Bupati Pidie: Ada 50 Rumah Hilang Di Terjang Banjir.

0
1841
PIDIE |S UMUT24
Pasca terjadi banjir bandang yang dasyat beberapa hari lalu yang mempora-porandakan sebagian wilayah barat Kabupaten Pidie Jaya, pasalnya, di kabarkan sejumlah sekitar 50 unit rumah hilang karena di seret oleh air ketika itu.

Bupati Pidie, Sarjani, dalam keterangan persnya di depan pendopo, menyatakan, bahwa bencana alam yang terjadi kemarin melanda di 10 kecamatan dalam kawasan Kabupaten Pidie, yaitu Kecamatan Padang Tiji, Kecamatan Muara Tiga, Kecamatan Batee, Kecamatan Mila, Kecamatan, Reubee, Kecamatan Indra Jaya, Kecamatan Pidie, Kecamatan Kota, Kecamatan Sakti, dan Kecamatan Grong-Groeng.

Namun menurut dia yang terparah banjir nya terjadi di kawasan Kecamatan Padang Tiji dan Kecamatan Muara Tiga. Yang menghilang sekitar 50 unit rumah warga. ” Karena kalau kita lihat airnya sangat tinggi mencapai tiga meter, kalau kerusakan rumah yaitu di laweung ada 10 unit rumah yang hilang, dan di kecamatan padang tiji ada 40 unit rumah yang hilang itu merupakan data sementara, kalau data rincian berapa jumlah rumah rusak ringan dan berat belum terdata,” sebut Sarjani.

Kendati, sebut dia, bahwa kemungkinan besar kerusakan rumah pasca banjir sangat banyak dan pihaknya mengakui akan sangat kesulitan dalam membenah itu semua dikarenakan keterbatasan anggaran yang di miliki daerah setempat. ” Memang kalaui kita lihat kemampuan kita untuk membangun infrastruktur yang rumah serta membenah semuanya kembali anggaran tidak cukup, apalagi sekarang di daerah anggaran kita sudah di bagikan dengan ADG, tentunya sangat memberatkan sekali untuk kami daerah kali ini dalam menangani kerusakan pasca banjir,” jelas Sarjani.

Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa sangat berharap kepada pemerintah Provinsi Aceh khususnya dan pemerintah pusat BNPB supaya memperhatikan ke daerahnya kali ini. ” Kita berharap bantuan pusat untuk mengurangi beban daerah kita ini, karena tanpa ada bantuan pusat kami sudah jelas tidak bisa sepenuhnya bisa menangani persoalan ini,karena banjir kali ini memang sangat-sangat parah,” tegasnya.

Pantauan wartawan di lokasi satu hari setelah pasca banjir terlihat sejumlah warga sedang memberes-bereskan rumah yang hancur akibat di terjang banjir bahkan sejumlah warga masih tinggal di mushalla-mushalla di karenakan tidak adanya rumah lagi untuk di tempati. (Jam).