Bupati Saipullah Nasution Apresiasi Sportivitas Final MSL 2026, Siapkan Talenta Sepak Bola Madina Menuju Porprov
Bupati Saipullah Nasution Apresiasi Sportivitas Final MSL 2026, Siapkan Talenta Sepak Bola Madina Menuju Porprov
News
Baca Juga:
Medan - Keberadaan PT Grahadura Leidong Prima (GLP) di Desa Sukarame, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) terus menuai polemik. Perusahaan ini diduga merambah kawasan hutan suaka alam dan hutan produksi, sehingga merusak ekosistem lingkungan. Hal ini memicu kemarahan masyarakat setempat, termasuk masyarakat adat, yang bahkan sempat menggelar aksi protes terhadap perusahaan.
Informasi dari Dishut Sumut: Sebagian HGU Masuk Kawasan Hutan bahwa sebagian HGU PT GLP memang berada di kawasan hutan produksi dan hutan suaka alam.
"Informasi dari KPH3 Kisaran menunjukkan bahwa sebagian area HGU PT GLP masuk kawasan hutan. Namun, perusahaan tersebut sudah termasuk subjek hukum Undang-Undang Cipta Kerja (UUCK). bahwa PT GLP telah masuk daftar penyelesaian keterlanjuran dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Tahun lalu, tim dari Penataan Kawasan Hutan dan Lahan (PTGH) telah turun ke lapangan untuk memberikan rekomendasi kepada Gubernur Sumut terkait hal ini.
Pihak PT GLP Bantah Tuduhan
General Manager PT GLP, Katiman, saat dimintai tanggapan menyebutkan bahwa dokumen HGU perusahaan lengkap. Namun, untuk informasi lebih lanjut, ia menyarankan agar konfirmasi dilakukan melalui humas perusahaan.
Humas PT GLP, Firman, juga membantah berbagai tudingan, termasuk soal merambah lahan masyarakat dan tidak membayar Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH). "Menurut undang-undang, HGU diterbitkan di luar kawasan hutan. Tudingan itu tidak benar," tegasnya.
Kontroversi yang Melibatkan PT GLP
PT GLP, yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit di Sumatera Utara, telah lama dikaitkan dengan berbagai kontroversi,
Meski demikian, hingga saat ini, PT GLP tetap melanjutkan operasionalnya di tengah sorotan publik dan desakan untuk segera menyelesaikan konflik dengan masyarakat setempat.
Redaksi: Isu ini menjadi pengingat pentingnya keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan, terutama di daerah yang kaya sumber daya alam seperti Sumatera Utara.
Red-2
Bupati Saipullah Nasution Apresiasi Sportivitas Final MSL 2026, Siapkan Talenta Sepak Bola Madina Menuju Porprov
News
Kapolres Sukoharjo Dicopot, H Syahrir Nasution Kapolda Jateng Juga Harus Dicopot!
News
Kapolres Tebing Tinggi Silaturahmi ke Sekretariat DPC Pendawa, Erwan Ma&rsquoruf Siap Dukung Perang Melawan Narkoba
News
Polres Padang Lawas Gaspol Patroli Blue Light, Curat, Curas dan Begal Jadi Target Utama
News
Bikin Salut! Di Operasi Patuh Toba 2026, Kapolres Paluta Apresiasi Pengendara Disiplin
News
Bertemu PHDI Sumut, Kapolda Sonny Irawan Tebarkan Kebaikan dan Permudah Urusan Masyarakat
News
Silaturahmi dengan MITSU, Kapolda Sumut Bawa Pesan Persatuan dan Keamanan untuk Masyarakat
News
Medan sumut24.co Sikap kuasa hukum Bank Mandiri yang memilih bungkam dan meninggalkan awak media usai persidangan gugatan PT Toba Surimi I
Hukum
PDI Perjuangan Sumut Desak Langkah Konkret Atasi Banjir dan Lindungi Petani di Lau Solu
News
Kapolresta dan Wakapolresta Deli Serdang Turun ke Sekolah, Sampaikan Pesan Kamtibmas Melalui Program Polidik
News