SUMUT24.CO, DELI SERDANG
Baca Juga:
Tembakau Deli merupakan salah satu warisan perkebunan terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Bahkan, pada masa kejayaannya,
Tembakau Deli dikenal sebagai tembakau nomor satu di dunia dengan kualitas daun pembungkus cerutu (wrapper) yang menjadi incaran industri cerutu internasional. Dari tanah Deli, nama Indonesia pernah harum hingga ke berbagai negara.
Kini, kejayaan itu perlahan kembali dibangkitkan. Dalam lima tahun terakhir, PTPN I Regional 1 (sebelumnya PTPN II) terus melakukan inovasi dalam pengembangan
Tembakau Deli, terutama melalui pembibitan dan budidaya di kawasan Desa Tandem Hilir, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Saat ini, sekitar 50 hektare lahan telah dikembangkan sebagai sentra pembibitan tembakau berkualitas. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk mengembalikan kejayaan
Tembakau Deli sebagai komoditas unggulan yang mampu bersaing di pasar dunia.
Manager PTPN I Regional 1, Henri Hutabarat, mengatakan bahwa pengembangan tidak hanya berhenti pada budidaya. Perusahaan juga telah memproduksi cerutu premium (cigar) dengan kualitas tinggi melalui merek Helvetia Cigar, Seintes, dan yang terbaru Henry Cigar.
Saat SUMUT24.CO berkesempatan mengunjungi fasilitas pengolahan cerutu di Tandem Hilir, Henri Hutabarat menjelaskan bahwa kualitas cigar yang diproduksi memiliki karakter dan mutu yang mampu bersaing dengan cerutu premium dunia. Menurutnya, pengembangan kualitas terus dilakukan agar produk
Tembakau Deli kembali menjadi kebanggaan Indonesia di pasar internasional.
CEO Sumut24 Group, Rianto SH, MH, memberikan apresiasi atas langkah PTPN I Regional 1 dalam membangkitkan kembali kejayaan
Tembakau Deli. Menurutnya, pengembangan industri cigar berbahan baku
Tembakau Deli merupakan langkah strategis untuk mengangkat kembali nilai sejarah sekaligus meningkatkan daya saing komoditas perkebunan Sumatera Utara.
"Menikmati cigar bukan sekadar menikmati cerutu, tetapi juga menghadirkan sensasi kebanggaan, prestise, dan cita rasa yang khas. Di berbagai negara, cigar identik dengan kalangan eksekutif, pengusaha, hingga para politikus. Saya optimistis, dengan kualitas yang terus ditingkatkan, cigar produksi PTPN I Regional 1 akan mampu menjadi kebanggaan Sumatera Utara dan Indonesia," ujar Rianto yang akrab disapa Anto Genk.
Bangkitnya kembali
Tembakau Deli dari Tandem Hilir menjadi bukti bahwa warisan perkebunan legendaris ini masih memiliki masa depan yang cerah. Dengan inovasi, kualitas, dan semangat untuk menembus pasar global,
Tembakau Deli diharapkan kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu tembakau terbaik dunia.Rel
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News