Minggu, 01 November 2026

Mubes XVI PPTSB Tetapkan Sairon Sinaga, Mangihut Sinaga Tegaskan: Jangan Ada Lagi Perpecahan!

Administrator - Minggu, 01 November 2026 19:19 WIB
Mubes XVI PPTSB Tetapkan Sairon Sinaga, Mangihut Sinaga Tegaskan: Jangan Ada Lagi Perpecahan!

Baca Juga:

MEDAN – Musyawarah Besar (Mubes) XVI Parsadaan Pomparan Toga Sinaga Dohot Boru (PPTSB) Tahun 2026 resmi berakhir, Minggu (1/11/2026), dengan pesan kuat tentang persatuan, solidaritas, dan pembenahan organisasi. Mubes yang berlangsung sejak 29 Oktober hingga 1 November 2026 di Aryaduta Hotel Medan tersebut menetapkan Sairon Sinaga sebagai Ketua Umum PPTSB se-Dunia periode 2026–2031.

Penetapan kepemimpinan baru ini menjadi momentum penting bagi organisasi kekerabatan pomparan Toga Sinaga Dohot Boru untuk memperkuat persaudaraan sekaligus meningkatkan kinerja organisasi selama lima tahun ke depan.

Di hadapan ratusan utusan yang datang dari berbagai daerah, mulai dari Papua hingga Aceh, tiga sambutan penting mewarnai penutupan Mubes. Mulai dari pesan kerendahan hati Ketua Panitia Prof. Jon Pieter Sinaga, peringatan keras Dewan Pembina Mangihut Sinaga, S.H., M.H., hingga komitmen Ketua Umum terpilih Sairon Sinaga untuk membangun organisasi secara bersama-sama.


Mangihut Sinaga: Lupakan Perbedaan, Jangan Biarkan PPTSB Tercabik-cabik!

Dewan Pembina PPTSB, Mangihut Sinaga, S.H., M.H., menyampaikan pesan tegas kepada seluruh anggota agar tidak menjadikan dinamika Mubes sebagai alasan untuk mempertahankan perpecahan.

Menurutnya, keberhasilan memilih ketua umum baru tidak cukup hanya dirayakan melalui seremoni. Seluruh anggota harus ikut bertanggung jawab memastikan kepemimpinan Sairon Sinaga berjalan sukses.

"Saya berpesan, jangan kita hanya datang menyukseskan dia terpilih menjadi ketua. Yang lebih penting, kalau niat tulus kita memang ingin memberikan kepada Saudara Sairon ini menjadi pimpinan, mulai hari ini kita harus bertanggung jawab semua untuk menyukseskan kinerja dia lima tahun. Setuju?" tegas Mangihut yang disambut harapan akan soliditas seluruh anggota.

Ia mengingatkan, perbedaan pendapat dalam Mubes merupakan bagian yang wajar dalam proses demokrasi. Namun, setelah keputusan ditetapkan, seluruh elemen organisasi harus kembali merapatkan barisan.

"Tolong, dinamika Mubes ini tentu ada pro dan kontra, itu bagian dari demokrasi. Kalaupun ada kita berbeda kemarin, lupakanlah. Sejak hari ini, kita rajut kembali persaudaraan yang utuh. Jangan kita menciptakan sesuatu yang membuat PPTSB ini tercabik-cabik," ujarnya.

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa kepentingan organisasi dan persaudaraan harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Bagi Mangihut, terpilihnya Sairon Sinaga merupakan awal dari tanggung jawab besar. Karena itu, dukungan terhadap ketua umum baru tidak boleh berhenti setelah Mubes selesai, tetapi harus diwujudkan melalui kerja nyata seluruh pengurus dan anggota.

Kritik Pengurus Lama, Mangihut Minta Kontrak Kerja yang Jelas

Selain menyerukan persatuan, Mangihut juga melontarkan kritik terhadap kinerja kepengurusan sebelumnya. Berdasarkan pengalamannya selama sekitar 12 tahun di lingkungan PPTSB, ia menilai pertanggungjawaban program kerja sejumlah departemen perlu menjadi perhatian serius.

"Saya sangat prihatin kemarin kinerja daripada departemen-departemen tidak ada dipertanggungjawabkan karena tidak bekerja. Ketua Umum yang lama tidak bisa mempertanggungjawabkan karena memang tidak bekerja," cetusnya.

Kritik tersebut disampaikan sebagai peringatan agar kepengurusan periode 2026–2031 tidak mengulangi persoalan yang sama.

Mangihut meminta Sairon Sinaga segera menggelar rapat perdana pada Januari mendatang untuk menyusun program kerja, membagi tanggung jawab, dan menetapkan target yang terukur bagi setiap departemen.

Menurutnya, setiap pengurus harus memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas sehingga keberadaan mereka benar-benar memberikan manfaat bagi organisasi.

"Semua departemen harus bekerja, harus! Supaya nyata bahwa kita berubah daripada yang lalu menjadi lebih baik. Jangan dilantik jadi pengurus, lima tahun tidak pernah ada kerja pun tidak ada," tegasnya.

Pernyataan itu menjadi pesan kuat bahwa jabatan dalam organisasi bukan sekadar kehormatan, melainkan amanah yang harus dibuktikan melalui pengabdian dan hasil kerja.

Mangihut juga memberikan nasihat pribadi kepada Sairon agar menjaga kesehatan, penampilan, dan wibawa sebagai pemimpin organisasi kekerabatan yang memiliki anggota di berbagai wilayah Indonesia hingga luar negeri.

