Dari Amsterdam, Seruan Membangun Politik Alternatif untuk Indonesia
Dari Amsterdam, Seruan Membangun Politik Alternatif untuk Indonesia
kota
Baca Juga:
"Sebagian komunitas muda dan intelektual Batak menolak pembangunan salib setinggi 30 meter ini, karena salib dianggap sebagai simbol agama Kristen dan tidak representatif terhadap identitas kultural universal Batak," ujar Shohibul Anshor Siregar. "Ada kecurigaan bahwa proyek ini merupakan kelanjutan hegemoni simbol keagamaan warisan kolonial," tambahnya.
Penolakan ini didukung oleh analisis historis yang mengungkap keterkaitan antara kolonialisme Belanda dan kristenisasi paksa di Tanah Batak pada abad ke-19. Penelitian terbaru membongkar bias dalam historiografi lama yang dipengaruhi perspektif kolonial dan Kristen, menunjukkan bahwa kristenisasi seringkali disertai kekerasan simbolik dan fisik.
Shohibul Anshor Siregar juga menyoroti bahwa ruang budaya Batak pascakolonial menjadi arena pertarungan simbolis yang sengit. Pembangunan Silang Hangoluan dianggap sebagai upaya mengukuhkan narasi "Batak = Kristen" dan meminggirkan kelompok minoritas seperti Malim dan Muslim Batak, serta melanjutkan stigmatisasi kolonial terhadap kepercayaan lokal.
"Upaya para penentang monumen Titik Nol Habatahon adalah bagian dari perlawanan terhadap hegemoni melalui data dan solidaritas," tegas Shohibul Anshor Siregar. "Digitalisasi naskah kuno Batak menjadi sarana penting dalam perjuangan ini," lanjutnya.
Digitalisasi naskah kuno Batak diharapkan dapat membuka akses luas terhadap sumber-sumber sejarah yang beragam, mengungkap kekayaan keyakinan dan praktik budaya Batak pra-Kristen. Namun, Shohibul Anshor Siregar mengingatkan bahwa digitalisasi harus dilakukan secara inklusif dan terbebas dari niat buruk untuk menghilangkan referensi terhadap entitas lain.
Lebih lanjut, Shohibul Anshor Siregar menekankan pentingnya repatriasi naskah-naskah Batak yang kini banyak tersimpan di institusi asing. "Kolonialisme pengetahuan dan fragmentasi sejarah adalah tantangan besar. Repatriasi dan pembangunan infrastruktur berdaulat sangat mendesak untuk merebut kembali kedaulatan atas narasi sejarah," pungkasnya.red2
Dari Amsterdam, Seruan Membangun Politik Alternatif untuk Indonesia
kota
Bimtek Berulang di Brastagi Cottage Disorot, Barapaksi Pertanyakan Transparansi dan Kepatutan Penggunaan Anggaran Daerah
kota
Polsek Medan Area Perkenalkan Program "BANG JAGA"
kota
Rakernis Humas Polda Sumut, Penguatan Komunikasi Publik Jadi Kunci Kepercayaan Masyarakat
kota
lTransformasi Mutu Layanan Pasatama Institute Dorong Peningkatan Kapasitas SDM dan Infrastruktur SPPG Berstandar Internasional
kota
Kebun PTPN Cot Girek Diokupasi dan Dijarah Pekerja Menderita Negara Rugi Miliaran
kota
sumut24.co Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat fungsi pengaturan dan pengawasan sektor jasa keuangan. Langkah ini dilakukan melal
Ekbis
Akselerasi Program, MA Swasta TPI Fokus Kembangkan Madrasah Entrepreneur Berbasis Religius
News
sumut24.co MEDAN, Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara (SPs USU) didirikan sejaktahun 1985 dan merupakan lembaga yang menyelengg
kota
sumut24.co ASAHAN, Masalah tembok pagar milik Yayasan Pendidikan Maitreyawira di Jalan Gang Setia, Kelurahan Tebing Kisaran, Kecamatan Kisa
News