YouTube Kebun Buah Naga Batu Anam Mengandung Pebohongan Publik

ASAHAN I SUMUT24.co

Berniat untuk membuat Desanya bisa dikenal di khalayak ramai, Harianto selaku Kepala Desa (Kades) Batu Anam, Kecamatan Rahuning, Kabupaten Asahan, Sumut berinisiatif untuk membuat YouTube tentang kegiatan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dengan usaha kebun buah naga dengan luas sekitar 15 rante dengan isi titik tanam sebanyak 800 pokok buah naga.

Namun sangat disayangkan, aplikasi YouTube Pemerintahan Desa Batu Anam yang diunggah 9 bulan yang lalu, dengan pengunjung hampir mencapai 400 penonton, dimana dibuat dan di unggah oleh Harianto Kades Batu Anam diduga penuh dengan kebohongan, mengingat sebelum awak Media melakukan konfirmasi terhadap orang-orang yang ada di YouTube tersebut, dan berdasarkan informasi dari masyarakat setempat yang minta identitasnya dirahasiakan mengatakan, jika YouTube yang dibuat dan diunggah oleh sang kades adalah diduga rekayasa belaka atau pembohongan publik.

Berdasarkan informasi itu, awak media coba melakukan investigasi/croschek langsung ke lokasi kebun buah naga yang telah ada dalam YouTube tersebut. Proses penelusuran didapat keterangan dari Bariun Sitorus melalui Via Seluler, Rabu (08/06/2022), jika dirinya hanya disuruh pak Kades untuk mengaku sebagai Ketua Bumdes Batu Anam, sedangkan Subagio alias Giok ternyata bekerja dan ditugaskan untuk merawat serta menjaga kebun buah naga milik pak kades.

Kemudian Tim Awak media mengkonfirmasi Kades Batu Anam, Harianto, Kamis (09/06/2022) sekitar pukul 10.00 Wib, beliau membenarkan, bahwa jika kebun buah naga yang letaknya berada dibawah jalur tower milik PT Inalum adalah milik Subagio alias Giok dan sumber dana dari Bumdes Batu Anam, serta saat ini kondisi pokok kebun buah naga sudah hampir mati, kuat dugaan tidak ada perawatan.

“Memang kebun buah naga yang kondisinya sudah rusak itu adalah milik Subagio alias Giok yang sumber dananya dari Bumdes”, ucap Harianto.

Kepala Desa mengaku jika semula tujuan dari itu (kebun buah naga) adalah usaha Desa yang harapannya untuk mendongkrak APBD Desa, namun sangat disayangkan kebun buah naga itu tidak berhasil karena kondisi pokok rusak dan mati.

Dan ketika disingung oleh awak media tentang kebohongan publik yang sudah disampaikan oleh Kepala Desa diaplikasi YouTube nya, kepala Desa mengaku tidak berpikir kearah sana, dan saat itu juga Harianto selaku Kepala Desa Batu Anam menelpon anggotanya yang membuat aplikasi YouTube untuk segera menghapus YouTube tentang kebun buah naga.

“Terus terang niat saya hanya untuk membuat bagaimana supaya desa saya ini bisa lebih dikenal di luar sana, maka menurut saya dengan kebun buah naga yang saat itu sedang bagus bisa untuk mendongkrak pendapatan Desa dan menjadikan penonton di YouTube bisa tertarik untuk datang, kalau soal pengakuan Subagio alias Giok yang saya suruh untuk mengaku sebagai pemilik kebun, dan Bariun Sitorus yang sebagai Kadus saya suruh mengaku sebagai Ketua Bumdes, jujur saya saat itu tidak berpikir jika bakal diributkan orang dengan tudingan kebohongan Publik,” ucap Harianto selalu Kepala Desa.

Saat awak Media bertanya lagi tentang kemungkinan adanya tudingan dari masyarakat jika YouTube pak kades hanya untuk menutupi dana Bumdes yang sebenarnya sudah dipakai pak Kades, dengan jujur pak kades mengaku jika sebenarnya dana Bumdes itu masih ada sangkut ditangan mantan Ketua Bumdes yang terdahulu, dan mantan ketua Bumdes itu saat ini juga mendaftar sebagai calon kepala Desa.

“Kalau saya mau cerita jujur, sebenarnya Amran Lubis yang saat ini juga mencalonkan diri sebagai calon kepala desa, dia pernah sebagai Ketua Bumdes nya dan sampai sekarang dana Bumdes masih ada ditangannya, kami sudah beberapa kali untuk memintanya namun Amran Lubis tidak pernah mau menyerahkan, begitu juga halnya surat pengunduran dirinya yang kami tunggu sampai dengan sekarang belum juga dibuat sama Amran Lubis,” ucap Harianto pula.

Dan saat awak Media mencoba untuk bertanya tentang Neraca Bumdes, dengan tujuan untuk mengklarifikasi tudingan sebagian masyarakat tentang Dana Bumdes, kepala Desa berjanji akan memberikan catatan Neraca Bumdes Minggu depan.

“Minggu depan lah orang abang datang lagi, sebenarnya semua sudah rapi dibukukan oleh buk Yenti Rina sebagai ketua Bumdes yang sekarang, namun karena buk Yenti Rina saat ini sedang tidak ada ditempat maka saya mohon jika orang abang mau datang lagi untuk catatan Neraca Bumdesnya Minggu depan,” ungkap Kades.

Sampai Jum’at (17/06/2022) Awak media kembali mengkonfirmasi Kades Batu Anam namun tidak dapat menunjukan Neraca Bumdesnya. (tec)