Bupati Solok Tinjau Realisasi Program Revitalisasi Sekolah
Bupati Solok Tinjau Realisasi Program Revitalisasi Sekolah
News
Baca Juga:
- Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Asahan Resmi Memulai KKN di Desa Teluk Dalam, Usung Semangat "Bersama Membangun Desa Menuju Masa Depan"
- Menyongsong 2029, Rumah Kebangkitan Mulai Susun Strategi Dorong Gibran Maju ke Kursi Presiden
- UGM Mulai KKN-PPM Perdana di Asahan, Wakil Bupati Sambut Hangat Tim Pengabdian
"Sebagian komunitas muda dan intelektual Batak menolak pembangunan salib setinggi 30 meter ini, karena salib dianggap sebagai simbol agama Kristen dan tidak representatif terhadap identitas kultural universal Batak," ujar Shohibul Anshor Siregar. "Ada kecurigaan bahwa proyek ini merupakan kelanjutan hegemoni simbol keagamaan warisan kolonial," tambahnya.
Penolakan ini didukung oleh analisis historis yang mengungkap keterkaitan antara kolonialisme Belanda dan kristenisasi paksa di Tanah Batak pada abad ke-19. Penelitian terbaru membongkar bias dalam historiografi lama yang dipengaruhi perspektif kolonial dan Kristen, menunjukkan bahwa kristenisasi seringkali disertai kekerasan simbolik dan fisik.
Shohibul Anshor Siregar juga menyoroti bahwa ruang budaya Batak pascakolonial menjadi arena pertarungan simbolis yang sengit. Pembangunan Silang Hangoluan dianggap sebagai upaya mengukuhkan narasi "Batak = Kristen" dan meminggirkan kelompok minoritas seperti Malim dan Muslim Batak, serta melanjutkan stigmatisasi kolonial terhadap kepercayaan lokal.
"Upaya para penentang monumen Titik Nol Habatahon adalah bagian dari perlawanan terhadap hegemoni melalui data dan solidaritas," tegas Shohibul Anshor Siregar. "Digitalisasi naskah kuno Batak menjadi sarana penting dalam perjuangan ini," lanjutnya.
Digitalisasi naskah kuno Batak diharapkan dapat membuka akses luas terhadap sumber-sumber sejarah yang beragam, mengungkap kekayaan keyakinan dan praktik budaya Batak pra-Kristen. Namun, Shohibul Anshor Siregar mengingatkan bahwa digitalisasi harus dilakukan secara inklusif dan terbebas dari niat buruk untuk menghilangkan referensi terhadap entitas lain.
Lebih lanjut, Shohibul Anshor Siregar menekankan pentingnya repatriasi naskah-naskah Batak yang kini banyak tersimpan di institusi asing. "Kolonialisme pengetahuan dan fragmentasi sejarah adalah tantangan besar. Repatriasi dan pembangunan infrastruktur berdaulat sangat mendesak untuk merebut kembali kedaulatan atas narasi sejarah," pungkasnya.red2
Bupati Solok Tinjau Realisasi Program Revitalisasi Sekolah
News
Sambut HUT ke62, Golkar Medan Salurkan 3.062 Paket Sembako
News
Bapenda Sumut Gelar Operasi Sadar Pajak Kendaraan, Permudah Warga Lakukan Pembayaran
News
Dinkes, Disdik, dan BPBD Paluta Bersinergi, Ratusan Masker Dibagikan ke Sekolah
News
Lahan Sitataring Diklaim Tanah Adat dan Pemegang SHM, Riwayat Kepemilikan Disorot
News
KERJA NYATA KEMENIMIPAS MENJAGA PINTU NEGARA, MEMBUKA JALAN HARAPAN
News
KARHUTLA, TOBAT EKOLOGIS Dan KOMUNIKASI PEMERINTAH
News
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Tim Satgas Percepatan Rehabitas dan Rekonstruksi (PRR) Pasca Bencana Sumut Aceh melakukan Monitoring dan Evaluasi
News
Bupati Solok Serahkan Reward kepada 187 Petugas Satpol PP dan Damkar
kota
Sarang Narkoba Mencirim Digerebek Bandar Diringkus, Pistol Hingga Sejumlah Sajam Disita
News