Wawako Solok Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi.
Wawako Solok Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi.
kota
Baca Juga:
- Bupati Taufik Zainal Abidin Resmi Buka Festival Sungai Asahan, Jaga Kelestarian dan Angkat Potensi Wisata Serta Ekonomi Kreatif Daerah
- Wakil Bupati Asahan Buka Festival Layang-Layang, Kreativitas dan Budaya Tradisional Terbang Tinggi di Silo Baru
- Pegadaian Ketuk Pintu Langit, Berbagi Makanan di Lima Wilayah
Padangsidimpuan – Pelaksanaan Festival Ramadhan yang digelar di Kampus Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS) Padangsidimpuan menuai sorotan. Acara yang diharapkan menjadi ajang syiar Ramadhan dan pemberdayaan UMKM itu justru terlihat sepi dan terkesan murahan, meski didukung anggaran besar dari Pegadaian Pusat.
Festival yang berlangsung sejak Sabtu (1/3/2025) hingga 14 hari ke depan ini mendapatkan suntikan dana Rp 170 juta. Namun, kondisi di lapangan jauh dari ekspektasi. Sejumlah pedagang mengeluhkan minimnya pengunjung dan fasilitas yang dinilai tidak mencerminkan besarnya anggaran.
"Kalau tidak tahu ada dana Rp 170 juta, mungkin kami maklum. Tapi setelah dengar jumlah anggaran sebesar itu, melihat kondisi di lapangan, rasanya benar-benar tidak masuk akal," ujar seorang pedagang yang enggan disebut namanya.
Kecurigaan semakin menguat ketika panitia disebut-sebut melakukan rekayasa agar acara tampak meriah saat tim Pegadaian Pusat datang meninjau. Sejumlah pedagang mengaku diberi uang Rp 500 ribu per stan untuk berjualan sementara, demi menutupi kesan sepi acara.
"Tanpa dibayar segitu, mana ada yang mau jualan di sini. Sepi sekali. Ini pun cuma biar pas orang pusat datang kelihatan ramai," kata seorang sumber lain yang terlibat dalam festival.
Pegadaian Sidimpuan Bantah Dugaan Penyimpangan
Kepala Cabang Pegadaian Padangsidimpuan, Romauli, membantah dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan festival ini. Ia menjelaskan bahwa Festival Ramadhan Fair Pegadaian digelar di 13 outlet, termasuk di UMTS Padangsidimpuan, sebagai bagian dari sosialisasi kepada masyarakat.
Ia juga menyebutkan adanya kendala dalam menentukan lokasi festival. Sebelumnya, panitia berencana menggelar acara di Pabrik Es Siborang atau Halaman Bolak, namun terkendala biaya dan masalah administrasi karena kepala daerah belum dilantik. Akhirnya, lokasi dialihkan ke UMTS dengan persiapan yang minim.
"Kami mengalami keterbatasan waktu untuk persiapan. Namun, kami tetap mendukung agar festival ini tetap berjalan," ujar Romauli.
Ia juga menegaskan bahwa stan diberikan secara gratis kepada pedagang, dan jika ada pungutan, pihaknya akan menindak tegas event organizer (EO) yang bertanggung jawab.
Sementara itu, Romauli menyatakan bahwa dana Rp 170 juta belum dicairkan dan masih ditanggung oleh pihak EO, yakni Nazamuddin. Namun, tidak dijelaskan lebih lanjut kapan dan bagaimana dana tersebut akan digunakan.
Polemik ini memunculkan pertanyaan besar terkait transparansi penggunaan anggaran. Sejumlah pihak mendesak Pegadaian untuk memberikan laporan lebih jelas agar tidak menimbulkan dugaan penyimpangan yang lebih besar.tim
Wawako Solok Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi.
kota
Wali Kota Solok Sidak Dinas Perkim LH.
kota
MEDAN Mendapat dukungan penuh dari seluruh Pengurus Cabang Perhimpunan Indonesia Tionghoa (PC INTI) seSumatera Utara, Ketua Pengurus D
News
Jakarta, Di tengah pilihan es krim yang semakin beragam dan selera konsumen yang cepat berubah, Aice Group membangun kedekatan dengan pa
News
USU Kembangkan Aplikasi Digital untuk Kesiapsiagaan Bencana di Daerah
kota
Kenalkan Bisnis Hulu Migas, PEP Rantau Hadir di SMAN 2 Patra Nusa Mayak Payed
kota
Kodim 0212/Tapsel Gelar Jumat Berkah, Bagikan Makan Gratis dan Sembako, Dandim Letkol Inf Dedi Harnoto TNI Harus Hadir dan Bermanfaat bagi
kota
Jumat Curhat Polsek Sosa Sambangi Warung Kopi, Warga Tanjung Botung Bahas Kamtibmas dan Karhutla
kota
Dari Pembunuhan hingga Curanmor, Polres Tapsel Ungkap 11 Kasus Selama Agustus
kota
Bekal Sebelum Pensiun, Wabup Tapsel Jafar Syahbuddin Dorong ASN Manfaatkan Pembiayaan untuk Usaha
kota