Kamis, 02 Juli 2026

Jaring Halus Jadi Kawasan Ekosistem Esensil

Administrator - Jumat, 15 April 2016 07:44 WIB
Jaring Halus Jadi Kawasan Ekosistem Esensil

LANGKAT | SUMUT24

Baca Juga:

Karena keindahan alam hayati dan satwa air berupa lumba-lumba air tawar dan potensi alam yang tinggi, kawasan pesisir pantai Desa Jaring Halus di Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat Sumatera Utara telah dinobatkan menjadi Kawasan Ekosistem Esensil- Jaring Halus (KEE- JH).

Ini ditandai dengan turunnya empat Kementerian kabinet kerja pemerintahan Joko Widodo ke Desa Pantai Jaring Halus, Rabu (13/4) Keempat kementerian itu yakni Kementerian Kemaritiman, Kementerian Desa, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Pariwisata.

Ir Untung Dedy Rahadiansyah selaku Direktur Bina Pengelolaan dan Bina Sarana Ekosistem Esensial Dirjen KSDAE Kementerin Kehutanan Lingkungan Hidup di Jaring Halus kemarin menyebutkan, kawasan KEE-JH yang memiliki ekosistem dan hayati bernilai tinggi bisa dimanfaatkan masyarakat untuk menggali potensi perikanan, dan melestarkan flora dan fauna.

“Kawasan mangrove yang usianya ratusan tahun ini menjadi nilai tarik tersendiri bagi wisatawan. Pantai dan kandungan pasir laut yang terhampar merupakan kekayaan Jaring Halus,” sebutnya.

Untuk mencetak KEE-JH, penataan pemukiman masyarakat di desa pesisir perlu untuk menjadikan Kawasan Ekosistem ini hidup dan maju, perekonomian masyarakatnya juga perlu dukungan semua pihak, tidak hanya dari pemerintah pusat, seperti yang disebutkan Direktur Sapras Dirjen PPMD Kementerian Desa, dr Gunalan.

Kader Konservasi Alam Nasional, Ilham Iskandar Zein selaku Inisiator KEE-JH, dan Drs Amral Fery selaku Kepala Pusat Pengelolaan Eko Region Sumatera Kementerial Lingkungan Hidup, menjelaskan, Jaring Halus memiliki keunikan tersendiri dengan datangnya fauna unik berupa lumba-lumba.

Spesies manyusui yang hidup di air tawar ini juga bisa hidup di air laut yang berkadar garam. “Sering munculnya ke pinggiran pesisir pantai ini si lumba-lumba itu bukan terdampar, tetapi memang alam yang dimiliki jaring halus merupakan ekosistem yang bisa dinaungi spesies mamalia itu,” jelasnya.

Sebelumnya rombongan kementerian tiba di Pemkab Langkat, Rabu (13/4) sekira pukul 11.00 WIB, dilanjutkan jamuan makan siang, kemudian rombongan menuju Desa Jaring Halus Kecamatan Secanggang,Langkat.

Keberangkatan rombongan dari Dermaga Desa Tanjung Ibus menuju Desa Jaring Halus menggunakan Transportasi laut berupa kapal motor yang disediakan panitia KEE-JH.

Seyogyanya peninjauan lokasi Jaring Halus oleh kementerian negara itu juga berbarengan dengan acara pesta budaya jamu laut. Namun acara jamuan laut diundur pada 30 April mendatang. Kementerian itu meresmikan Kawasan Ekosistem Esensil Jaring Halus (KEE-JH), penanda tanganan prasasti deklarasi konservasi dan penanaman mangrove.(wit)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Tanpa TPS Permanen Limbah B3 Di 30 Puskesmas di Asahan, Pemkab dan DPRD hingga Pemerintah Pusat Terancam Gugatan Warga
Muharam Berkah 1448 Hijriah, PLN UID Sumut Gelar Sunat Sehat Ceria Bagi 71 Anak Prasejahtera
PLN UIP SBU Perkuat Sinergi Dengan Kodam I/Bukit Barisan Untuk Dukung Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan
PLN UPP SBU 4 Perkenalkan Electrifying Agriculture Melalui Pelatihan Pupuk Organik Untuk Kembangkan Potensi Pertanian Desa Meranti Utara
PLN UIP SBU Dorong Ekonomi Sirkular Melalui Pengembangan Bank Sampah di Desa Perlis
PLN UIP SBU Hadirkan Ruang Belajar dan Edukasi Mitigasi Bencana Untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Pesantren Darul Muhsinin
komentar
beritaTerbaru