Kamis, 14 Mei 2026

Wisata Alam Aek Sijorni Padat Pengunjung

Administrator - Senin, 02 Januari 2017 13:37 WIB
Wisata Alam Aek Sijorni Padat Pengunjung

TAPSEL l SUMUT24

Baca Juga:

Cuaca yang sedikit mendung diselingi gerimis ternyata tidak jadi penghalang bagi warga yang ingin menikmati wisata alam Aek Sijorni, di Kec. Sayurmatinggi, Kab. Tapanuli Selatan. Sumatera Utara, untuk menghabiskan liburan awal tahun baru 2017, Senin (2/1).

Pantauan SUMUT24 dilokasi Rekreasi Pengunjung di objek wisata andalam di Kec, Sayurmatinggi ini datang dari luar daerah seperti Kota Padang Padangsidimpuan, Kab. Mandailing Natal, Padang Lawas Utara, bahkan dari Pasaman dan Panti, Sumatera Barat.

Namun sayangnya pengelolaan objek wisata ini belum tertata dengan baik sehingga para pengunjung mengeluh karena banyaknya pungutan di area lokasi wisata tersebut.

Seperti pengakuan bobbi (22) warga pasaman (sumbar) yang baru pertama kali datang ke wisata alam Aek Sijorni merasa kapok dan berpikir dua kali dulu jika ingin mengunjungi tempat ini lagi.

“Tempatnya memang bagus, apalagi untuk dijadikan tempat selfie, tapi gak nyaman karena banyak pungli di dalam sana.” Akunya.

Hal senada juga dikeluhkan pengunjung lainnya, Hasanah warga Panyabungan, Kab Mandailing Natal.

Menurutnya, ia datang karena permintaan anak-anaknya yang sebentar lagi akan masuk sekolah.

Kalau ia sendiri sebenarnya kurang begitu ingin berkunjung ke Aek.Sijorni ini mengingat banyaknya pungutan saat hendak memasuki lokasi wisata alam ini. (Tomps)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Penanganan Laporan Terhadap RS.Royal Prima Lamban"
Resmi Dilantik, Pengurus FORWAKA Medan Periode 2026–2028 Diharapkan Perkuat Sinergi Pers dan Aparat Hukum
Ahmad Bahar Ungkap Pahitnya Jadi Penulis, Karya Pernah Dicekal
Polresta Deli Serdang Berikan Talih Asih Ke Rumah Tahfidz Quran Ar-Rahmah Atas Keberanian Melawan peredaran Narkoba*
Wakil Bupati Asahan Hadiri Rakor Kemensos : Kabupaten Asahan Masuk Daftar Prioritas Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II
Menagih Janji 2029: Belajar dari Shanghai, Menguji Nyali di Indonesia
komentar
beritaTerbaru