Jamin Investasi di Medan Dipermudah, Rico Waas Ajak Investor India Perkuat Kerja Sama
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memberikan jaminan kepada investor dari India yang ingin menanamkan modal di Kot
kota
Baca Juga:
- Wujud Sinergisitas TNI-Polri, Kapolrestabes Medan Sambangi Mako Menhanud 1 Pasgat pada Peringatan HUT Ke-81 TNI
- Wujud Sinergisitas TNI-Polri, Kapolrestabes Medan Sambangi Mako Menhanud 1 Pasgat pada Peringatan HUT Ke-81 TNI
- Kapolres Asahan Pimpin Apel Kesiapan Pengamanan, 457 Personel Siaga Kawal Pilkades Serentak 2026
Medan,– Puluhan mahasiswa dari kelompok Cipayung Plus dan organisasi kepemudaan Mandailing Natal (Madina) menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Polda Sumatera Utara (Sumut) pada Senin (3/2). Mereka menuntut pencopotan Kapolres Madina, AKBP Arie Sofandi Paloh, yang dinilai gagal menertibkan tambang emas ilegal di wilayah tersebut.
Massa yang terdiri dari HMI, GMNI, SEMMI, GEMPSU, dan GEJAM menilai maraknya tambang emas ilegal yang menggunakan alat berat seperti ekskavator terjadi akibat kelalaian Kapolres Madina. Mereka bahkan menuding adanya dugaan keterlibatan oknum kepolisian dan TNI dalam mendukung aktivitas tambang ilegal tersebut dengan meminta jatah dari hasil tambang.
Dalam aksinya, mahasiswa membawa berbagai poster berisi protes dan kecaman, serta membakar ban bekas di depan gerbang Polda Sumut. Mereka juga memblokade jalan sebagai bentuk tekanan terhadap aparat kepolisian. Aksi ini dikawal ketat oleh puluhan personel kepolisian.
"Kami menyatakan mosi tidak percaya terhadap Kapolres Madina! Sumber daya alam kami dihancurkan oleh mafia-mafia tambang ilegal, sementara Kapolres Madina hanya bungkam seolah-olah tak mampu menutup dan menangkap pelaku," ujar salah satu orator aksi.
Mahasiswa juga menyinggung pernyataan Kapolres Madina saat unjuk rasa sebelumnya pada 17 Januari 2025. Saat itu, AKBP Arie Sofandi Paloh berjanji akan menindak tambang ilegal dengan tegas, bahkan mengatakan, "Mulai hari ini, jika ada tambang ilegal yang masih beroperasi, potong kuping saya!" Namun, mahasiswa menilai pernyataan tersebut hanya pencitraan belaka, karena hingga kini aktivitas tambang ilegal masih berlangsung, termasuk yang baru-baru ini ditemukan di Desa Ranto Panjang, Kecamatan Ranto Baek.
Karena itu, mahasiswa meminta Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, untuk mencopot Kapolres Madina dan mengevaluasi jajaran kepolisian di wilayah tersebut agar tidak lagi terlibat dalam praktik ilegal tersebut.
Jika tuntutan mereka tidak direspons dalam waktu dekat, mahasiswa mengancam akan melanjutkan aksi mereka secara berkelanjutan hingga ke Mabes Polri.res
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memberikan jaminan kepada investor dari India yang ingin menanamkan modal di Kot
kota
sumut24.co MedanPemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) telah menyalurkan Bantuan Keuangan Provinsi (BKP) sebesar Rp325 milia
Umum
sumut24.co MedanMemasuki usia ke26 tahun, Biznet terus memperkuat komitmennya dalam membangun infrastruktur digital untuk mendukung masa
Ekbis
Pemprov Sumut Salurkan BKP Rp325 Miliar, Percepat Pembangunan Kabupaten/Kota
News
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memberi perhatian serius terhadap penyelesaian Stadion Teladan. Saat meninjau pem
kota
sumut24.co MedanKota Medan membuka peluang lebih luas untuk memperkuat kerja sama ekonomi dengan Malaysia. Hal itu mengemuka saat Wali Kot
kota
sumut24.co ASAHAN, Kejadian memilukan sekaligus mengejutkan mencuat di Kabupaten Asahan. Seorang ayah kandung berinisial K resmi ditahan ol
News
Kredit Rp759 Miliar Berujung Dugaan Korupsi, Kejati Kaltara Tahan Bos Sawit dan Pejabat Bank BRI
News
Meruntuhkan Impunitas Konstitusional Putusan MK dan Urgensi Pembersihan Hukum Nasional
News
Deteksi Banjir Lebih Cepat, Pemko Padangsidimpuan Siapkan Sensor EWS di Angkola Julu
News