Rehabilitasi Sawah Tangga Bosi Tuntas, Pemkab Madina Kejar Target Panen Padi 4 Bulan ke Depan
Rehabilitasi Sawah Tangga Bosi Tuntas, Pemkab Madina Kejar Target Panen Padi 4 Bulan ke Depan
kota
JAKARTA | SUMUT24.co
Baca Juga:
Beberapa hari lalu tengah ramai diperbincangkan mengenai beredarnya kabar penolakan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk menjadi pihak pertama dilakukan penyuntikan vaksin COVID19 pertama kali di Indonesia. Berita tersebut tersebar luas melalui platform media sosial yaitu Facebook, WhatsApp dan media sosial lainnya.
Berita penolakan IDI menjadi pihak pertama dilakukannya vaksinasi mulai tersebar di media sosial pada hari Sabtu, 12 Desember 2020 lalu. Untuk menanggapi berita tidak benar tersebut, IDI yang diwakili oleh Ketua Umum Pengurus Besar Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M Faqih memberikan klarifikasi terkait beredarnya berita hoax tersebut melalui konferensi pers yang ditayangkan secara daring melalui akun YouTube resmi PB IDI pada hari Senin, 14 Desember 2020 lalu.
Dalam konferensi pers tersebut Daeng mengatakan berita mengenai IDI menolak vaksin covid-19 merupakan berita tidak benar, dia juga menambahkan bahwa IDI selama ini selalu memberikan dukungan untuk pelaksanaan vaksinasi terhadap pemerintah, dukungan tersebut telah dilakukan secara resmi yang sebagaimana disampaikan oleh Presiden melalui Menteri Kesehatan.
Apakah Bentuk Dukungan IDI Terhadap Vaksin Covid-19?
Daeng M Faqih juga memberitahukan bahwa IDI memiliki program khusus untuk kedepannya guna mendukung proses pelaksanaan vaksinasi. Dia mengatakan IDI akan membentuk tim khusus untuk mensosialisasikan 3M dan kampanye vaksinasi kepada masyarakat. IDI juga menaruh harapan besar terhadap program vaksinasi, dan tidak hanya menjadi harapan para pekerja medis namun juga bagi seluruh masyarakat. Menurut Daeng vaksin virus Covid-19 merupakan sebuah alat yang cukup mumpuni untuk menurunkan angka penyebaran virus Covid-19 dan bahkan dapat menghentikan penyebaran dari virus tersebut.
Daeng juga menyatakan bahwa pihak IDI pernah melakukan diskusi dengan Ketua Pelaksanaan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi yaitu Erick Thohir yang membahas bahwa dokter dan petugas medis akan mendapatkan prioritas pertama dalam pelaksanaan vaksinasi, itu karena pekerja medis termasuk golongan yang rentan terpapar virus Corona. Daeng menjelaskan bahwa kesuksesan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 nantinya merupakan kerja sama dari seluruh pihak, dia juga menjelaskan jika menurutnya tidak hanya dari pemerintahan saja namun IDI dan juga para media turut berkontribusi dalam suksesnya pelaksanaan vaksinasi di waktu mendatangkan.
Dia juga menjelaskan mengenai sikap resmi dari pihak IDI dalam menyampaikan dukungan apresiasi serta menyerahkan kepercayaan kepada BPOM terkait pemberian izin untuk jaminan keamanan dan juga efektivitas dari vaksin virus Corona. Tidak hanya itu PB IDI juga telah mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo melalui Kementerian Kesehatan dan BPOM untuk dukungan program pengadaan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi di Indonesia. Daeng juga memberitahukan bahwa pihak IDI telah mengkampanyekan ke berbagai wilayah mengenai manfaat dari vaksin dan pelaksanaan vaksinasi kepada masyarakat.
Dengan meninjau mengenai upaya dan kerja keras yang telah dijelaskan Daeng M Faqih dari pihak IDI berita tentang penolakan IDI terhadap penyuntikan vaksin untuk pertama merupakan berita tidak tepat dan tidak sesuai dengan kerja keras yang telah dilakukan oleh IDI terhadap dukungan kepada program vaksinasi di Indonesia.
Wakil Ketua PB IDI Slamet Budianto juga menambahkan jika sejak awal PB IDI mendukung vaksin Covid-19 yang telah terdaftar dan diberikan izin edar oleh BPOM, dia juga mengucapkan terimakasih kepada pihak pemerintah karena telah memprioritaskan para pekerja medis dalam pelaksanaan vaksinasi nanti. Slamet juga menjelaskan bahwa IDI memiliki program bernama Time New Normal yang diketahui langsung oleh dirinya, dalam program tersebut IDI mensosialisasikan dan mengkampanyekan protokol kesehatan dan manfaat vaksin dan vaksinasi virus Corona.
Dalam kenyataannya IDI sangat mendukung program vaksinasi yang dilakukan pemerintahan sehingga mengenai pemberitaan terkait penolakan IDI terhadap pelaksanaan vaksinasi merupakan informasi yang tidak benar.
Bagi Anda yang masih meragukan dari keamanan vaksin Covid-19, Anda jangan pesimis dan langsung memberikan pendapat yang buruk terhadap program vaksinasi yang bertujuan baik dari pemerintah. Agar Anda tidak gegabah menilai keamanan dan efektivitas vaksin, Anda perlu mengakses aplikasi Halodoc untuk mendapatkan informasi lengkap dan dapat dipercaya mengenai vaksin dan perkembangan virus Corona di Indonesia. Selain itu, Anda dapat menemukan berbagai informasi yang merujuk dunia kesehatan. (rel)
Rehabilitasi Sawah Tangga Bosi Tuntas, Pemkab Madina Kejar Target Panen Padi 4 Bulan ke Depan
kota
Madina Ditargetkan Jadi Zona Aman Narkoba, BNN Genjot Program Pemberdayaan Ekonomi Desa
kota
BNN RI Sambangi Madina, Bupati Saipullah Tegaskan Tak Bisa Sendiri Lawan Narkoba, Butuh Sinergi Forkopimda
kota
Monitoring Desa Binaan PKK di Padang Lawas, Wabup Achmad Fauzan Tertib Administrasi Wujud Tata Kelola yang BerkualitasMeta Deskripsi
kota
Peternak Puyuh di Padangsidimpuan Menjerit, Program MBG Diharapkan Jadi Nafas Baru Usaha Rakyat
kota
Perang Melawan Narkoba Terus Berlanjut, Polres Padangsidimpuan Ringkus Dua Residivis Pembawa Sabu
kota
Wali Kota menghadiri acara Pisah Sambut Dandim 0207/Simalungun dari Letkol Inf Gede Agus Dian Pringgana SSos MMAS MHan kepada Letkol Inf Agu
kota
Pemusnahan Barang Bukti Narkotika Mapolres Pematangsiantar
kota
Dari OTT Imigrasi ke Konsolidasi Pelayanan Publik
kota
sumut24.co MedanAnggota DPRD Medan Binsar Simarmata mengapresiasi tim PLN Transmisi yang sudah bekerja keras siang dan malam di tengah huj
Umum