Terobosan Baru Pertamina EP Pangkalan Susu Optimalkan Produksi Sumur Migas Eksisting
Terobosan Baru Pertamina EP Pangkalan Susu Optimalkan Produksi Sumur Migas Eksisting
kota
Baca Juga:
Medan – Jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada 20 Oktober 2024, perhatian publik tak hanya tertuju pada momen sakral tersebut, tapi juga pada siapa yang akan mengisi kursi-kursi penting di kabinet baru. Salah satu posisi yang banyak dinantikan oleh berbagai kalangan, terutama pelaku ekonomi kerakyatan, adalah Menteri Koperasi dan UKM.
Devis Abuimau Karmoy, seorang jurnalis dan Ketua Koperasi Jasa Keluarga Pers Indonesia, menyuarakan harapannya agar Presiden Prabowo memilih Menteri Koperasi yang benar-benar mengerti tentang koperasi dan bukan sekadar menteri "titipan". Menurut Devis, sektor koperasi memiliki peran strategis dalam mendukung ekonomi rakyat, terutama di tengah tantangan ekonomi global yang semakin kompleks.
"Presiden Prabowo diharapkan memilih sosok yang berpengalaman dalam mengelola koperasi dari hulu ke hilir. Koperasi di Indonesia menghadapi berbagai tantangan, termasuk masalah hukum yang kerap menghambat laju pertumbuhannya. Karena itu, diperlukan seorang menteri yang memahami betul persoalan koperasi agar dapat mendorong kemajuan sektor ini," ungkap Devis, di Medan, Kamis (17/10/2024).
Selain itu, Devis menyoroti pentingnya pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Koperasi yang hingga kini belum disahkan oleh DPR. Menurutnya, pengesahan RUU tersebut akan menjadi fondasi hukum yang kuat untuk pengembangan koperasi ke depan.
"RUU Koperasi merupakan pekerjaan rumah yang ditinggalkan oleh pemerintahan sebelumnya, dan saya berharap Menteri Koperasi yang baru mampu mempercepat proses pengesahannya. Ini penting untuk memperkuat koperasi sebagai motor penggerak ekonomi rakyat," tegasnya.
Devis, yang juga menjabat sebagai Wasekjen DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), menambahkan, peran koperasi sangat relevan dengan program Asta Cita yang dicanangkan Prabowo untuk lima tahun ke depan. Asta Cita merupakan delapan program prioritas yang salah satunya fokus pada peningkatan kesejahteraan ekonomi rakyat melalui koperasi.
"Harapan besar kami, Menteri Koperasi yang dipilih nanti bukan sekadar jabatan politik, melainkan seseorang yang betul-betul paham dan peduli terhadap koperasi. Ini penting agar koperasi bisa berkembang pesat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," pungkas Devis.
Dengan kabinet yang akan segera dibentuk, pelaku koperasi di seluruh Indonesia kini menunggu langkah Presiden Prabowo dalam memilih menteri yang akan mengelola sektor strategis ini. (***)
Terobosan Baru Pertamina EP Pangkalan Susu Optimalkan Produksi Sumur Migas Eksisting
kota
sumut24.co Jakarta PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) dan anak usahanya PT Citilink Indones
Ekbis
Karbon, Geopolitik, dan Masa Depan Kedaulatan Nasional
kota
Yayasan An Naas Fokus Bangun Sekolah Inklusi, Wujudkan Hak Pendidikan Anak ABK
kota
Ikatan Alumni PMII Deli Serdang Sesalkan Penempatan Ketua MUI di Acara Deklarasi Damai Pilkades Oleh Kadis PMD
kota
SUMUT24.CO, Istanbul Sembilan warga negara Indonesia (WNI) relawan kemanusiaan yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla akhirnya
News
Warga Resah, Polisi Bergerak! Pria Diduga Pengedar Sabu Diciduk di Hutaraja Tinggi
Hukum
Dua Pria di Sosa Dibekuk Saat Ops Antik Toba 2026, Polres Padang Lawas Sita Sabu dan Alat Hisap
kota
Menuju Desa Modern, Bupati Paluta Reski Basyah Harahap Resmikan Program Desa Cinta Statistik 2026
kota
Pasar Murah Jelang Iduladha Digelar di Madina, Beras Rp60 Ribu dan Minyakita Rp15.500 Diserbu Warga
kota