DPRD Sumut Soroti Dugaan Dampak Pembangunan Perumahan terhadap Banjir
DPRD Sumut Soroti Dugaan Dampak Pembangunan Perumahan terhadap Banjir
kota
LANGKAT | SUMUT24
Baca Juga:
Karena keindahan alam hayati dan satwa air berupa lumba-lumba air tawar dan potensi alam yang tinggi, kawasan pesisir pantai Desa Jaring Halus di Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat Sumatera Utara telah dinobatkan menjadi Kawasan Ekosistem Esensil- Jaring Halus (KEE- JH).
Ini ditandai dengan turunnya empat Kementerian kabinet kerja pemerintahan Joko Widodo ke Desa Pantai Jaring Halus, Rabu (13/4) Keempat kementerian itu yakni Kementerian Kemaritiman, Kementerian Desa, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Pariwisata.
Ir Untung Dedy Rahadiansyah selaku Direktur Bina Pengelolaan dan Bina Sarana Ekosistem Esensial Dirjen KSDAE Kementerin Kehutanan Lingkungan Hidup di Jaring Halus kemarin menyebutkan, kawasan KEE-JH yang memiliki ekosistem dan hayati bernilai tinggi bisa dimanfaatkan masyarakat untuk menggali potensi perikanan, dan melestarkan flora dan fauna.
“Kawasan mangrove yang usianya ratusan tahun ini menjadi nilai tarik tersendiri bagi wisatawan. Pantai dan kandungan pasir laut yang terhampar merupakan kekayaan Jaring Halus,” sebutnya.
Untuk mencetak KEE-JH, penataan pemukiman masyarakat di desa pesisir perlu untuk menjadikan Kawasan Ekosistem ini hidup dan maju, perekonomian masyarakatnya juga perlu dukungan semua pihak, tidak hanya dari pemerintah pusat, seperti yang disebutkan Direktur Sapras Dirjen PPMD Kementerian Desa, dr Gunalan.
Kader Konservasi Alam Nasional, Ilham Iskandar Zein selaku Inisiator KEE-JH, dan Drs Amral Fery selaku Kepala Pusat Pengelolaan Eko Region Sumatera Kementerial Lingkungan Hidup, menjelaskan, Jaring Halus memiliki keunikan tersendiri dengan datangnya fauna unik berupa lumba-lumba.
Spesies manyusui yang hidup di air tawar ini juga bisa hidup di air laut yang berkadar garam. “Sering munculnya ke pinggiran pesisir pantai ini si lumba-lumba itu bukan terdampar, tetapi memang alam yang dimiliki jaring halus merupakan ekosistem yang bisa dinaungi spesies mamalia itu,” jelasnya.
Sebelumnya rombongan kementerian tiba di Pemkab Langkat, Rabu (13/4) sekira pukul 11.00 WIB, dilanjutkan jamuan makan siang, kemudian rombongan menuju Desa Jaring Halus Kecamatan Secanggang,Langkat.
Keberangkatan rombongan dari Dermaga Desa Tanjung Ibus menuju Desa Jaring Halus menggunakan Transportasi laut berupa kapal motor yang disediakan panitia KEE-JH.
Seyogyanya peninjauan lokasi Jaring Halus oleh kementerian negara itu juga berbarengan dengan acara pesta budaya jamu laut. Namun acara jamuan laut diundur pada 30 April mendatang. Kementerian itu meresmikan Kawasan Ekosistem Esensil Jaring Halus (KEE-JH), penanda tanganan prasasti deklarasi konservasi dan penanaman mangrove.(wit)
DPRD Sumut Soroti Dugaan Dampak Pembangunan Perumahan terhadap Banjir
kota
sumut24.co MEDAN , PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP SBU) menerima hasil pengadaan tanah pembangunan Pemba
kota
sumut24.co ASAHAN , Satuan Reserse Narkoba Polres Asahan kembali mencatatkan keberhasilan besar dalam memutus rantai peredaran gelap narkot
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Tanjungbalai menggelontorkan anggaran sebesar Rp1,5 miliar untuk perbaika
News
sumut24.co TAPANULI TENGAH, Rasa syukur dan bahagia dirasakan jamaah Masjid Al Hikmah Kalangan, Kabupaten Tapanuli Tengah dan anak anak P
News
Pendidikan untuk Siapa? Shohibul Anshor Siregar Soroti Krisis Pengetahuan dan Nasib Tenaga Pengajar Indonesia
kota
Polisi Tak Boleh Kumal! Kapolres Padang Lawas AKBP Dodik Yuliyanto Tegaskan Pentingnya Sikap Tampang
kota
Polres Palas Buka Rekrutmen Relawan Gizi, Kapolres AKBP Dodik Yuliyanto Ini Program Penting untuk Masa Depan Anak Bangsa
kota
Sungai Aek Sianciing Meluap, Pemkab Madina Bergerak Cepat Normalisasi Sungai Demi Selamatkan Warga Siabu
kota
Dipimpin Iptu Ahmad Edi SH, Polsek Hutaimbaru Gerebek Lokasi Diduga Tempat Pesta Sabu di Padangsidimpuan
kota