Wakil Wali Kota Tanjungbalai Pastikan Stok Beras Aman, Bulog Siapkan Cadangan hingga Enam Bulan
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kota Tanjungbalai memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat tetap aman di tengah isu kelangkaan dan kenai
News
MEDAN|SUMUT24 Direktorat Pendaftaran dan Pemeriksaan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (PP LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengklarifikasi harta kekayaan milik tiga penyelenggara negara di Sumut.
Baca Juga:
Ketiganya adalah Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, Wali Kota Binjai Muhammad Idaham, dan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Pemprov Sumut, Eddy Sahputra Salim. Proses klarifikasi dilakukan secara tertutup di Lantai X Kantor Gubernur Sumut Jalan Pangeran Diponegoro, Senin (22/8).
“Ini sedang dalam proses, yang diklarifikasi saat ini tiga penyelenggara negara,” ujar Direktur PP LHKPN KPK, Hery Nurudin.
Selain Eldin, Idaham dan Eddy, tim PP LHKPN juga akan melakukan klarifikasi harta kekayaan milik Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi.
Klarifikasi harta kekayaan Erry akan dilakukan di Rumah Dinas Gubernur Jalan Jenderal Sudirman setelah tim PP LHKPN selesai melakukan klarifikasi harta milik tiga penyelenggara negara tersebut.
Menurut Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Adriati Iskak, klarifikasi dilakukan untuk mendapatkan konfirmasi dari seorang penyelenggara negara terkait jumlah harta kekayaan yang dilaporkannya.
Klarifikasi juga dimaksudkan untuk meminta penjelasan dari penyelenggara negara yang bersangkutan apabila terdapat temuan yang tidak sesuai oleh tim PP LHKPN di lapangan.
“Klarifikasi itu biasanya untuk konfirmasi ulang beberapa bukti tentang harta yang sudah dilaporkan, termasuk kalau ada yang tidak sesuai dengan yang dilaporkan itu,” ujar Yuyuk.
Apabila terdapat ketidaksesuaian antara jumlah harta yang dilaporkan dengan yang ditemukan oleh tim, maka penyelenggara negara yang bersangkutan tersebut akan diminta untuk memperbaiki pelaporannya.
Menurut Yuyuk, tim PP LHKPN juga akan melakukan penelusuran apabila terdapat indikasi adanya unsur kesengajaan oleh seorang penyelenggara negara yang tidak melaporkan hartanya secara jujur.
“Kalau nanti adanya yang tidak sesuai maka (penyelenggara negara) akan diminta untuk dibenarkan, karena ini sifatnya klarifikasi. Kalau indikasi adanya unsur kesengajaan, nanti tim LHKPN yang akan menganalisa lebih lanjut,” ujarnya.
Secara terpisah, Ketua Tim Koordinator Supervisi KPK, Adlinsyah Nasution, mengatakan bahwa klarifikasi harta kekayaan seorang penyelenggara negara merupakan amanat Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang pemberantasan korupsi.
Selain itu, klarifikasi yang akan dilakukan juga merupakan bagian dari rencana aksi KPK selama melakukan supervisi di Sumut hingga akhir tahun.
“Setiap penyelenggara negara harus bersedia untuk dilakukan pemeriksaan sebelum, selama, dan setelah menjabat. Klarifikasi ini bertujuan agar LHKPN yang disampaikan telah memenuhi kaedah kebenaran pengisian, kelengkapan dan keabsahan dari lampiran harta yang dilaporkan,” ujarnya mengakhiri.
Berdasarkan informasi yang diperoleh , total 27 penyelenggara negara dari lembaga eksekutif di Sumut akan melalui tahap klarifikasi harta kekayaan hingga Jumat (26/8/2016) mendatang. (R01)
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kota Tanjungbalai memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat tetap aman di tengah isu kelangkaan dan kenai
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim menerima audiensi jajaran pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Dem
News
sumut24.co MEDAN, Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan layanan kesehatan
kota
sumut24.co ASAHAN, Wakil Bupati Asahan Rianto, S.H., M.A.P., menghadiri pembukaan Jambore Daerah (Jamda) XI Gerakan Pramuka Sumatera Utara
News
Resmi Dimulai! Bupati Madina Saipullah Nasution Canangkan Bedah 505 Rumah, Target 5.000 Unit Selama Era Prabowo
kota
Pesan Tegas Wabup Paluta Saat Lantik 6 Pejabat Buktikan Amanah dengan Kinerja, Bukan Sekadar Jabatan
kota
Kapolres Padangsidimpuan Pastikan Bulls Motion Unity Fest Digelar Aman, Risk Assessment Dilakukan Polda Sumut
kota
APBD Madina 2025 Capai Rp1,81 Triliun, Bupati Saipullah Dorong Pengelolaan Anggaran Lebih Akuntabel
kota
Bupati Madina Bongkar Dampak Efisiensi Anggaran Proyek Jalan, Sekolah hingga Irigasi Terpaksa Dibatalkan
kota
Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis Soroti Ketimpangan Bantuan Pemprov Sumut "Jangan Jadikan Mandailing Natal Anak Tiri"
kota