D’Legends Sumut Serahkan Sertifikat Touring Medan–Banda Aceh, Kurniawan Tekankan Semangat Persaudaraan*
D&rsquoLegends Sumut Serahkan Sertifikat Touring Medan&ndashBanda Aceh, Kurniawan Tekankan Semangat Persaudaraan
News
Baca Juga:
- Bupati Asahan Buka Rakor Evaluasi Program MBG : Pastikan Makanan Bergizi, Aman, dan Berkualitas untuk Anak-Anak
- Wakil Bupati Asahan Buka Talk Show Edukatif BAPAM, Perkuat Peran Pemuda Cegah Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak
- Wakil Bupati Asahan Resmi Buka PORKAB KORPRI 2026, Lahirkan Atlet Berprestasi dan Pererat Kebersamaan
Mereka, para pejuang kemanusiaan yang bertaruh nyawa pada saat pandemi COVID-19 melanda, kini harus menghadapi kenyataan pahit: kehilangan pekerjaan tanpa kepastian masa depan.
Dengan air mata dan suara bergetar, mereka menyuarakan keluh kesahnya dalam aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Tapsel, Kamis (6/3/2025). Mereka tidak meminta gaji lebih tinggi, tidak menuntut kompensasi besar, hanya satu harapan sederhana yakni diberikan kesempatan untuk mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) agar bisa mendapatkan status yang lebih pasti.
"Kami tidak menuntut gaji besar, Pak. Kami hanya ingin kesempatan untuk ikut ujian PPPK agar bisa mendapatkan kepastian hidup," ungkap seorang tenaga kesehatan dengan mata berkaca-kaca.
Bukan hanya satu atau dua tahun, sebagian dari tenaga kesehatan honorer ini sudah mengabdi hingga 17 tahun lamanya. Mereka adalah pahlawan di balik pulihnya banyak pasien COVID-19, bekerja tanpa kenal lelah meski dengan risiko tinggi. Namun, setelah pandemi mereda, mereka justru dilupakan.
Mereka yang dulu dielu-elukan sebagai garda terdepan kesehatan, kini hanya bisa menatap masa depan dengan penuh ketidakpastian.
"Dulu, saat pandemi, kami dicari. Sekarang, saat keadaan sudah membaik, kami justru disingkirkan," ujar salah satu nakes dengan suara lirih.
*Harapan Terakhir pada Bupati Gus Irawan Pasaribu*
Kedatangan Bupati baru, Gus Irawan Pasaribu, membawa sedikit harapan bagi mereka. Para tenaga kesehatan ini berharap pemimpin daerah yang baru ini bisa lebih memperhatikan nasib mereka.
Mereka ingin lebih dari sekadar janji, mereka ingin kebijakan konkret yang memberi mereka keadilan.
"Kami berharap Pak Bupati bisa memperjuangkan nasib kami. Jangan biarkan kami mengakhiri pengabdian dengan cara seperti ini." ujar salah satu pejuang covid-19
Banyak yang bertanya, mengapa para tenaga kesehatan honorer begitu berharap diangkat sebagai pegawai tetap? Jawabannya sederhana yaitu kepastian hidup.
Dengan status honorer, mereka tidak memiliki jaminan finansial, tidak ada tunjangan kesehatan yang layak, dan masa depan mereka penuh ketidakpastian. Padahal, peran mereka sangat vital bagi masyarakat.
Jika tenaga kesehatan honorer terus diabaikan, bukan hanya mereka yang akan merasakan dampaknya, tetapi juga masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan berkualitas.
Pemutusan hubungan kerja para tenaga kesehatan honorer ini bukan hanya sekadar berita, tapi kisah nyata yang menyayat hati,ketulusan yang sudah beberapa tahun ini diberikan para nakes harus dibalas dengan Air Tuba.
Mereka tidak meminta belas kasihan, mereka hanya ingin dihargai dan diberikan kesempatan yang layak. Apakah setelah bertaruh nyawa di garis depan pandemi, ini yang pantas mereka terima?
Kini, semua mata tertuju pada Bupati Gus Irawan Pasaribu. Apakah beliau akan mendengar suara hati para pejuang kesehatan ini? Ataukah mereka akan terus menjadi korban sistem yang tidak berpihak pada mereka?
Nasib mereka ada di tangan kebijakan pemimpin. Dan keadilan bagi mereka adalah ujian bagi nurani kita semua.zal
D&rsquoLegends Sumut Serahkan Sertifikat Touring Medan&ndashBanda Aceh, Kurniawan Tekankan Semangat Persaudaraan
News
sumut24.co SimalungunWakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya menyambut baik peresmian 232 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPP
Umum
KPK Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Dana Siap Pakai BNPB, Adik Kepala BNPB Ikut Terjerat
News
sumut24.co MedanPemko Medan melalui Dinas Lingkungan Hidup memantau perkembangan kualitas udara menyusul sebaran kabut asap lintas batas y
kota
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan menggelar Rapat Evaluasi dan Koordinasi Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (M
News
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan delapan tersangka baru dalam pengembangan penyidikan kasus dugaan korupsi pembanguna
Hukum
Publik Berhak Tahu! Proyek Infrastruktur Padangsidimpuan Gagal Tender, Transparansi Anggaran 2026 Dipertanyakan
News
Musa Rajekshah Hadiri Mubes XI Pemuda Pancasila, Japto Soerjosoemarno Kembali Ditetapkan sebagai Ketua Umum
News
KPLP Richwell Hutagakung Ingatkan Tahanan Baru Lapas Padangsidimpuan Disiplin dan Kesehatan Jadi Prioritas
News
Operasi Sarang Narkoba di Silayanglayang, Tiga Pria Positif Sabu, Polres Padangsidimpuan Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Bandar
News