Ia berharap seluruh pendukung yang telah memberikan kepercayaan kepada Sairon tidak dikecewakan oleh kepemimpinan yang tidak berjalan maksimal.

Sairon Sinaga: Saya Tidak Bisa Bekerja Sendiri

Sementara itu, Ketua Umum PPTSB se-Dunia periode 2026–2031, Sairon Sinaga, dalam sambutan perdananya menunjukkan sikap rendah hati dengan meminta dukungan dan kerja sama seluruh anggota.

Ia menyadari bahwa memimpin organisasi sebesar PPTSB tidak mungkin dilakukan seorang diri. Soliditas pengurus pusat, pengurus wilayah, pengurus cabang, serta seluruh anggota menjadi kunci keberhasilan organisasi.

"Kalau hanya Ketua Umum yang bekerja tidak mungkin bisa. Besar harapan saya agar semua bisa bantu saya. Saya butuh kerja sama yang baik," kata Sairon.

Ia juga menegaskan dirinya bukan orang baru dalam organisasi PPTSB. Pengabdiannya telah dimulai sejak 2006, ketika ikut menjadi panitia Mubes. Dalam perjalanan berikutnya, ia pernah dipercaya sebagai ketua seksi dana, mendampingi Ketua Pembina selama 10 tahun, serta mengabdi selama empat tahun di kepengurusan pusat.

Dengan pengalaman sekitar 16 tahun tersebut, Sairon berharap kepengurusan yang dipimpinnya mampu bekerja lebih terarah dan menghindari persoalan yang dapat merugikan nama baik organisasi.

"Mulai tahun 2006 saya sudah ikut jadi panitia. Saya tidak mau nanti di kepengurusan ini seperti itu. Malu kita nanti. Malunya bukan hanya saya, semua kita nanti yang malu," ujarnya.

Pernyataan itu sekaligus menjadi komitmen moral bagi kepengurusan baru untuk membangun organisasi melalui kerja kolektif, tanggung jawab, dan keterbukaan.

Sairon juga menegaskan penggunaan istilah PPTSB se-Dunia, mengingat pomparan Toga Sinaga Dohot Boru telah tersebar hingga ke berbagai negara di luar Indonesia.

Dengan cakupan tersebut, PPTSB diharapkan semakin mempererat hubungan kekeluargaan lintas daerah dan lintas negara.

Ketua Panitia Minta Maaf, Harapkan PPTSB Menjadi Organisasi yang Semakin Besar

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Mubes XVI PPTSB, Prof. Jon Pieter Sinaga, menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama empat hari pelaksanaan kegiatan.

Ia mengucapkan selamat kepada Sairon Sinaga atas kepercayaan yang diberikan untuk memimpin PPTSB se-Dunia selama periode 2026–2031.

"Kami dari panitia pertama sekali mengucapkan selamat dan sukses kepada Ketua Umum PPTSB periode 2026–2031. Kami berharap Ketua Umum berkomitmen untuk membawa kapal besar PPTSB ini. Tidak ada yang dikerdilkan, tetapi semua dibesarkan di dalam perahu itu untuk sampai ke pantai harapan," ujarnya.

Pesan tersebut menggambarkan harapan agar kepemimpinan baru mampu merangkul seluruh elemen organisasi tanpa membedakan kelompok pendukung maupun pihak yang memiliki pandangan berbeda selama Mubes.

Prof. Jon Pieter juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah hadir dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Papua hingga Aceh.

"Dengan segala kerendahan hati kami seluruh panitia minta maaf kepada Bapak dan Ibu yang datang dari tanah Papua sampai ke tanah Aceh. Kiranya Tuhan memberkati kita sejak hari ini sampai selama-lamanya. Amin," tuturnya.

Lima Tahun ke Depan Menjadi Ujian Kepemimpinan

Berakhirnya Mubes XVI PPTSB bukan sekadar menandai pergantian kepemimpinan, tetapi juga membuka babak baru yang menuntut pembuktian melalui program dan kerja nyata.

Pesan Mangihut Sinaga mengenai persatuan dan evaluasi kinerja, komitmen Sairon Sinaga untuk membangun kerja sama, serta harapan panitia agar seluruh anggota dirangkul menjadi tiga hal penting yang harus diwujudkan dalam perjalanan organisasi lima tahun ke depan.

Tantangan bagi Sairon Sinaga bukan hanya menjaga soliditas setelah Mubes, tetapi juga memastikan setiap departemen bekerja, setiap program memiliki target, dan setiap pengurus menjalankan amanahnya.

Mubes XVI PPTSB pun ditutup dengan doa bersama dan harapan agar kapal besar PPTSB yang kini dinakhodai Sairon Sinaga dapat berlayar dengan kokoh, solid, dan kompak.

Dengan semangat persaudaraan, seluruh pomparan Toga Sinaga Dohot Boru diharapkan terus bersatu, memperkuat organisasi, dan menghadirkan manfaat nyata bagi anggota maupun masyarakat luas.

Persatuan menjadi fondasi, kerja nyata menjadi ukuran, dan tanggung jawab menjadi kunci keberhasilan PPTSB se-Dunia periode 2026–2031.rel

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Ismail Nasution
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
Mubes ke-16 PPTSB Tahun 2026, Ketum Edison Sinaga Tekankan Persatuan dan Kesatuan Marga Sinaga
komentar
beritaTerbaru