Dugaan Penipuan Miliaran Rupiah Libatkan Eks Polisi dan Anggota DPRD, 34 Personel Polres Padangsidimpuan Jadi Korban
Dugaan Penipuan Miliaran Rupiah Libatkan Eks Polisi dan Anggota DPRD, 34 Personel Polres Padangsidimpuan Jadi Korban
kota
Baca Juga:
- PLN UID Sumatera Utara Resmikan DRC Dan HSSE Control Center, Percepat Pemulihan Gangguan Dan Perkuat Budaya Keselamatan Kerja
- Gandeng Polda Sumut, inDrive Perkuat Edukasi Keselamatan Berkendara bagi Driver Menjelang Lebaran
- Drama Panjang KONI Padangsidimpuan Berakhir, Kursi Ketua KONI Padangsidimpuan Akhirnya Jatuh ke Hasanuddin Sianipar Resmi Pimpin Periode 2026–2030
Berita kepergian Joharis Lubis datang tak lama setelah ia membagikan momen wisuda program doktoralnya—sebuah capaian yang mengguratkan kesan mendalam bagi mereka yang mengenalnya. "Itu sebuah capaian besar justru pada penghujung masa tugas sebagai akademisi," kata seorang sahabatnya yang menyesali tak sempat menghubungi kembali almarhum usai panggilan telepon singkat mereka Rabu siang pekan lalu.
Sahabat tersebut mengenang, pertemuan terakhir mereka terjadi di sebuah kafe sekitar Amaliun. Dalam forum diskusi itu, Joharis menunjukkan konsistensinya dalam menyoroti isu kebangsaan—dengan ketegasan khasnya, tanpa gentar. Tema diskusi waktu itu adalah krisis ideologi dan masa depan republik.
Joharis Lubis dikenang bukan hanya karena gelarnya, melainkan karena gagasannya. Ia sering dijuluki "profesor" dalam forum resmi, meski tak mempersoalkan status formalnya. "Profesi dan kapasitas narasinya sudah cukup membuktikan," ujar sang sahabat.
Tulisan-tulisannya, termasuk yang terbaru berjudul Hocus Scopus, menunjukkan keberpihakan pada pendidikan yang merdeka dari jebakan neoliberalisme, dengan sorotan tajam pada isu plagiarisme dan jerat kebijakan pendidikan tinggi yang dianggapnya menindas.
Tak hanya dalam ranah pemikiran, Joharis juga aktif dalam aksi. Ia tercatat ikut bersama Prof. Saiful Sagala merombak AD/ART Dewan Pengurus Angkatan 66 dan terlibat dalam proses penting suksesi kepemimpinan Unimed. Aktivismenya menyatu dengan keberanian dan konsistensi sikap.
"Kaulah Joharis Lubis, kawanku, yang sikap kerasmu kerap membuat saya berimajinasi tentang sosok-sosok penting dari Bonjol," ucap sahabatnya, mengenang awal perkenalan mereka pada 1986—sebuah malam panjang yang penuh diskusi soal politik dan masa depan bangsa.
Kepergian Joharis meninggalkan duka dan penyesalan, terutama karena pembicaraan yang dijanjikan tak sempat terwujud. Namun warisan pemikiran dan keberaniannya akan terus hidup, menginspirasi banyak generasi setelahnya.
Allahummaghfirlahu, warhamhu, wa 'afihi, wa'fuanhu.
Oleh: Dr H Sohibul Ansor Siregar (Kawan Dekat Alm Johari Lubis)
Dugaan Penipuan Miliaran Rupiah Libatkan Eks Polisi dan Anggota DPRD, 34 Personel Polres Padangsidimpuan Jadi Korban
kota
Sinergi Lewat Olahraga! Polres Padangsidimpuan Tumbangkan Bank Mandiri di Laga Seru
kota
Polri Hadir untuk Rakyat, Kapolres Yon Edi Winara Pimpin Perbaikan Jembatan Gantung Merah Putih di Tapsel
kota
Dorong Pelayanan Publik Lebih Baik, Sekda Madina Afrizal Nasution Minta ASN Tingkatkan Disiplin
kota
59 Pejabat Dilantik Sekaligus! Bupati Madina Saipullah Nasution Kirim Pesan Tegas ke ASN
kota
Kelistrikan Dibahas Serius, PLN dan Pemkab Madina Sepakat Sinkronkan Data Lampu Jalan
kota
sumut24.co MedanWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menekankan pentingnya perencanaan matang, humanis, serta pertimbangan estetika da
kota
sumut24.co TANJUNGBALAI, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai mulai memasuki tahapan pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD)
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim memaparkan capaian dan strategi penurunan tingkat pengangguran terbuka (T
News
sumut24.co TANJUNGBALAI, Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim mendorong penguatan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarak
News