Hingga H+6 Idulfitri 1447H/2026, Jasa Marga Catat Lebih dari 3,2 Juta Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara
Hingga H6 Idulfitri 1447H/2026, Jasa Marga Catat Lebih dari 3,2 Juta Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara
kota
Baca Juga:
- Diduga Bobrok!! PTPN IV Regional II Distrik Rayon Utara KSO Kebun Air Tenang Menahan Pembayaran Pekerjaan
- Diduga Ada Praktik Mafia Solar Subsidi di Pasar 4 Marelan, Publik Desak Penyelidikan Menyeluruh
- Oknum PNS Mantan Bendahara Panti Asuhan Diduga Gelapkan Uang Infaq Anak Yatim Rp 720 Juta, Dijadikan Tersangka
Medan, SUMUT24.co
Pengerjaan proyek drainase yang menghabiskan dana APBD sebesar Rp3,6 miliar di Simpang Jalan Teuku Umar, Kecamatan Medan Polonia, menuai kritik tajam dari masyarakat. Proyek yang seharusnya menjadi solusi untuk mengatasi banjir di kawasan tersebut justru diduga dikerjakan asal-asalan, tanpa memperhatikan standar teknis yang ditetapkan.
Pantauan langsung wartawan di lokasi pada kemarin, menunjukkan kejanggalan pada pemasangan U-ditch beton. Seharusnya, komponen U-ditch dipasang rapat tanpa celah untuk menjamin kekuatan maksimal. Namun, di lokasi proyek, ditemukan celah antara sambungan U-ditch yang diisi dengan cor beton manual. Celah tersebut tidak hanya mengurangi kekuatan struktur, tetapi juga menimbulkan kesan bahwa pengerjaan ini sekadar formalitas belaka.
Lebih parah lagi, timbunan di sepanjang pinggir drainase hanya menggunakan tanah campuran pasir bekas galian. Tanah tersebut tampak tidak dipadatkan dengan baik, sehingga berisiko menimbulkan kerusakan di kemudian hari dan menyebabkan debu yang mengganggu kenyamanan warga sekitar.
Pengakuan di Lapangan
Seorang pekerja yang ditemui di lokasi mengakui bahwa mereka hanya bekerja sesuai instruksi pemborong. "Kami hanya mengerjakan sesuai yang diperintahkan pemborong, Pak," ujar pekerja itu singkat.
Kabid Drainase Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan, Gibson Panjaitan, saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu, ia juga membenarkan bahwa penimbunan di pinggir drainase hanya menggunakan tanah korekan parit tanpa tambahan material lain.
"Pinggiran hanya ditimbun, bukan dicor. Ditimbun dengan tanah korekan parit itu, ya Bang. Iya Bang, sisa galian," ungkap Gibson, yang saat ini mengaku sedang opname di rumah sakit karena asam lambung.
Gibson menambahkan bahwa drainase ini dirancang untuk mengatasi banjir di kawasan Sun Plaza yang kerap menjadi perhatian publik. Namun, hasil pengerjaan yang terkesan asal jadi ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai efektivitasnya.
Desakan untuk Audit dan Penegakan Hukum
Ketua Jaringan LIPPSU, Ari Sinik, dengan tegas menyatakan bahwa proyek ini harus diaudit secara menyeluruh. Ia menduga adanya praktik yang tidak transparan dalam pengerjaan drainase tersebut, mengingat hasilnya tidak sesuai dengan anggaran yang begitu besar.
"Buat apa dipasang U-ditch kalau Sun Plaza tetap banjir? Anggaran Miliaran seharusnya bisa menyelesaikan masalah, bukan malah menambah persoalan. Ini proyek patut dicurigai hanya akal-akalan untuk menghabiskan anggaran demi keuntungan oknum tertentu," tegas Ari.
Lebih lanjut, Ari menyebutkan bahwa pihaknya akan melayangkan surat resmi kepada Kejaksaan untuk meminta penyelidikan terkait proyek ini. Ia juga menyoroti kondisi Plt Kadis SDABMBK, yang menurutnya harus memberi klarifikasi lebih transparan kepada publik.
"Semoga beliau sakit bukan karena tekanan akibat pemeriksaan oleh inspektorat atau aparat penegak hukum," ujar Ari dengan nada sindiran.
Efektivitas Anggaran di Kota Medan
Proyek drainase ini seharusnya menjadi solusi konkret untuk mengatasi banjir, terutama di kawasan strategis seperti Sun Plaza. Namun, fakta di lapangan justru mengungkapkan ketidaksesuaian pengerjaan dengan standar yang ditetapkan. Hal ini semakin mempertegas perlunya pengawasan ketat dan transparansi dalam pengelolaan anggaran daerah.
Warga Medan kini menanti respons tegas dari pemerintah dan aparat penegak hukum untuk memastikan setiap rupiah dari dana rakyat digunakan secara bertanggung jawab. Jika tidak, drainase yang dibangun dengan biaya fantastis ini hanya akan menjadi simbol pemborosan tanpa manfaat nyata.
(Tim Investigasi)
Hingga H6 Idulfitri 1447H/2026, Jasa Marga Catat Lebih dari 3,2 Juta Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara
kota
Penuh Haru, Marlina Eliyanti Rayakan Ulang Tahun dengan Santunan Anak Yatim
kota
Polres Padangsidimpuan Berhasil Ungkap Kasus Pencabulan Anak, Pria 56 Tahun Diamankan
kota
Gerak Cepat! Mendagri Tito Karnavian Serahkan 120 Huntap untuk Korban Bencana di Tapanuli Selatan
kota
World Kidney Day 2026 14 Mesin Hemodialisis Beroperasi di RSUD Padangsidimpuan, Kesadaran Kesehatan Ginjal Digenjot
kota
Mahasiswa Madina Bersatu! Halal Bihalal IMA Pekanbaru Lahirkan Gagasan untuk Daerah
kota
Khataman AlQur&rsquoan Warnai Milad Ketua TP PKK Madina, 61 Anak Yatim Ikut Bahagia
kota
Silaturrahmi JMSI Tabagsel dan Kejari Madina Media Diminta Jadi Garda Depan Tangkal Hoaks
kota
Kapolres Padang Lawas AKBP Dodik Yuliyanto Gelar Jumat Curhat di Masjid AlAmanah, Warga Sampaikan Aspirasi, Polisi Langsung Beri Solusi
kota
Tak Sekadar Halal Bihalal, Pertemuan JMSI Tabagsel dan Bupati Madina Saipullah Nasution Bahas Hal Krusial Ini, Siap Kawal &ldquoMadina Maju Madan
kota