanpa kajian historis dan yuridis yang transparan, adalah bentuk pengabaian terhadap keadilan wilayah dan potensi pemicu konflik antar daerah.
"Ini bukan hanya soal peta wilayah, ini menyangkut marwah masyarakat Aceh. Sejak dulu, pulau-pulau itu menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah Aceh. Keputusan sepihak dari Mendagri sangat mencederai semangat otonomi daerah dan rekonsiliasi pasca-konflik yang selama ini dijaga," lanjutnya.
Lebih lanjut, Jaga Marwah menyebut bahwa Sumatera Utara tidak kekurangan pulau untuk dikembangkan. Yang diperlukan justru pengelolaan yang adil, profesional, dan terarah. "Alhamdulillah... Sumut juga punya banyak pulau yang belum disentuh pembangunan. Kenapa harus serobot milik tetangga yang sudah jelas dalam sejarah dan perundang-undangan?" sindirnya.
Evaluasi atau Copot?
Edoy menyampaikan, Presiden Prabowo Subianto kini berada di persimpangan penting dalam mengambil keputusan strategis untuk menegakkan keadilan wilayah. "Ini momen uji nyali bagi Presiden. Jangan sampai Presiden dianggap diam dan membiarkan menterinya memantik api konflik baru di antara provinsi. Presiden harus tegas, evaluasi total atau copot Mendagri," tandasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kewibawaan negara sangat ditentukan dari bagaimana keadilan ditegakkan, bukan dari berapa banyak keputusan dibuat di Jakarta.
Minta Presiden Datang ke Perbatasan
Sebagai bentuk keseriusan, Jaga Marwah akan mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Prabowo untuk segera turun langsung ke wilayah perbatasan Aceh-Sumut guna mendengar aspirasi masyarakat.
"Kita siap fasilitasi Presiden untuk dialog terbuka dengan tokoh adat, ulama, dan masyarakat sipil dari kedua provinsi. Jangan hanya dengar laporan di meja. Datanglah ke lapangan, agar tahu mana yang benar dan mana yang manipulatif," ucap Edoy.
Ia pun mengajak elemen-elemen sipil lain untuk tetap menjaga ketenangan, namun tidak diam terhadap ketidakadilan.
"Jaga Marwah akan terus bergerak. Ini soal kehormatan rakyat. Mendagri bukan dewa peta. Dia wajib diingatkan, atau digantikan."
Tim Cara&rsquode BEM KMF TP UH Dorong Masyarakat Desa Tinggimae Optimalkan Media Sosial untuk Promosi Produk
kota
KETUM PNPI SYAMSUL RIZAL BERIKAN APRESIASI TINGGI KEPADA MENKO POLKAM DJAMARI CHANIAGO
kota
GANNAS Jabar Apresiasi Razia Narkoba di THM Bandung, Serukan Perlawanan Bersama
News
sumut24.co Medan, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Polonia Medan terus meningkatkan pelayanan sebagai wujud nyata ditengah masyarakat yang keter
kota
Dana RDN Rp2,58 Miliar Dipersoalkan, Paramitra Alfa Sekuritas Gugat BCA ke PN Jakarta Pusat
kota
Simpan Shabu di Kantong Celana, 2 Warga Sergai Ditangkap Sat Narkoba Polresta Deli Serdang
kota
MEDAN SUMUT24.CO Perjalanan kepemimpinan duet Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap telah
News
Musa Rajekshah&ndashHervian Soejono Juara APRC 2026 di Tobasari, Bupati Simalungun Apresiasi Semua Pihak
kota
Rico Waas Lantik Erfin Fachrur Razi Jadi Pj Sekda Medan, Tekankan Integritas dan Profesionalisme
News
Bupati Tinjau Pasar Rakyat Tanjung Morawa, Kaji Penataan Pedagang di Jalan Perintis
kota