Bazar UMKM Ramaikan APEKSI XVIII Medan, PWPM Ikut Gerakkan Ekonomi Lokal
sumut24.co MedanRakernas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) XVIII Tahun 2026 di Medan tak hanya bahas kebijakan pembangun
kota
Baca Juga:
- Meriah di HUT Bhayangkara ke-80! Kapolres Padangsidimpuan Gelar Turnamen Mobile Legends, Cetak Bibit Atlet Esports Menuju Kapolri Cup
- Di Harganas 2026 Wabup Madina Warning Orang Tua: Jangan Tunggu Anak Jadi Korban Tawuran dan Bullying
- Bupati Madina Saipullah Nasution Sambangi Masjid Raya Al Qurro' wal Huffazh, Ajak Warga Perkuat Benteng Generasi dari Ancaman Narkoba
Medan,– Puluhan mahasiswa dari kelompok Cipayung Plus dan organisasi kepemudaan Mandailing Natal (Madina) menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Polda Sumatera Utara (Sumut) pada Senin (3/2). Mereka menuntut pencopotan Kapolres Madina, AKBP Arie Sofandi Paloh, yang dinilai gagal menertibkan tambang emas ilegal di wilayah tersebut.
Massa yang terdiri dari HMI, GMNI, SEMMI, GEMPSU, dan GEJAM menilai maraknya tambang emas ilegal yang menggunakan alat berat seperti ekskavator terjadi akibat kelalaian Kapolres Madina. Mereka bahkan menuding adanya dugaan keterlibatan oknum kepolisian dan TNI dalam mendukung aktivitas tambang ilegal tersebut dengan meminta jatah dari hasil tambang.
Dalam aksinya, mahasiswa membawa berbagai poster berisi protes dan kecaman, serta membakar ban bekas di depan gerbang Polda Sumut. Mereka juga memblokade jalan sebagai bentuk tekanan terhadap aparat kepolisian. Aksi ini dikawal ketat oleh puluhan personel kepolisian.
"Kami menyatakan mosi tidak percaya terhadap Kapolres Madina! Sumber daya alam kami dihancurkan oleh mafia-mafia tambang ilegal, sementara Kapolres Madina hanya bungkam seolah-olah tak mampu menutup dan menangkap pelaku," ujar salah satu orator aksi.
Mahasiswa juga menyinggung pernyataan Kapolres Madina saat unjuk rasa sebelumnya pada 17 Januari 2025. Saat itu, AKBP Arie Sofandi Paloh berjanji akan menindak tambang ilegal dengan tegas, bahkan mengatakan, "Mulai hari ini, jika ada tambang ilegal yang masih beroperasi, potong kuping saya!" Namun, mahasiswa menilai pernyataan tersebut hanya pencitraan belaka, karena hingga kini aktivitas tambang ilegal masih berlangsung, termasuk yang baru-baru ini ditemukan di Desa Ranto Panjang, Kecamatan Ranto Baek.
Karena itu, mahasiswa meminta Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, untuk mencopot Kapolres Madina dan mengevaluasi jajaran kepolisian di wilayah tersebut agar tidak lagi terlibat dalam praktik ilegal tersebut.
Jika tuntutan mereka tidak direspons dalam waktu dekat, mahasiswa mengancam akan melanjutkan aksi mereka secara berkelanjutan hingga ke Mabes Polri.res
sumut24.co MedanRakernas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) XVIII Tahun 2026 di Medan tak hanya bahas kebijakan pembangun
kota
Polda Sumut Raih Nugraha Sakanti di Hari Bhayangkara ke80, Kapolda Terima Langsung dari Presiden
kota
Mantan Ketua Ormas di Medan Ditangkap, Diduga Kelola Lokasi Judi Tembak Ikan
kota
sumut24.co MedanMemasuki usia ke436 tahun, Kota Medan kembali merayakan perjalanan panjang sebagai salah satu kota metropolitan terbesar
kota
sumut24.co MedanSuasana khidmat sekaligus meriah menyelimuti Lapangan Batalyon Parako 463 Pasgat saat upacara Hari Jadi Kota Medan ke 43
kota
Medan PT Bank Sumut (Perseroda) kembali menggelar Pojok Sehat Purna Bakti Bank Sumut, layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang dilaksan
Umum
Medan Sumut24.coMomentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke80 Bhayangkara menjadi refleksi atas delapan dekade pengabdian Kepolisian Negara Republ
News
Warga Desak Kapolres Mengusut Tudingan Pencemaran Nama Baik Pangulu Pokan Baru yang Terlibat Judi Togel dan Tembak ikan
kota
Bupati Pakpak Bharat Menbuka Pelatihan Pembuatan Zat Pewarna
kota
BNCT Dukung Pengembangan Talenta Maritim melalui Vessel Tour Bersama Evergreen dan Akademi Maritim Indonesia
kota