Dewan Pers Kecam Penangkapan Jurnalis Indonesia oleh Militer Israel, Minta Pemerintah Tindak Lanjut Secara Diplomatik
Dewan Pers Kecam Penangkapan Jurnalis Indonesia oleh Militer Israel, Minta Pemerintah Tindak Lanjut Secara Diplomatik
kota
Medan | Sumut24 Menjelang akhir tahun 2016, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Utara terus meningkatkan koordinasi untuk menjaga pasokan bahan pangan sejalan dengan peningkatan permintaan terkait perayaan Natal dan Tahun Baru.
Baca Juga:
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumatera Utara Difi Ahmad Johansyah mengatakan program tersebut merupakan bagian dari roadmap pengendalian inflasi dalam jangka pendek dan menengah untuk mengarahkan inflasi sesuai sasaran yang ditetapkan pada tahun mendatang.
“Menjelang akhir tahun 2016, tekanan inflasi Sumatera Utara masih tetap tinggi meski sudah menurun dibanding dua bulan sebelumnya,” katanya Selasa (6/12).
Dia menyebut inflasi November tercatat 0,76 persen (mtm), menurun dibanding dua periode berturut turut sebelumnya yang mencatatkan inflasi diatas 1 persen. Realisasi inflasi ini masih lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi nasional yang hanya tercatat 0,47 persen (mtm).
Realisasi inflasi ini juga lebih tinggi dibandingkan dengan rataan historisnya dalam 10 tahun terakhir yang hanya tercatat 0,49 persen (mtm). Secara tahunan inflasi Sumut meningkat menjadi 7,65 persen atau 6,13 persen (ytd). Masih tingginya tekanan inflasi pada bulan November 2016 didorong oleh tingginya tekanan inflasi Volatile Foods yang secara bulanan mereda.
“Secara tahunan, tekanan inflasi dari kelompok ini masih tinggi menjadi 18,5 persen atau sedikit meningkat dibanding bulan sebelumnya,”ujarnya.
Terbatasnya cabai merah di sentra produksi akibat masifnya dampak Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) menyebabkan harga cabai merah masih tinggi. Kenaikan harga cabai merah juga diikuti dengan kenaikan harga cabai rawit sebagai komoditas substitusi. Sementara itu, berakhirnya periode panen bawang merah di beberapa sentra produksi juga turut mendorong kenaikan harga.
Pantauan Selasa (6/12) menjelang tutup tahun, harga bahan pangan khususnya cabe merah masih mahal kini berada di harga Rp73.000-Rp75.000 per kg, turun sedikit dibanding hari-hari sebelumnya yang mencapai Rp90.000 per kg.
Kenaikan cabe merah ternyata diikuti dengan naiknya harga cabe rawit mencapai Rp60.000 per kg, bawang merah Rp32.000-Rp40.000 per kg, tergantung jenis bawang lokal atau tidak.
Harga tomat relatif bertahan di posisi Rp10.000 per kg. Sedangkan harga bawang putih Rp36.000 per kg. Selain itu harga sayur mayur juga mengalami kenaikan signifikan seperti terong ungu dan kacang panjang Rp10.000 per kg. Harga telur ayam Eropa variatif Rp1.100 – Rp1.300 per butir, telur bebek dan ayam kampung Rp2.500 per butir.(W04)
Dewan Pers Kecam Penangkapan Jurnalis Indonesia oleh Militer Israel, Minta Pemerintah Tindak Lanjut Secara Diplomatik
kota
Polsek Lubuk Pakam Amankan Tiga Pencuri Kabel di Eks Plaza Delimas
kota
Jakarta Sumut24.coUniversitas Pembangunan Panca Budi (UNPAB) ikut ambil bagian dalam kunjungan persahabatan ke Republik Rakyat Tiongkok
Advertorial
MOMEN HARKITNAS 2026 JAGA TUNAS BANGSA
kota
Polisi Sebut Hasil Autopsi Kresentia Hoess Sudah Keluar, Belum Dipublikasikan
kota
Advokat gugat Otto Hasibuan ke PN Medan terkait perpanjangan jabatan Ketum DPN Peradi
kota
Visa Turis, Judi Online, dan Generasi yang Terancam Alarm Kedaulatan Digital Indonesia
kota
sumut24.co MedanPemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Dinas
kota
Bupati Solok , Meresmikan Penyalaan secara Simbolis Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL)
kota
Jakarta Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menegaskan bahwa Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) memiliki pera
News